Alexa Metrics

Adi Putra, Sutradara Muda yang Berkibar di Negara Orang (1)

Adi Putra, Sutradara Muda yang Berkibar di Negara Orang (1) Sutradara Adi Putra membuktikan diri mampu berkarir di Jepang. Bahkan di tengah pandemi, dirinya mampu mengukir prestasi.

indopos.co.id – Nasib seseorang tak pernah ada yang bisa menentukan. Semuanya telah digariskan. Perjuangan Adi putra di negara orang pun tak pernah dibayangkan. Namun, dia mampu menembus batas kesuksesan. Seperti apa?

Setahun silam, tepatnya 19 Agustus 2019, nama Adi Putra masuk dalam daftar 74 Tokoh Ikon Apresiasi Pancasila 2019. Saat itu, Adi Putra mendapatkan penghargaan dari Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) dalam rangka menyambut hari kemerdekaan ke-74 Republik Indonesia yang penghargaannya diberikan di De Tjolomadoe, Solo, Jawa Tengah pada 19 Agustus 2019.

Penghargaan itu tentunya tak lepas dari kiprah Adi Putra dalam berkarya. Sebagai seorang sutradara muda dan seniman fotografi, Adi Putra melahirkan banyak karya yang mendapat apresiasi positif di kancah internasional, walaupun terkadang jarang terekspos media di Indonesia.

Adi Putra pernah melenggang di karpet merah Cannes Film Festival 2012 lewat filmnya berjudul ‘Adam’ yang diputar di Short Film Corner. Termasuk pernah berkolaborasi dengan musisi Moby di video klip ‘A Case For Shame’ serta menggelar pameran foto di Amerika Serikat hingga Jepang.

Pria lulusan University of Southern California dengan jurusan Cinematic arts-Film Production itu pun pernah dipercaya menggarap video klip untuk lagu berjudul “Perfect” dari sebuah band yang sedang naik daun di Jepang, Luby Sparks pada mini album (I’m) Lost in Sadness.

Hasil karyanya tersebut dipajang di beberapa videtron di Jepang. Salah satunya di persimpangan tersibuk di dunia, yakni Shibuya Cross, Tokyo, Jepang.

Tak berhenti di situ, Adi Putra pun memamerkan karya-karyanya yang fotografinya di ‘Unknown Asia Art Exchange 2018 Osaka Jepang’ di Harbis Hall Osaka, Jepang, 15-16 September 2018.

Pada pameran tersebut, Adi Putra mendapatkan empat penghargaan seperti Judges Prize, 2 Reviewer Prize, dan Sponsor Prize.

Dia kembali diundang untuk memamerkan karyanya di Unknown Asia Extra Asian Art Exchange 2018 Daibiru & Festival City pada 19 November 2018 sebagai seniman utama (Main Artist). “Yang pasti saya tidak mengira dan tak pernah menyangka apa yang saya perbuat ini diapresiasi oleh negara,” ungkap Adi Putra kepada INDOPOS.

Perjalanan karir Adi Putra memang tak semulus apa yang direncanakanya. Semua dilakukan penuh dengan tantangan. Jerih payah hingga meraih sukses itu dilakukan seorang diri tanpa ada campur tangan orang lain.

”Selama ini saya bekerja sendiri, tidak menggembar-gemborkan, karena apa yang saya lakukan itu saya lakukan dengan tulus dan fokus. Jadi saat saya mendapat ini, ‘Wow, keren’. Rasanya bangga. Orangtua saya juga bangga,” kata dia.

Setahun telah berlalu. Kini, Adi Putra memutuskan menjaga eksistensi berkarya dengan tinggal di Jepang.“Iya basis saya sekarang sudah resmi pindah ke Tokyo, Jepang,” kata dia.

Adi Putra memutuskan meniti karir di Negara orang beberap bulan lalu. Berbekal kemampuan yang dimiliknya dirinya berusaha untuk menembus batas kemampuan orang lain. Tanpa sanak saudara, dirinya berjuang seorang diri diri di negara orang.

”Saya pindah bulan Maret kemarin. Dua bulan pertama, saya sibuk untuk cari tempat tinggal dan mengurus banyak hal. Ini (saat ini-red) saya lagi pulang (ada di Jakarta-red) karena ada urusan keluarga, tapi masih terjebak dan belum bisa kembali karena penutupan airport,” ungkap Adi.

Di Jepang, Adi tak hanya “memajang” karya-karyanya di ruang pamer, dia pun berkolaborasi dan menjadikan sejumlah karyanya pun menjadi bagian dari desain baju dari brand asal Tokyo, Jepang.

“Terakhir saya berkolaborasi dengan brand asal Tokyo , “Labrat” , owner brand-nya kebetulan suka dengan karya-karya saya dan menawarkan saya untuk kerjasama untuk design baju mereka keluaran spring summer 2020. Dia pertama DM saya di Instagram, lalu saya sempat meeting dan ngobrol ketika saya ke Jepang tahun lalu,” ungkap Adi Putra yang sebagian karya-karyanya dipajang di akun @adipvtra ini. (ash/bersambung)



Apa Pendapatmu?