Alexa Metrics

Perbankan Ini Gelar Webinar bagi 12 Desa Binaan di Sumatera, Jawa dan Bali

Perbankan Ini Gelar Webinar bagi 12 Desa Binaan di Sumatera, Jawa dan Bali Executive Vice President CSR BCA Inge Setiawati membuka acara webinar yang digelar oleh Bakti BCA dan Desa Wisata Institute di Jakarta, Kamis (13/8/2020).

indopos.co.id – PT Bank Central Asia (BCA) Tbk menggelar webinar bagi 12 desa binaan yang tersebar di Sumatera, Jawa dan Bali. Ini dilakukan dalam rangka menyongsong era adaptasi kebiasaan baru (AKB) di tengah Pandemi COVID-19 saat ini.

Tantangan yang hadir seiring dengan era AKB mendorong BCA dan Desa Wisata Institute memberikan pembekalan bagi pengurus Desa Wisata Binaan Bakti BCA. Kegiatan ini menghadirkan Konsultan Pariwisata Hannif Andy Al Anshori sebagai pembicara.

Hadir pula pada pembukaan kegiatan yang bertema Promosi Digital Desa Wisata itu, Executive Vice President CSR BCA Inge Setiawati, dengan didampingi Vice Presiden CSR BCA Ira Bachtar.

“Pandemi Covid-19 yang merebak di Indonesia sejak awal Maret 2020 turut mempengaruhi sektor pariwisata di Indonesia. Kendati demikian, BCA berkomitmen mendampingi 12 desa wisata binaan ini agar mampu beradaptasi dan tetap eksis di tengah kondisi yang dinamis saat ini,” ujar Inge, dalam pembukaan webinar didampingi oleh Vice Presiden CSR BCA Ira Bachtar, Kamis (13/8/2020).

Melalui webinar ini, BCA dan Desa Wisata Institute memberikan pelatihan dan pengetahuan kepada perwakilan pengurus masing-masing desa wisata mengenai pemanfaatan digital sebagai sarana promosi.

Selain keindahan alam, fasilitas dan pelayanan, serta keunikannya, daya tarik wisata juga ditentukan oleh kekuatan promosi. Pemanfaatan digital sebagai strategi promosi disertai dengan pengelolaan yang baik akan membuat sebuah desa wisata semakin diminati wisatawan, terlebih di era AKB saat ini.

“BCA senantiasa memberikan pelatihan kepada para pengurus desa wisata binaan, bahkan sebelum adanya Pandemi COVID-19,” katanya.

Pastinya, pembekalan melalui webinar ini diharapkan dapat membantu para pengurus desa wisata dapat lebih sigap dan cermat dalam melihat peluang promosi secara digital. (mdo)



Apa Pendapatmu?