Alexa Metrics

Semester I-2020, CIMB Niaga Finance Bukukan Laba Sebelum Pajak Rp166,2 Miliar

Semester I-2020, CIMB Niaga Finance Bukukan Laba Sebelum Pajak Rp166,2 Miliar Presiden Director CIMB Niaga Finance Ristiawan Suherman (tengah) bersama dengan (dari kiri ke kanan) Collection & Recovery Director CIMB Niaga Finance Danis V Bimawan, Credit & Risk Director CIMB Niaga Finance Antonius Herdaru, Finance & Strategy Director CIMB Niaga Finance Imron Rosyadi dan Sales & Acquisition Director CIMB Niaga Finance Kurniawan Kartawinata, di sela paparan kinerja di Jakarta, Selasa (25/8/2020). Foto: Suhartono/INDOPOS

indopos.co.id – PT CIMB Niaga Auto Finance (CIMB Niaga Finance atau Perseroan) mengumumkan perolehan laba sebelum pajak atau profit before tax (PBT) sebesar Rp166,2 miliar pada semester pertama tahun 2020.

Naik 8 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2019 sebesar Rp154,1 miliar. Pertumbuhan ini didorong oleh kenaikan pendapatan bunga sebesar 16,6 persen year-on-year (Y-o-Y).

Direktur Keuangan dan Strategi CIMB Niaga Finance Imron Rosyadi mengatakan, selain laba, Perseroan juga berhasil menyalurkan pembiayaan sebesar Rp1,7 triliun pada semester I/2020. Naik 18 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2019 sebesar Rp1,4 triliun.

“Dalam merealisasikan pembiayaan khususnya di masa Pandemi COVID-19, kami melakukan beberapa strategi dan inisiatif. Seperti meningkatkan sinergi dengan induk usaha PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga). Serta mempercepat proses digitalisasi untuk meningkatkan efisiensi sehingga cost to income ratio (CIR) tercatat 51,9 persen,” ujar Imron dalam keterangan persnya, Selasa (25/8/2020).

Sejalan dengan peningkatan pada pembiayaan (booking), rasio-rasio keuangan juga terjaga dengan baik. Per 30 Juni 2020, return on assets (ROA) dan return on equity (ROE) Perseroan masing-masing tercatat sebesar 8,36 persen dan 15,44 persen.

”Meskipun restrukturisasi pembiayaan masih berjalan di tengah Pandemi COVID-19, kami terus menjaga tingkat kesehatan portofolio, dengan jumlah aset sebesar Rp3,88 triliun pada semester I/2020. Perseroan masih dapat mempertahankan rasio kredit bermasalah atau non performing financing (NPF) di bawah rata-rata industri yaitu sebesar 1,51 persen,” pungkasnya.

Semenntara itu, Presiden Direktur CIMB Niaga Finance Ristiawan Suherman mengatakan, CIMB Niaga Finance fokus untuk menerapkan dan menyesuaikan strategi dalam situasi pandemi saat ini.

“Seperti melakukan efisiensi operasional, menjaga kualitas portofolio pembiayaan sesuai yang ditargetkan. Serta meningkatkan digital engagement dengan nasabah melalui CNAF Mobile,” ujarnya.(dai)



Apa Pendapatmu?