Alexa Metrics

Biar Pemain Tidak Bosan, Pelatih Ganda Putra Indonesia Putar Otak

Biar Pemain Tidak Bosan, Pelatih Ganda Putra Indonesia Putar Otak

indopos.co.id – Pelatih ganda putra Indonesia, Herry Iman Pierngadi, mengungkapkan belum pernah mengalami vakum turnamen selama ini. Herry IP menyebut harus memutar otak agar menghindari kebosanan. Dunia bulu tangkis tidak pernah melihat turnamen sejak All England 2020 silam. Semua kompetisi terpakda ditunda akibat pandemi virus corona.

Situasi tersebut tentunya tidak ideal bagi atlet maupun pemain. Pasalnya, sulit menjaga kondisi ketika tidak ada kompetisi resmi seperti saat ini.

Itu pula yang dirasakan oleh Herry IP. Dirinya mengaku belum pernah mengalami vakum kompetisi sampai enam bulan seperti saat ini di dunia bulu tangkis. “Ini belum pernah ada, ini sejarah. Kesulitannya salah satunya adalah mengatasi kejenuhan anak-anak. Latihan lebih banyak pertandingan, fisik dikurangi,” kata Herry IP. “Idealnya sih pindah ke daerah lain, tetapi tidak bisa karena suasananya seperti ini. Sekarang program latihan variatif, kadang mereka main di ganda campuran.”

“Senin sampai jumat mereka latihan, Sabtu libur. Senin sampai Jumat juga hanya pagi dan sore saja, sore bebas. Terkadang mereka bermain sepak bola,” lanjutnya.

Sementara itu,  Federasi Bulutangkis Myanmar (MBF) membuat gebrakan besar dalam empat tahun terakhir. MBF mencoba merebut prestasi di olahraga tepok bulu di Myanmar dengan merekrut pelatih dari Indonesia. Saat ini, bulutangkis masih kalah pamor ketimbang sepak bola dan voli di Myanmar. Hal itu menjadi pekerjaan rumah yang ingin dituntaskan MBF.

Demi memopulerkan bulu tangkis di Myanmar, MBF ingin membuktikan diri lewat prestasi. Beberapa atlet disiapkan di bawah asuhan pelatih dari Indonesia. “Pada 2016, federasi kami berlatih dengan pelatih kepala pelatnas dan tahun berikutnya kami merekrut pelatih asing dari Indonesia,” kata Sekretaris Jenderal MBF, Nyaw Lin, dikutip dari Badminton Asia. “Sekitar 20-25 pemain dilatih oleh pelatih nasional dan (pelatih) Indonesia untuk membantu di turnamen internasional,” imbuh dia.

Gebrakan lain yang dilakukan Myanmar adalah dengan menjadi tuan rumah Badminton Asia U17 & U15 Championship pada 2017 dan 2018. Dengan adanya kompetisi, MBF ingin jam terbang para atletnya semakin terasah.

Dengan langkah yang baru dimulai, MBF tak berani mematok target apapun. Bahkan, kesempatan tampil di Olimpiade masih terasa jauh bagi Myanmar. “Sulit, karena begitu banyak negara besar yang harus kami lawan, tapi kami akan berusaha,” kata Pelatih kepala MBF, Maung Maung.(bam)



Apa Pendapatmu?