1.400 Hektare Lahan Gambut di PPU Kaltim Rawan Terbakar

Semua Pihak Perlu Mengantisipasi

indopos.co.id – BPBD Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) Kalimantan Timur mengingatkan, sekitar 1.400 hektare lahan gambut di daerah itu, rawan terbakar karena bagian bawahnya kering sehingga semua pihak perlu mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

“Bulan ini terkadang masih hujan, tapi September mendatang diprediksi memasuki musim kemarau sehingga kewaspadaan terhadap potensi karhutla kami tingkatkan,” ujar Kabid Logistik dan Peralatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten PPU Nurlaila di Penajam, Selasa (25/8).

Kewaspadaan terhadap karhutla ditingkatkan terutama pada lahan gambut karena di lokasi lahan gambut akan cepat menyebar jika ada api, mengingat bagian bawah lahan gambut banyak biomassa kering.

Sedangkan jumlah lahan gambut di PPU yang sekitar 1.400 hektare (ha) tersebut umumnya di kawasan pesisir, terutama di Kecamatan Penajam yang tersebar pada sejumlah desa dan kelurahan.

Baca Juga :

Rinciannya adalah di Kelurahan Petung ada sekitar 700 ha lahan gambut, Kelurahan Nenang sekitar 400 ha, Desa Giri Purwa sekitar 200 ha, dan sisanya tersebar di kawasan lain seperti di Kelurahan Saloloang Kecamatan Penajam, dan di Kecamatan Waru serta Kecamatan Babulu.

Ia mengatakan bahwa sebelumnya memang pernah terjadi kebakaran di lahan gambut, namun karena kesigapan tim dan bantuan dari pihak lain, maka kebakaran lahan dapat diatasi, seperti beberapa hari yang terjadi kebakaran di lahan gambut di Saloloang yang segera dapat dipadamkan.

Baca Juga :

Dalam upaya memadamkan api, lanjut Nurlaila, pihaknya melibatkan banyak pihak antara lain TNI, Polri, Satpol-PP, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP), kelurahan/desa, relawan, bahkan masyarakat setempat pun turut membantu.

Sedangkan untuk kesiapsiagaan, lanjutnya, unsur gabungan telah dibekali dengan unit pemadam. Apalagi dengan adanya Satgas Karhutla Dinas Pertanian, tentu pihaknya sangat terbantu. Sedangkan jika ada api lebih besar, pihaknya akan melibatkan Manggala Agni Daerah Operasi Paser yang di bawah naungan Kementerian LHK.

“Sebagai upaya pencegahan, kami melakukan pendekatan dan sosialisasi kepada masyarakat untuk bersama-sama menjaga agar jangan sampai terjadi kebakaran, terutama pada lahan gambut yang memang cepat mudah meluas jika ada percikan api,” katanya. (gin/ant)

Komentar

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.