Alexa Metrics

Tak Mau Tergerus Zaman

Tak Mau Tergerus Zaman Dua orang pengunjung menyaksikan pemutaran film dari dalam mobil. Film secara drive-in sebagai hiburan alternatif di tengah pandemi COVID-19.

indopos.co.id – Layanan over-the-top (OTT) dan platform stre platform streaming film aming film berbayar menjadi pilihan bagi sineas tanah air untuk bertahan di tengah pandemi COVID-19.

Mereka yang mampu mengikuti perkembangan zaman dan perkembangan teknologi dipastikan bisa bertahan hingga akhirnya eksis kembali di dunia kreatif

“Ini adalah pergeseran dan perkembangan teknologi. Sudah dari tiga tahun terakhir OTT masuk ke Indonesia, entah yang lokal maupun luar negeri. Tahun ini, animonya semakin banyak dari platformnya,” kata Sutradara Sheila melalui siaran virtual, Senin (24/8/2020).

Wanita yang akrab disapa Lala itu mengatakan, kehadiran berbagai platform digital dan streaming film bisa menjadi alternatif menonton maupun mendistribusikan film. Terlebih di tengah pandemi COVID-19. “Ini menjadi alternatif dan menolong orang-orang film buat ketemu dengan audiens kita,” kata dia.

Kakak dari Aktris Marsha Timothy itu pun tak menyangkal bila sebagai penonton maupun pembuat film merasa rindu dan lebih puas untuk menikmati karya di bioskop.

Namun, opsi layanan digital memiliki banyak nilai positif, mulai dari kepraktisan hingga harga. “Memang, ada kepuasan tersendiri ketika nonton di layar lebar, di bioskop. Tapi, dengan OTT, kita jadi punya alternatif buat nonton di mana saja, nyaman karena bisa menyeseuaikan waktu kita yang sibuk, dan affordable juga,” kata Lala.

Ia juga mengungkapkan, kini ada dua proyek serial web (web series) yang tengah disiapkan, berjudul “Angkringan” dan “Detektif Soleh” yang dijadwalkan tayang pada bulan Oktober atau November 2020.

“Seru dan semoga bisa syuting (proyek lainnya) segera akhir tahun ini, dan semoga terus berkembang. Ada penjajakan untuk bikin film panjang untuk dieksplor. Makin banyak platform, semakin banyak cara untuk berkarya,” kata dia.

Lala berharap, konten, film, dan cerita yang ia buat tidak lekang oleh waktu dan tidak tergantung momentum. Begitu juga dengan film “Mudik” yang ia co-produseri.

Meski tak dirilis pada momen Idul Fitri, ia yakin film ini bisa bercerita dan meraih hati dan emosi para penontonnya.

“Konten, menurutku, film dan cerita bagus selalu tak lekang waktu, kita mau produce film yang tak tergantung momentum,” kata Lala.

“Mudik di sini bukan sekadar pulang kampung. Film ini punya kekuatan karakter dengan cerita yang menarik, dengan special touch dari (sutradara) Adri (Adriyanto Dewo),” pungkas dia. (ash)



Apa Pendapatmu?