Alexa Metrics

Pandang Ikan Hias, Masalah Hilang Sejenak

Pandang Ikan Hias, Masalah Hilang Sejenak Berbagai ikan hias laut dijual pedagang di Jalan Sumenep, Menteng, Jakarta Pusat. (Foto: Joevicar Iqbal/INDOPOS)

indopos.co.id – Di Jalan Sumenep, Menteng, Jakarta Pusat, menggeliat para pengunjung yang hobi dengan Ikan Hias. Meski kini masyarakat ibu kota masih harus berhadapan dengan pandemi COVID-19.

Setiap mata pengunjung tertarik melihat ikan-ikan laut berwarna warni yang bermain di sekitar bebatuan terumbu karang dalam aquarium. Pemandangan itu mampu menghibur dan melupakan sejenak tentang Pandemi COVID-19.

Pemilik sekaligus penjaga dua kios Wijaya Aquarium, Arso Wijaya, 45 tahun, mengenakan kain sarung usai Salat Zuhur langsung melayani konsumen. “Yang mana? Itu yang Yellow Tang Fish bagus, ikan bandel juga tahan lama,” ujar dia sambil memegangi kain sarungnya kepada seorang pembeli perempuan mengenakan hijab yang mengunjungi kiosnya.

Sekedar diketahui, Yellow Tang Fish atau Zebrasoma Flavescens merupakan jenis ikan hias air laut yang termasuk ke dalam family surgeonfish.

Menurut dia, Yellow Tang Fish sangat diminati oleh para pecinta ikan hias karena dapat hidup sehat di dalam aquarium, serta memiliki daya tarik tersendiri, yaitu warna yang terang mencolok.

Yellow Tang Fish sendiri merupakan ikan impor dari Hawaii. “Seekornya Yellow Tangs harganya bisa mencapai Rp1 juta. Banyak yang cari,” tutur dia sambil mencatat ikan – ikan yang telah dibeli pengunjungnya itu.

Arso mengatakan, harga ikan hias laut dari mulai yang termurah harganya puluhan ribu rupiah hingga sampai ada yang harganya mencapai belasan juta, bahkan puluhan juta rupiah. “Alhamdulillah, Sabtu – Minggu ramai pembeli. Hari biasa masih sepi,” ungkap dia.

Pria kelahiran 1975 asal Cilacap itu menuturkan, pernah bekerja di bidang eksportir selama 14 tahun di PT. Banyu Biru. “Pernah dulu sampai kirim ikan ke Amerika, ke luar negeri semua kirimnya,” ungkap dia.

Namun, dirinya ingin mencari sebuah tantangan baru. Maka dia melanjutkannya dengan membuka usaha berdagang ikan laut hias di kawasan Jalan Sumenep, Menteng, Jakarta Pusat yang teduh karena banyak pohon besar nan rindang di sana. “Kali pertama membuka dua kios ini sejak tahun 2010,” tutur dia.

Pandang Ikan Hias, Masalah Hilang Sejenak

Hingga kini, Arso telah memiliki sebanyak 22 aquarium, baik ukuran besar maupun kecil. Tentu saja dalam mengurus seperti membersihkan dan merawat ikan-ikan laut dan terumbu karang dagangannya itu dia dibantu oleh 4 karyawannya. “Tak mudah untuk merawat ikan, terumbu karang dan membersihkan aquarium segini banyaknya,” kata dia.

Kios tersebut dibuka mulai pukul 08.00 – 17.00 WIB. Koleksi ikan yang ada di sana pun lumayan lengkap, seperti Nemo atau Clown Fish, Dory atau Blue Tang atau Tang Biru Pasifik, Angel Fish, Watchman Gobies, Trigger Fish, Yellow Tangs, Hatchet, dan Lion Fish.

Terdapat juga ikan Morish Idol, Coral Beauties, Mandarin, Butterfly Fish, Archer Fish, Rainbow Parrot, Seahorse, Blue Star, Juvenile Emporer, Red Jabing, Brown Botana, Udang sampai Kepiting laut merah berukuran kecil.

Arso menambahkan, permintaan ikan hias laut ada yang berasal dari Bandung, Bogor dan Bekasi. “Kalau konsumen dari Jakarta sudah pasti banyak yang kemari hunting,” kata dia.

Dari hasil berdagang ikan hias, sambung dia, telah membesarkan kedua anaknya. Anak pertama saat ini tengah mengenyam Pendidikan di Kampus STIKES Jurusan kesehatan, Semester 6. Sedangkan si bungsu duduk di bangku SMP di Pondok Pesantren. “Biasa PJJ. Makan kuota pulsa Mas,” sindir dia.

Di kala pandemi COVID-19, tutur Arso, banyak orang dilanda stress. Apalagi ketika Jakarta lockdown. Bahkan, pengunjung kiosnya hanya sekitar 1-4 orang per hari.

“Harapan saya, orang atau konsumen berbelanja ikan laut kemari. Tentunya dengan memenuhi protokol kesehatan seperti pakai masker dan kami sediakan tempat cuci tangan. Kita juga siapkan hand sanitizer,” beber dia.

Salah seorang pelanggan yang merupakan karyawati swasta, Septi, 26, warga Latumenten, Grogol, Jakarta Barat, mengatakan, mulai hobi memelihara ikan hias laut pas pandemi COVID-19. “Total sudah Rp2 jutaan saya habiskan untuk cuci mata melepas penat sehabis bekerja,” beber perempuan berhijab itu.

Tak hanya itu, buah hatinya yang duduk di bangku kelas 1 SD juga sedang senang main ikan. “Baru kali ini yah. Tapi senang aja. Tapi anak saya musti diperhatikan karena jika tidak suka mengobok – obok aquarium sendiri. Saya sama ibu Umi lagi hunting aja ini di sini,” kata perempuan asli Betawi itu.

Ia mengaku punya aquarium berukuran 90x60x60 cm. “Isinya sih masih belum lengkap. Palingan ini lagi cari terumbu karangnya juga. Ya lumayan kalau buat cuci mata di rumah,” tukas dia sambil duduk usai keliling Pasar Hias Sumenep itu. (ibl)



Apa Pendapatmu?