Alexa Metrics

Ketika Para Dosen dan Mahasiswa Terpacu untuk Hasilkan Karya Penelitian

Ketika Para Dosen dan Mahasiswa Terpacu untuk Hasilkan Karya Penelitian Direktur Ristek, Publikasi, dan Kerja Sama Dalam Negeri UMB Dr Devi Fitrianah MTI. (Foto: IST)

indopos.co.id – Universitas Mercu Buana (UMB) memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia dan  memperingati hari Kebangkitan Teknologi Nasional dengan Pekan Ristek UMB 2020. Kegiatan tersebut diadakan untuk memperkuat relasi dan kolaborasi perguruan tinggi, industri dan masyarakat. Tujuannya, untuk peningkatan kualitas dan kuantitas penelitian, inovasi dan pengabdian pada masyarakat melalui teknologi yang tepat guna dan berorientasi industri.

Direktur Ristek, Publikasi, dan Kerja Sama Dalam Negeri UMB Dr Devi Fitrianah MTI, mengatakan, pekan Ristek UMB 2020 baru pertama digelar. Namun sebelumnya pihaknya menggelar kegiatan serupa dengan tema pekan penelitian. ”Penelitian pengabdian masyarakat sudah muali terintegrasi. Mulai dari hulu hingga ke hilir sudah mulai meningkat. Hulunya adalah penelitian dan publikasi setelah itu dihasilkan seperti teknologi tepat guna, paten, dan inovasi. Teknologi yang sudah dipatenkan lalu bisa diterapkan ke masyarakat,” ungkapnya, di Jakarta, Senin (24/8/2020).

Menurutnya, kegiatan dari hulu ke hilar merupakan kebiasaan baru yang baik untuk kalangan akademsi dalam tugas pengabdian kepada masyarakat. Sehingga hasil penelitian dari pihak kampus bisa digunakan oleh masyarakat. ”Bukan hanya riset dan selesai dengan publikasi saja. Tetapi hasilnya terpakai atau tidak. Bukan hanya output tapi outcome-nya juga penting,” ujarnya.

Untuk kegiatan tahun ini ingin meningkatkan kolaborasi triple helix, yaitu antara perguruan tinggi, industri, dan pemerintah. Devi mengatakan, saat ini pihaknya menggandeng salah satu industri transportasi pedesaan.  Ada penelitian yang benar-benar baru sesuai pemerintaah dari industri. Salah satunya dosen dari Fakulitas Teknik UMB merancang sasis atau rangka mobil angkut pedesaan. ”Desain sasis tentu memerlukan dukungan uji lab,” ucapnya.

Pihaknya juga terus mengangkat penelitan-penelitian yang dibutuhkan di masyarakat. Semisal pengembangan pengolahan air bersih, desain mesin pengolah sampah rumah tangga, dan sebagainya. ”Agar hasil penelitian dapat memberikan added value bagi masyarakat,” ungkapnya.

”Kan dulu dosen ibaratnya berada di menara gading. Dia mengajar, melakukan riset, sudah. Nah sekarang dosen tidak bisa seperti itu. Sekarang dosen itu selain mengajar, meneliti, dan hasil risetnya harus bermanfaat untuk masyarakat. Jadi sehebat-sehebat riset tapi kalau tidak ada added valuenya untuk apa. Sehingga kami ke depannya ingin menjadi center of excellent bagi lingkungan sekitar,” ungkapnya.

Tahun ini terdapat 1.200-an judul penelitian dan 845 program pengabdian masyarakat yang didanai oleh UMB. Kegiatan  tersebut melibatkan seluruh dosen UMB dan kerja sama dengan pihak dalam dan luar negeri. Hasil kerja sama menghasilkan beberapa hasil penelitan tepat guna. Beberapa di antaranya adalah desain meja ergonomis untuk produksi sangria kacang dari fakultas teknik industri. ”Ada juga desain gilingan kacang yang bisa membuang kulit ari. Jadi ibaratnya membuat barang kalau tidak kepakai di masyarakat buat apa,” ujarnya.

Dikatakan, hasil penelitian salahs atu dosen fakultas teknik mesin adalah penemuan fitur keselamatan berkendara yaitu sistem pengontrol kesadaran sopir truk. Sistem tersebut mampu mendeteksi jika sopir mengantuk lalu membangunkan sopir dengan getaran. Dari teknik elektro ada pembuatan robot telemedisine yaitu robot yang mampu menyediakan obat.

Devi mengatakan, dari Fasilkom (fakultas ilmu komputer) mengembangkan aplikasi webinar atau rapat online yang terintegrasi. Mulai pendaftaran, pembayaran, verifikasi pendaftaran, pelaksanan rapat, sampai pembuatan serifikat berjalan otomatis. Biasanya kegiatan tersebut dilakukan secara terpisah. ”Sudah jadi prototipe dan terus dilakukan uji coba. Yang buat aplikasi ini kolaborasi mahasiswa dengan dosen,” ungkapnya.

Salah satu dosen juga membuat disinfectant chamber yang didistribusikan ke masyarakat. Formula di dalamnya yaitu cairan disinfektan nonalkohol yang mampu membunuh virus tanpa membuat kulit kering. Dana penelitian untuk dosen UMB disediakan Rp 24 miliar. Dosen-dosen yang menghasilkan pulikasi penelitian seperti jurnal hingga paten hasil karya penelitian diapresiasi dengan insentif yang setimpal. ”Dalam satu tahun sekitar Rp60 miliar untuk mendanai penelitan dan pengabdian masyarakat. Setiap bulan kalau saya rekap bisa dari Rp400 juta-Rp700 juta untuk dikasih ke dosen,” paparnya.

Dikatkaan, UMB saat ini menginjak usia 35 tahun. Pada 18 Agustus 2020, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan memposisikan UMB pada peringkat ke 33 secara nasional dalam klasterisasi PT se Indonesia. Berada pada klaster ke 2 di posisi 18. ”Tentunya capaian yang diperoleh UMB saat ini merupakan keberhasilan dari seluruh civitas akademika Universitas Mercu Buana, yang terus berupaya untuk meningkatkan mutu di segala bidang, baik pengajaran, penilitian dan pengabdian pada masyarakat,” ujar Devi.

Pekan Ristek UMB berlangsung pada 24 – 28 Agustus 2020 yang dibuka oleh Menteri Riset dan Teknologi, Prof. Bambang PS Brodjonegoro, Ph.D.  Dihadiri oleh Kepala LLDIKTI Wilayah 3, Prof. Dr. Agus Setyo Budi, M.Sc , Direktur Ristek, Publikasi dan Kerja Sama Dalam Negeri UMB, Dr. Devi Fitrianah, para rektor atau perwakilan perguruan tinggi di Indonesia. Kegiatan didalamnya meliputi: webinar diseminasi PPM, verifikator SINTA, publikasi dan pengelola jurnal terbalik, webinar penelitian dan pameran poster penelitian darling.

Menurutnya, Pekan Ristek UMB 2020, merupakan langkah kecil dari UMB untuk terus memberikan peran sekaligus mengisi kemerdekaan dan memaknai Hari Kebangkitan Teknologi Nasional. Melalui kegiatan ini, UMB berkomitmen dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk dapat mengembangkan industri nasional di tanah air.(dni)



Apa Pendapatmu?