Alexa Metrics

Warga Kepulauan Seribu Butuh Air Bersih

Warga Kepulauan Seribu Butuh Air Bersih Anggota Fraksi Partai Demokrat DPRD DKI Neneng Hasanah saat berkunjung ke Pulau Panggang, Kepulauan Seribu, Selasa (25/8/2020).

indopos.co.id – Kepulauan Seribu diharapkan menjadi kawah candradimuka bagi para aparatur sipil negara (ASN) Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dalam menorehkan prestasi kerja.

Demikian diungkapkan Anggota Fraksi Partai Demokrat DPRD DKI Neneng Hasanah saat berkunjung ke Pulau Panggang, Kepulauan Seribu, Selasa (25/8/2020).

“Candradimuka Jakarta itu di Pulau Seribu. Dan candradimuka nya ASN di Jakarta juga di Kepulauan Seribu. Kalau berprestasi di Pulau, baru bisa ke darat. Seharusnya begitu,” ujar dia.

Ia mengungkapkan, Kepulauan Seribu sudah dicanangkan sebagai kawasan wisata nasional. Oleh karena itu, diharapkan seluruh infrastruktur dilengkapi dan diperbaharui semua.

“Anggaran di Kepulauan Seribu harus diprioritaskan seperti pembangunan dermaga, kebersihan, air bersih, instalasi listrik, jaringan Telkom serta perbankan. Sehingga para wisatawan yang datang ke pulau seribu tidak mengalami kesulitan dalam berwisata. Karena sektor pariwisata dapat meningkatkan pendapatan bagi Pemerintah maupun warga sekitar,” beber dia.

Terkait keluhan air bersih yang dilontarkan warga, Neneng yang juga anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta itu berharap agar PAM Jaya memberikan kemudahan bagi warga Kepulauan Seribu.

“Yang menyuling air laut menjadi air bersih adalah PAM. Karena di sini air laut berubah menjadi air tawar, jadi alatnya berbeda dengan yang ada di darat.
Jadi harus ada subsidi silang. Di pulau, PAM tidak ambil keuntungan, umpama di darat per 1 kubik Rp 1.500, di Pulau harus beda. Di sini kan cuma 28 ribu warganya,” tutur Neneng.

Seharusnya, sambung Neneng, PAM sebagai bagian dari Pemprov DKI mempunyai perbandingan. “Subsidi lah mereka. Karena disini warga mayoritas nelayan, beda dengan di darat. Minimal PAM punya subsidi silang,” tambah dia.

Ia juga menyoroti kapal ambulance jenazah yang sangat dibutuhkan warga.

“Sudah dianggarkan, karena COVID-19 maka tidak terserap dengan baik. Tahun 2021 akan dianggarkan kembali. Kapal ambulance jenazah sangat dibutuhkan warga, karena RSUD bukan disini melainkan di Koja atau Cengkareng. 2021 harus terealisasi kapal ambulace jenazah dan dermaganya,” tegas dia.(rmn)



Apa Pendapatmu?