Alexa Metrics

Pandemi COVID-19, Investasi di Sektor Properti Meningkat

Pandemi COVID-19, Investasi di Sektor Properti Meningkat Webinar bertajuk “Pandemi COVI-19 Saat Tepat Investasi Properti,” yang digelar Urban Forum, Rabu (26/8/2020).

indopos.co.id – Bangkitnya perekonomian nasional terus menyeruak di tengah Pandemi COVID-19. Salah satunya dari sektor properti yang terkena dampak cukup parah di saat awal Pandemi.

Optimisme akan bangkitnya pasar properti di masa Pandemi COVID-19 ini muncul dari keyakinan pelaku pasar properti. Masa Pandemi COVID-19 adalah saat yang tepat untuk berinvestasi properti.

Kenapa jadi saat yang tepat untuk membeli properti? Sebab, banyak pemilik properti ingin melepas asetnya untuk kebutuhan bisnis atau personal, selain itu, pelaku pasar properti saat ini tengah menahan diri.

Demikian yang mengemuka dalam webinar bertajuk “Pandemi COVID-19 Saat Tepat Investasi Properti,” yang digelar Urban Forum, Rabu (26/8/2020).

Webinar Urban Forum kali ini menghadirkan Manager Non-Subsidized Mortgage and Consumer Leanting Division Bank Bank Tabungan Negara (BTN) Romeo Daniel Makenru Van Enst, Sales Manager Crown Group Indonesia Rieza Arif, General Marketing & Sales Harvest City Piter Simponi dan Pengamat Properti dari Epic Property M. Gali Ade Novran sebagai nara sumber.

Salah satu optimisme menggeliatnya investasi properti adalah besarnya minat masyarakat terhadap produk properti yang ditawarkan secara virtual oleh BTN.

Manager Non-Subsidized Mortgage and Consumer Leanting Division Bank BTN Romeo Daniel Makenru Van Enst mengungkapkan, program dan promo-promo yang diluncurkan BTN di masa Pandemi mendapat respon positif dari masyarakat.

“Program dan promo BTN selama Pandemi sangat diminati, amat sangat efektif. Target kita bulan ini 875 miliar rupiah untuk KPR (kredit kepemilikan rumah). Saat ini, dengan sisa waktu yang ada sudah capai 70 persen. Tapi ada notice nya, harga yang diatas 1 miliar rupiah masih perlu effort,” ungkapnya.

Guna memfasilitasi konsumen dalam mencari hunian saat Pandemi, BTN meningkatkan layanan digital mereka di www.btnproperti.co.id, dan menggelar pameran properti virtual bertajuk Indonesia Property Expo 2020 dari 22 Agustus 2020 hingga akhir September mendatang.

“Sahabat keluarga Indonesia bisa mencari hunian lewat website kami. KPR from Home, Stay at Home, investasi lebih mudah dengan BTN. Di rumah bisa pilih unit, pilih properti,” ujar Romeo.

Romeo mengungkapkan, program KPR From Home merupakan terobosan yang dilakukan BTN di masa Pandemi ini. Program ini melibatkan 38 pengembang dengan ratusan proyek pilihan.

Senada dengan Romeo, General Manager Marketing & Sales Harvest City Piter Simponi mengungkapkan, Pandemi ini merupakan saat yang tepat untuk membeli properti.

Piter selaku pengembang Harves City, mengungkapkan otimismenya bahwa pasar properti akan kembali bangkit. Hanya saja untuk itu diperlukan kolaborasi di semua sektor, dari pemasaran, promosi dan hingga pembiayaan.

Menurut Piter, pelaku industri properti saat ini harus bisa berinovasi dan beradaptasi dengan kondisi yang ada. Harvest City sendiri telah melakukan berbagai upaya agar menjadi brand yang sangat aware dengan kondisi adaptasi kebiasaan baru.

“Dari sisi artsitektur kita sudah mengikuti saran dari WHO (World Health Organization) atau Badan Kesehatan Dunia yang harus memastikan sirkulasi udara yang baik, kualitasnya terjaga, lingkungan yang asri. Di luar itu juga, Harves City sudah disupport oleh provider internet untuk memastikan work from home atau school from home berjalan lancar,” katanya.

Sales Manager Crown Group Indonesia Rieza Arif mengungkapkan, saat Pandemi ini investasi di Australia akan sangat menguntungkan, ini karena Australia sendiri merupakan Negara yang ekonominya telah pulih. Menurutnya, hingga kini orang Indonesia masih merupakan pembeli properti terbanyak ke-5 sejak 2010.

“Saat ini ada kecenderungan kenaikan dari 2016. Dahulu tujuan utama investasi orang indonesia itu adalah di Singapura, baru kemudian Australia, tapi di Singapura pajak pembelian naik dan sudah tidak captive lagi untuk investor Indonesia,” katanya.

Pengamat Properti dari Epic Property M. Gali Ade Novran mengungkapkan, dampak COVID-19 hanya mengkoreksi pejualan pasar properti di Maret dan April. Setelah itu, recovery -nya sangat cepat. Ini menandari bahwa industri properti akan bisa bangkit kembali.

Novran mengungkapkan, membeli properti di masa Pandemi ini sangat menguntungkan karena COVID-19 adalah right time to buy, sangat tepat untuk membeli properti. “Sekarang pemilik property lama sebetulnya cenderung ingin melepas asetnya untuk kebutuhan bisnis dan personal. Selain itu, pelaku pasar saat ini hold,” ujarnya.(dai)



Apa Pendapatmu?