Alexa Metrics

Latihan Menembak 500 Kali per Hari

Latihan Menembak 500 Kali per Hari

indopos.co.id – Pemain Timnas Basket Indonesia, Andakara Prastawa, mengungkapkan rahasianya andal menembak. Prastawa menyebut latihan menembak sampai 500 kali sehari. Prastawa merupakan salah satu andalan Timnas Basket Indonesia dan Indonesia Patriots. Pebasket berusia 27 tahun itu memiliki senjata andalan tembakan tiga angka.

Meski demikian, ternyata kemampuan menembak tiga angka itu tidak semerta-merta dimilikinya. Prastawa mengaku latihan keras guna mendapatkan senjata andalannya.

Prastawa mengaku melakukan latihan menembak sejak masih duduk di bangku SMA. Setelah itu, latihannya semakin meningkat sejak bergabung dengan klub. “Saya tidak dari kecil langsung jago menembak. Beberapa kali saya mengubah cara menembak. Saat SMA, baru akhirnya menemukan formula terbaik,” ungkap Prastawa. “Saat sudah dapat, setelah itu saya latihan rutin 100 kali menembak setiap hari. Ketika latihan di klub, saya menambah porsinya menjadi 500 kali.”

“Saya menekuni BEEF (Balance, Eye, Elbow, Follow Through). Sekarang bisa dipelajari dengan mudah, sumbernya banyak, bisa didapat lewat YouTube dan sebagainya,” tambah Prastawa.

Prastawa mengawali karier di IBL sejak 2012. Saat itu dia membela Aspac Jakarta sebelum pindah ke Pelita Jaya Jakarta dan kini Indonesia.

Sementara Manajer Timnas Basket Indonesia, Fareza Tamrella, berharap Brandon Jawato tidak dihitung pemain naturalisasi saat Kualifikasi FIBA. Pasalnya, Jawato memiliki darah Indonesia.

Indonesia tengah mengusahakan naturalisasi dua pebasket, Jawato dan Lester Prosper. Keduanya disiapkan untuk membantu di Kualifikasi FIBA Asia. Dari keduanya, Fareza berharap Jawato tidak memakan tempat kuota pemain naturalisasi. Pria yang akrab disapa Mocha itu ingin menggunakan kuota tersebut untuk Prosper.

Mocha mengungkapkan FIBA siap membantu Timnas Basket Indonesia. Menurutnya, terpenting adalah Jawato mendapatkan paspor terlebih dulu. “Seharusnya Brandon statusnya pemain Indonesia. Karena dia kan keturunan, orang tuanya dari Bali. Itu yang akan kami perjuangkan,” ujar Mocha. “Kami harap FIBA memberikan bantuan juga ya, ini kan kasus spesial. Kami mau ada Piala Dunia dan Brandon juga jelas keturunannya kan ayahnya orang Bali.”

“FIBA secara verbal mau bantu, tinggal Brandon dapat paspor dulu. Nanti 1 September dia menghadap DPR. Sekarang masih mengurus visa Lester dulu, pekan depan sudah beres harusnya,” Mocha melanjutkan. Brandon akan menghadap Komisi III DPR RI pada 1 September mendatang. Dalam kesempatan tersebut, dia bakal hadir bersama dengan Prosper.(bam)



Apa Pendapatmu?