Alexa Metrics

Di Tengah Hantaman Pandemi COVID-19, Tira Austenite Pegang Kunci dan Strategi

Di Tengah Hantaman Pandemi COVID-19, Tira Austenite Pegang Kunci dan Strategi mdo

indopos.co.id – Di tengah hantaman badai pandemi penyebaran virus corona atau Covid – 19, PT. Tira Austenite Tbk, (Pulogadung Industrial Estate) Jakarta Timur, tetap bertahan. Namun demikian, kunci dan strategi kedepannya telah dipegang sebagai modal tuk terus memajukan salah satu perusahaan besar di Indonesia tersebut.

Selo Winardi, Direktur PT. Tira Austenite Tbk, (Pulogadung Industrial Estate) menjelaskan, meski di masa pandemi Covid – 19 ini operasional kita hingga bulan Juni 2020 masih lebih baik dari tahun – tahun sebelumnya. Kita tetap bertahan. “Kuncinya adalah melakukan hubungan kemitraan yang baik melalui vendor dan mitra lainnya,” ungkapnya dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan dan Luar Biasa, di ruang Seminar PT Tira Austenite Tbk Lantai Dasar, Jl. Pulo Ayang, kav. R-1, Kawasan Industri Pulogadung, Jakarta Timur, Rabu (26/8/2020).

Dipaparkannya, melihat kinerja Perseroan di 2017 – 2019 setiap tahunnya mengalami kenaikan. Untuk Penjualan Neto di 2017 mencapai 243.364, di 2018, 287.106, dan di 2019 mencapai 281.109. Di 2017, Laba Bruto 82.970, di 2018, 97.581 dan di 2019, mencapai 98.937. Total laba komprehensif 2017, 6.028, 2018, 2.460 dan 2019, 7.500. “Kinerja Tira per 30 Juni 2020, Laba Bruto mencapai 46.685, Laba Usaha 4.719,” bebernya.

Strateginya Perseroan di masa pandemi Covid – 19, lanjutnya, tetap mengutamakan kesehatan dan keselamatan karyawan serta keluarganya melalui kampanye penerapan protokol kesehatan secara terus menerus. Mengubah dalam arti menyesuaikan seluruh rangkaian proses bisnis untuk disesuaikan dengan kondisi new normal.

Kemudian dia tambahkan, tetap berusaha mempertahankan profit level sebagaimana pencapaian tahun lalu agar Perseroan mampu sustain. Baik melalui produk inovasi dan cost restructuring. Serta tetap menjaga dan meningkatkan hubungan kemitraan yang baik dengan para mitra terutama customer dan vendor.

“Fokus kita (di masa Covid – 19) kesehatan karyawan dan keluarganya terjaga melalui kampanye protokol kesehatan, penghentian perjalanan dinas, walaupun pandemi kita punya keyakinan dan tidak terdampak seperti yang dibayangkan,” tandasnya.

Total karyawan yang ada di PT. Tira Austenite saat ini terdapat 472 karyawan yang tersebar di seluruh Indonesia. Ketika ditanyakan lebih lanjut di masa pandemi ini, apakah perusahaan melakukan PHK atau merumahkan pegawai?. Selo Winardi menegaskan bahwa sejauh ini kita masih memberikan gaji kepada para karyawan. “Tidak ada PHK dari perusahaan meski pandemi saat ini,” katanya.

Dalam Pemaparan Kinerja Perseroan pada tahun buku 2019 dan semester pertama tahun 2020 Direksi PT Tira Austenite Tbk. Dijelaskannya, strategi lainnya yang Persero lakukan dengan preview, meski secara penjualan kita menurun karena kondisi Covid dan penundaan investasi yang tidak memberikan profit itu kita tunda. Langkah selanjutnya, pihaknya juga sedang membicarakan kepada Bank untuk melakukan pinjaman.

Rencana pengembangan bisnis PT Tira Divisi Steel kedepan adalah dengan mendirikan serta mengembangkan tiga pilar industri seperti trading material, finished product yaitu part atau barang jadi yang mengkombinasikan material dengan machining dan proses fabrikasi, berevolusi menjadi TEPS (Tira Engineering Parts & Services), Project yang akan menjawab kebutuhan customer atas material non standard.

“Diharapkan ketiga pilar ini akan menjadi pilar utama bisnis dalam perusahaan, jadi bisnis berkesinambungan dan memberikan kontribusi yang baik terhadap semua pemangku kepentingan,” akunya.

Sekedar diketahui PT Alpha Austenite sebagai anak usaha PT Tira Austenite Tbk, telah melakukan proses join dengan PT SE tuk membuat Exotic Alloy Manufacturing Company di Cileungsi, Bogor dengan nama PT TSI.

“Kita akan menghidupkan bisnis TSI tadi. Dan proposal akan kita ajukan kepada penyandang dana,” katanya.

Terkait produk Metal Implant for Bone ke pasar kedokteran/kesehatan. PT GLS telah menjalin kerjasama dengan principal dari Jerman (Syntellix AG). Setelah peroleh izin Kementerian Perdagangan dan Kementerian Kesehatan.

Dengan teknologi dari Jerman (Syntellix AG) yang ada dengan membawanya ke Indonesia. Sejauh ini, apakah pangsa pasarnya bagus?, menurutnya, pangsa pasar yang terbuka sangat banyak. Namun demikian, sejauh ini sudah ada 5 RS yang agresif menggunakan Syntellix AG seperti RS Premier Bintaro, RS Mayapada Tangerang, Siloam Kebon Jeruk, RS Adhiyaksa dan RS Ciputra Kalideres. “Jadi bagaimana kita melakukan edukasi kepada dokter namun karena Covid – 19 jadinya tertunda,” harap Selo pandemi segera berlalu.

Ditambahkannya, kita juga memiliki research di Singapura. Kita menggunakan bahan titanium yang mana akan menyatu dengan tulang. “Dari pada operasi kan bisa dua kali,” ungkapnya.

Kemudian PT HWTI di Maret 2019 telah memproduksi 3 unit Car Carrier sebagai mock-up. “Pada Mei 2020, PT HWTI ekspor perdana mengirim prototype Floor T Model 2 unit ke Jepang, Juli 2020 mengirim 3 unit,” ulasnya.

Rencana pengembangan bisnis oleh PT Tira Austenite Tbk pun terus dilakukan. Sebut saja, di tahun 2020 ini digeber untuk bertahan, di Tahun 2022 kita akan membuat perubahan. “Kita akan jual dengan harga kompetitif, perbandingannya pada out put dan input. Pertanyaannya, apa iya akan ada yang beli. Jawabnya, bisnis ini kan sudah berjalan sejak 5 tahun lalu hingga kini,” tutupnya mengakhiri kegiatan. (mdo)



Apa Pendapatmu?