Alexa Metrics

Pro Kontra Naturalisasi Pemain, Pengamat: Pembinaan Usia Muda Jadi Sia-sia

Pro Kontra Naturalisasi Pemain, Pengamat: Pembinaan Usia Muda Jadi Sia-sia

indopos.co.id – Pengamat olahraga dan sepakbola  Hifni Hasan menyatakan tidak ada masalah dengan rencana PSSI menaturalisasi lima pemain muda asal Brazil dalam membantu Timnas Indonesia U-20 tampil sukses di Piala Dunia U-20 2021 mendatang. Hanya saja, kehadiran pemain asing ini tentunya membuat pembinaan usia muda menjadi semu atau sia-sia.

’’Secara aturan  FIFA sah- sah saja menaturalisasi pemain selama mereka tidak pernah bermain untuk Timnas negaranya. Tapi sayang, pembinaan pemain muda kita menjadi semu karena sulit kebagian tempat di Timnas,’’ ujar Hifni Hasan kepada INDOPOS, Kamis (20/8).

Ya, lima pemain asal Brazil yang akan dinaturalisasi sudah berada di Indonesia. Mereka bahkan sudah menjalani latihan di dua tim yaitu Arema FC dan Persija Jakarta.

Kelima pemain tersebut yakni Pedro Henrique Bartoli Jardim (19 tahun) dan Hugo Guilherme Correa Grillo (18 tahun) sudah berlatih dengan Arema. Sementara di Persija ada nama Thiago Apolinario Pereira dan Maike Henrique Irine de Lima. Satu nama lainnya yang akan merapat ke Madura United adalah Leozao.

’’Kita ketahui banyak SSB dan Klub yang membina pemain muda. Mereka bermimpi dan  berharap pemainnya kelak bisa masuk Timnas dan berseragam merah putih. Tapi dengan berjubelnya pemain yang dinaturalisasi, peluang mereka menjadi sulit masuk skuad Timnas. Termasuk 30 pemain yang telah dipanggil Shin Tae Yong,’’ papar mantan Sekjen KOI ini.

Presiden Madura United, Achsanul Achsanul Qosasi membenarkan bahwa timnya akan terus membantu persiapan Timnas Indonesia U-20 di Piala Dunia U-20 2021. Salah satunya dengan cara menampung calon pemain naturalisasi tersebut.

’’Madura United akan ikut serta membantu Timnas Indonesia U-20 dalam upaya suksesnya pelaksanaan Piala Dunia U-20. Kami bersedia memberikan ruang besar bagi para pemain muda yang akan menjadi duta Indonesia,’’ jelas Achsanul.

’’Madura United memiliki komitmen untuk ikut mensukseskan penyelenggaraan Piala Dunia U-20 dan sukses untuk Timnas Indonesia U-20,’’ ucapnya.

Sementara itu, anggota Exco PSSI, Haruna Soemitro  menyambut positif inisiatif klub yang mengontrak pemain asing berusia muda.

’’Kalau benar kabar itu, bagi saya klub berarti punya inisiatif mengontrak pemain asing yang masih muda, minimal kelahiran 2001 untuk investasi. Mumpung ada Piala Dunia U-20 2021,’’ lanjut mantan manajer Madura United itu.

Haruna menambahkan kehadiran pemain-pemain asing muda yang kabarnya bakal dinaturalisasi itu mungkin saja menarik minat pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong, untuk mengajukan permohonan naturalisasi tersebut.

’’Barangkali manajer pelatih Timnas Indonesia tertarik, kemudian klub yang akan meng-endorse proses naturalisasinya. Saya pikir itu investasi yang masuk akal untuk aset klub,’’ tegas anggota Exco PSSI itu.

Menurut Haruna, mendatangkan pemain asing usia muda, sekaligus membuka peluang naturalisasi memang masuk akal. Alasannya naturalisasi pemain asing usia muda menjadi investasi yang tepat.

Haruna mengatakan sejak dulu Madura United selalu menganggap pemain sebagai aset. Jadi Sape Kerrap bakal mengejar habis-habisan pemain yang memiliki potensi besar menjadi investasi bagus.

’’Karena menempatkan pemain sebagai aset berharga, maka Madura United selalu merawat mereka. Ini supaya nilainya terus meningkat,’’ jelas Exco PSSI itu.

Di sisi lain, Presiden Klub Persija mengatakan bahwa dua pemain tersebut dapat membantu Persija mengarungi jadwal kompetisi yang sangat padat.

Selain itu, katanya, bertambahnya pemain usia muda di Tim Macan Kemayoran tentu akan sangat bermanfaat, apalagi dengan adanya regulasi pemain U-20 yang harus masuk line up.

’’Melihat perkembangan situasi dan kondisi yang terjadi, maka kami memutuskan untuk mencoba menambah amunisi pemain asing untuk melengkapi komposisi tim,’’ katanya seperti dilansir dari laman resmi klub.

Sementara itu, manajer Arema FC Ruddy Widodo menilai bahwa dua pemain muda asal Brazil itu adalah bagian dari investasi jangka panjang.

’’Investasi pemain asing muda ini penting, untuk merangsang pembinaan usia dini agar menciptakan iklim persaingan yang kompetitif,’’ ucapnya seperti dikutip dari laman resmi Arema FC.

’’Adanya investasi jangka panjang pemain pemain asing ini diharapkan juga ada transfer pengetahuan, skill antar pemain asing dan lokal,’’ imbuhnya.

Sementara itu, Luis Milla berharap Timnas Indonesia yang saat ini dilatih Shin Tae-yong bisa tampil maksimal pada ajang Piala Dunia U20 2021 mendatang.

’’Saya merasa sangat positif karena PSSI telah bekerja dengan baik, Timnas Indonesia juga telah bekerja dengan baik,’’ kata Luis Milla.

’’Tidak mudah memang menjadi tuan rumah karena ini ajang besar, tetapi saya percaya ini akan menjadi pengalaman yang positif untuk sepak bola Indonesia,’’ ucapnya.

Mantan arsitek Tim Garuda itu percaya semua pemain hingga federasi bakal berusaha menjadi yang terbaik untuk tampil maksimal di Piala Dunia U20 nanti.

Dukung Pemain Naturalisasi

Legenda sepak bola Indonesia Peri Sandria mendukung keberadaan pemain naturalisasi di tim nasional selama memiliki kualitas bagus dan mempunyai kemampuan di atas para pesepak bola lokal.

“Yang penting dari pemain naturalisasi adalah kualitas. Selama dia bisa mengangkat performa tim, saya merasa sah-sah saja pemain naturalisasi masuk tim nasional,” ujar Peri ketika dihubungi dari Jakarta, Senin.

Meski demikian, pria yang turut membawa Indonesia meraih medali emas sepak bola putra SEA Games 1991 meminta PSSI untuk tidak mengistimewakan pesepak bola naturalisasi.

Untuk menjadi bagian dari timnas, pemain naturalisasi idealnya juga mengikuti semua tahapan yang harus dilewati pemain-pemain Indonesia.

“Jangan mentang-mentang ‘kulitnya’ berbeda terus dimasukkan saja. Jangan memprioritaskan pemain naturalisasi. Setidak-tidaknya harus melewati proses seleksi juga,” kata laki-laki yang pernah menjadi penyerang tersubur di Liga Indonesia sepanjang masa dengan 34 gol.

Dalam beberapa hari terakhir, sepak bola Indonesia diramaikan dengan desas-desus naturalisasi pemain-pemain dari luar negeri untuk memperkuat timnas di Piala Dunia U-20 tahun 2021.

Kabar soal rencana naturalisasi pemain asing untuk Piala Dunia U-20 tahun 2021, muncul dalam beberapa hari terakhir setelah tiga klub Liga 1 yaitu Arema, Persija dan Madura United mendatangkan pemain-pemain remaja dari Brazil.

Kabar itu muncul setelah tiga klub Liga 1 yaitu Arema, Persija dan Madura United menghadirkan pemain-pemain remaja dari Negeri Samba. PSSI sendiri menolak dikaitkan dengan para pemain asing tersebut.

Dalam pernyataan resminya, yang juga disampaikan Indra Sjafri selaku direktur teknik, PSSI menyatakan bahwa kebijakan untuk menghadirkan pemain-pemain muda Brazil itu menjadi keputusan klub dan tidak ada hubungannya dengan PSSI atau pun tim nasional.

Timnas U-19 diproyeksikan untuk berlaga di Piala Dunia U-20 tahun 2021. Akan tetapi, sebelum ke sana, timnas U-19 akan berkompetisi di Piala Asia U-19 2020 yang berlangsung di Uzbekistan pada 14-31 Oktober 2020.

Saat ini timnas U-19 mengikuti pemusatan latihan (TC) di Jakarta, yang rangkaian kegiatannya telah dimulai sejak 23 Juli 2020. Rencananya, pada akhir Agustus 2020, TC itu akan dilanjutkan di Kroasia.

Pemerintah Indonesia dan PSSI menargetkan Indonesia mengukir prestasi di Piala Dunia U-20 tahun 2021, tak hanya sekadar mencicipi fase grup. (bam/ant)



Apa Pendapatmu?