Alexa Metrics

Izin Usaha Karaoke Venesia BSD Dicabut

Izin Usaha Karaoke Venesia BSD Dicabut

indopos.co.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) akhirnya bertindak tegas terhadap pengelola Karoke Eksekutive Venesia BSD. Yakni, mencabut izin operasional tempat hiburan yang menyediakan prostitusi terselubung di kawasan BSD City, Kecamatan Serpong, tersebut.

Sanksi tersebut diberikan setelah banyaknya sorotan dari berbagai pihak terhadap kinerja instansi pemerintah daerah tersebut. Kabid Perizinan Sosial Budaya, Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Tangsel  Sapto Pratolo mengatakan, pencabutan izin terhadap pengelolaan tempat hiburan itu telah dilakukan Senin (24/8).

Pemberian sanksi tegas itu dilakukan setelah pihaknya memanggil pengelola tempat tersebut. Dan juga mendapati bukti kesalahan atas aturan yang dibuat oleh Pemkot Tangsel. ”Sanksi pencabutan izin usaha tempat itu sudah kami berikan. Kami sudah datangi mereka dan memberikan surat pencabutan izin itu,” katanya, Selasa (25/8).

Dijelaskan Sapto, Venesia BSD tersebut memiliki tiga izin operasional. Yaitu karaoke, hotel, dan massage/spa. Dari total izin itu, dua izin yakni operasional massage/spa dan karaoke yang dicabut. ”Untuk izin pengelolaan hotel tidak dicabut karena mengikuti aturan,” terangnya juga.

Sanksi pencabutan izin itu karena dua usaha hiburna itu melanggar PSBB. Apalagi disana pengelola itu melibatkan wanita untuk diperkerjakan sebagai PSK dengan tarif yang cukup tinggi kepada pelanggannya.

Dengan pencabutan izin tersebut, lanjut Sapto, usaha karaoke dan spa di Venesia BSD resmi ditutup dan tidak dapat lagi beroperasi selamanya. Saat ini DPMPTSP bersama Satpol PP Tangsel tengah berkoordinasi dengan pemilik Venesia untuk segera menutup dua bidang usaha tersebut.

Sementara, Kepala Satpol PP Tangsel Mursinah menegaskan, rekomendasi pencabutan dua izin usaha Karoke Executive Venesia BSD karena melanggar aturan operasional yang ditetapkan saat PSBB dan juga menyediakan PSK saat digerebek Bereskrim Mabes Polri.

”Kemungkinan hampir sebulan mereka beroperasi. Jadi dari sini kami ajukan rekom untuk menutup usaha itu. Ya kekhawatiran kami ini akan diikuti sama tempat hiburan lain di sini,” ungkapnya. (cok)



Apa Pendapatmu?