Alexa Metrics

Pastikan Harga Pangan Stabil dan Stok Aman

Pastikan Harga Pangan Stabil dan Stok Aman Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga (depan kedua kanan) turut hadir dan menyaksikan pemberian penghargaan terhadap Polri (Kepolisian Republik Indonesia). Khususnya Satuan Tugas (Satgas) Pangan dan para pelaku usaha yang turut berhasil menjaga ketersediaan dan kestabilan harga pangan selama Pandemi COVID-19.

indopos.co.id – Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Jerry Sambuaga turut hadir dan menyaksikan pemberian penghargaan terhadap Polri (Kepolisian Republik Indonesia). Khususnya Satuan Tugas (Satgas) Pangan dan para pelaku usaha yang turut berhasil menjaga ketersediaan dan kestabilan harga pangan selama Pandemi COVID-19.

Pada kesempatan itu, Menteri Perdagangan (Mendag) Agus Suparmanto memberikan penghargaan kepada Kapolri yang diwakili Kepala Badan Reserse Kriniminal Komisaris Jenderal Listyo Sigit Prabowo serta para pelaku usaha dan asosiasi terkait. Tampak hadir juga Ketua Satgas Pangan Daniel Tahi Monang Silitonga.

Dalam paparan itu terungkap, ketersediaan pangan selama pandemi relatif aman. Dilihat dari harga, selama pandemi harga relatif stabil dan bahkan terjadi deflasi yang diakibatkan menurunnya aktivitas ekonomi. Indeks harga konsumen tercatat mengalami deflasi 0,1 persen didorong oleh deflasi sektor makanan, minuman dan tembakau yang sebesar 0,73 persen.

Menanggapi hal tersebut, Wamendag Jerry Sambuaga memberikan dua pernyataan. Pertama adalah apresiasi kepada Polri khususnya Satgas Pangan, Petani, Pedagang, Pelaku Usaha, Asosiasi dan stakeholder terkait. Karena telah bekerja sama dengan pemerintah dalam hal ini Kemendag dalam menjaga ketersediaan dan stabilitas pangan.

“Semua pihak bekerja keras bersama Kemendag agar harga pangan stabil dan stoknya aman. Secara khusus saya turut mengapresiasi Kapolri, juga tentu saja Ketua Satgas Pangan dan Dirut (direktur utama) Bulog (badan urusan logistik). Yang tidak dilupakan tentu para petani, peternak, pedagang, pelaku usaha, asosiasi dan semua stakeholder terkait. Tanpa kehadiran mereka tentu kita akan sulit memenuhi target ketersediaan dan kestabilan harga pangan,” ujarnya dalam keterangan persnya, Rabu (26/8/2020).

Jerry menekankan, komoditas pangan selalu menempati peran yang paling signifikan dalam setiap kejadian khusus seperti pandemi ini. Menurutnya, dalam pandemi, orang hanya lebih terfokus untuk melakukan penyelamatan diri atau mitigasi.

Pangan adalah bagian krusial dalam mitigasi karena bukan hanya menyangkut keselamatan individu tetapi juga kestabilan sosial, ekonomi dan politik. Pemerintah Indonesia menurut Jerry sangat paham dan tanggap terhadap itu sehingga bisa mengambil langkah antisipatif yang cepat.

“Kementerian Perdagangan menjadi salah satu Lembaga terdepan dalam hal tersebut. Kami berusaha melakukan upaya baik di lingkup domestik maupun perdagangan internasional agar kita bisa memenuhi permintaaan bahan pangan masyarakat dengan harga yang stabil,” tambah Jerry.

Wamendag menegaskan, Pemerintah tanggap dan bergerak cepat terhadap keadaan itu. Dia mengatakan bahwa berbagai skema penyelamatan dan pemulihan ekonomi telah diluncurkan oleh pemerintah.

Sektor yang disasar juga komprehensif mulai dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN), kemudahan fiskal bagi perusahaan-perusahaan swasta, pengamanan moneter dan bantuan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

“Serta bantuan para pekerja terdampak bahkan hingga bantuan kepada para pencari kerja dan rumah tangga. Kementerian Perdagangan menjadi bagian tidak terpisahkan dalam upaya tersebut,” ujarnya.

Kemendag, menurut Jerry, berupaya mendukung pemulihan ekonomi dengan mengoptimalkan fungsi pasar sebagai garda terdepan perekonomian.

“Kemendag ingin semua dimudahkan dan terfasilitasi dalam perdagangan, baik itu masyarakat maupun pelaku usaha, pokoknya semuanya. Dengan itu, ekonomi kembali bergairah sehingga kita tidak hanya mencapai keamanan pangan dalam sisi pasokan tetapi juga keamanan pangan dari sisi bagaimana kemampuan ekonomi masyarakat,” pungkasnya.(dai)



Apa Pendapatmu?