Alexa Metrics

Puslabfor Polri Ambil Sampel Abu Arang, Gedung Kejagung Belum Diasuransikan

Puslabfor Polri Ambil Sampel Abu Arang, Gedung Kejagung Belum Diasuransikan Kepala Puslabfor Mabes Polri Brigjen Pol Ahmad Haydar (kedua kiri) bersama jajarannya berjalan usai melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) kebakaran gedung utama Kejaksaan Agung di Jakarta. (Foto: ANTARA/Aditya Pradana Putra/pras)

indopos.co.id – Direktur Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan Isa Rachmatawarta menyebutkan Gedung Kejaksaan Agung RI yang terbakar pada Sabtu (22/8) belum diasuransikan. ”Gedung Kejaksaan Agung apakah diasuransikan atau tidak? Dalam catatan kami belum diasuransikan,” katanya dalam konferensi pers APBN KiTa di Jakarta, Selasa (25/8).

Isa menyatakan renovasi atau pembangunan kembali terhadap Gedung Kejaksaan Agung RI yang terbakar tersebut harus membutuhkan penganggaran baru dalam APBN karena untuk tahun ini tidak dianggarkan. ”APBN tahun ini pasti tidak ada karena belum pernah dianggarkan. Paling cepat 2021 kalau bisa dimasukkan dalam proses penyusunan RAPBN 2021,” ujarnya.

Ia menjelaskan saat ini sudah mulai dilakukan penelitian dan pengkajian terkait kekuatan dari struktur bangunan Kejaksaan Agung tersebut sebab telah berdiri sejak 1970. Isa menuturkan gedung yang dibangun pada 1970 itu awalnya memiliki nilai sebesar Rp7 juta namun setelah direvaluasi nilainya kini mencapai Rp155 miliar.

Ia melanjutkan jika dihitung dengan renovasi yang pernah dilakukan maka nilai gedung tersebut mencapai Rp161 miliar. ”Itu estimasi untuk memberi tambahan berapa kebutuhan anggaran. Sekarang sedang diteliti Kementerian PUPR dan Universitas Indonesia mengenai kekuatan struktur bangunan,” katanya.

Isa melanjutkan pihaknya sedang mendorong kementerian/lembaga (K/L) untuk dapat mengasuransikan aset negaranya untuk menghindari terulangnya kejadian yang menimpa Gedung Kejaksaan Agung. “Ini membangun budaya baru, menjaga ketertiban, pemeliharaan, dan pencegahan kebakaran. Pencegahan diutamakan daripada penanganan dampak musibah,” tegasnya.

Ia menyebutkan sejauh ini telah ada 10 K/L yang sedang dalam proses untuk mengasuransikan gedungnya, sedangkan seluruh gedung yang dikelola oleh Kementerian Keuangan dipastikan sudah diasuransikan. “Gedung Kemenkeu semua sudah diasuransikan. Kami baru akan menambah paling sedikit 10 K/L lain untuk bersama-sama mengasuransikan gedung bangunannya,” ujarnya.

Sementara Tim Puslabfor Mabes Polri mengambil sampel abu arang dari reruntuhan Gedung Kejaksaan Agung yang terbakar usai olah tempat kejadian perkara (TKP). Barang bukti ini akan diteliti oleh Puslabfor untuk mengungkap penyebab kebakaran.

“Tim mengambil sampel abu arang dari dalam gedung, kemudian membawanya ke Puslabfor untuk diteliti. Selain itu, tim juga sedang mendalami arah penjalaran api,” kata Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Raden Prabowo Argo Yuwono di Jakarta, Selasa (25/8).

Tim gabungan Polri menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP) kebakaran di Gedung Kejaksaan Agung. Polisi menelusuri setiap sudut gedung yang sudah hangus terbakar tersebut.

Menurut Argo, tim gabungan yang dikerahkan telah menyisir seluruh bangunan yang terbakar. Mereka memeriksa tiap lantai gedung Kejaksaan Agung yang sudah porak-poranda. ”Tim telah melakukan penyisiran setiap lantai, mulai dari lantai 1 hingga lantai 6 Gedung Kejagung,” kata Argo.

Sebelumnya, Kapuslabfor Polri Brigjen Pol. Ahmad Haydar mengatakan bahwa pihaknya melakukan pengecekan struktur gedung sebelum melakukan olah TKP. ”Pertama kami melakukan pengecekan konstruksi bangunan terlebih dahulu apakah layak atau tidak untuk dilakukan pemeriksaan,” kata Haydar.

Kedua, melakukan pengecekan lokasi di TKP kebakaran. Hal ini masih dalam pemeriksaan.

“Kami juga masih menunggu lay out lokasi TKP yang terbakar itu. Semuanya kami periksa,” tuturnya. (gin/ant)



Apa Pendapatmu?