Alexa Metrics

Pastikan Kualitas Produk Pangan, Riset dan Inovasi Jadi Atensi

Pastikan Kualitas Produk Pangan, Riset dan Inovasi Jadi Atensi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mengunjungi salah satu pabrik Danone Specialized Nutrition (SN) Indonesia, yakni Pabrik PT Sarihusada Generasi Mahardhika (Sarihusada) di Yogyakarta, Rabu (26/8/2020).

indopos.co.id – Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mengunjungi salah satu pabrik Danone Specialized Nutrition (SN) Indonesia, yakni Pabrik PT Sarihusada Generasi Mahardhika (Sarihusada) di Yogyakarta, Rabu (26/8/2020)

Hal ini dilakukan sebagai bentuk tindak lanjut dari pertemuan antara CEO Danone SN Indonesia, Connie Ang dan Kepala LIPI bersama Menteri Riset dan Teknologi beberapa waktu lalu.

“Dalam memastikan kualitas produk pangan, riset dan inovasi menjadi atensi, karena menjadi tahap yang sangat guna menyediakan produk bernutrisi yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi gizi anak-anak di Indonesia,” ujar Delta Deritawan, Manufacturing Director Danone SN Indonesia kepada INDOPOS melalui keterangan tertulisnya, di Jakarta, Rabu (26/8/2020).

Komitmen ini dibuktikan dengan hadirnya fasilitas riset bertaraf dunia Danone Nutricia Sarihusada R&I Center di Pabrik Danone SN Indonesia di Yogyakarta selain Pusat Riset Danone SN lainnya di Belanda dan Singapura.

“Kunjungan LIPI hari ini merupakan apresiasi bagi kami dalam membantu mendukung gizi anak bangsa di masa depan,” kata Delta.

Dikatakannya, kunjungan tim LIPI ini merupakan bagian dari tindak lanjut rencana kerja sama riset dan inovasi antara Danone SN Indonesia dan LIPI.

Sementara, Kepala Balai Penelitian Teknologi Bahan Alam (BPTBA) LIPI, Satriyo Krido Wahono, Ph.D mengaku senang dapat lebih dekat dengan Danone SN Indonesia untuk memperluas potensi kolaborasi di bidang riset dan inovasi.

“Ini merupakan salah satu perwujudan visi kami, di pusat maupun di tingkat daerah, untuk membentuk food science center. Selain mengeksplorasi potensi kolaborasi, kami juga berharap dapat melakukan benchmarking dengan sektor industri untuk penyelarasan jenis fasilitas riset dan inovasi,” bebernya.

Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta dalam penelitian dan pengembangan pangan berkualitas dapat membantu pemenuhan nutrisi masyarakat luas. Dengan mengetahui kondisi spesifik anak-anak Indonesia, teknologi dapat digunakan untuk menyesuaikan kualitas nutrisi agar pangan dapat menjawab tantangan nutrisi yang ada.

Apabila pangan seperti ini dapat berkembang secara luas, bukan tidak mungkin masalah malnutrisi di Indonesia dapat membaik. Kolaborasi melalui Aitamie dan Probarz merupakan awal yang baik, penelitian dan ilmu pengetahuan dapat memberikan manfaat yang baik bagi masyarakat.

“Alangkah baiknya apabila kita bisa membentuk lebih banyak jenis produk bernutrisi agar kita dapat bersama-sama membantu masalah nutrisi yang dihadapi anak-anak Indonesia, untuk kehidupan bumi dan manusia yang lebih baik,” sebut Vice President General Secretary Danone Indonesia Vera Galuh Sugijanto.(rmn)



Apa Pendapatmu?