Alexa Metrics

Adi Putra, Sutradara Muda yang Berkibar di Negara Orang (2-habis)

Adi Putra, Sutradara Muda yang Berkibar di Negara Orang (2-habis) Sutradara Adi Putra membuktikan diri mampu berkarir di Jepang. Bahkan di tengah pandemi, dirinya mampu mengukir prestasi.

indopos.co.id – Besar di Indonesia tak membuat Adi Putra Lupa tanah kelahiran. Meski kini namanya bersinar di negari orang. Adi Putra tetap setia memberikan inspirasi kepada generasi muda untuk berkarya.

Sukses dinegara orang menjadi satu kebangaan tersendiri bagi seseorang. Apalagi kesuksesan tersebut di dunia seni. Tentunya, setiap orang pasti menikmati karyanya. Salah satu putra bangsa yang bersinar di negari orang adalah Adi putra. Sutradara muda ini bersinar di Jepang.

Adi Putra “mengisi waktu” dengan memamerkan sekaligus menjual karya-karyanya di Museum Macan, museum seni modern dan kontemporer Indonesia dan internasional di Kebon Jeruk, Jakarta.

“Kemarin (beberapa waktu lalu-red) iseng aja ikut acara arisan karya dari Museum Macan. Ya, menurut saya, bisa untuk publikasi yang bagus sekaligus menambah penghasilan. Terima kasih untuk Museum Macan,” tutur Adi.

Selain di Museum Macan, karya Adi rupanya sudah terpajang pula di sebuah salon mewah orang Jepang di kawasan Wolter Monginsidi, Jakarta Selatan.

“Iya, pemilik salonnya yang orang Jepang kebetulan kenalan saya dan dia suka dengan karya saya. Dia baru mendirikan salon itu dan dia ingin mengajak seniman lokal untuk membantu meramaikan dekorasi tempat barunya,” kata dia.

Pemeran menjadi ajang luar biasa bagi Adi untuk memberikan semangat kepada generasi muda untuk terus berkarya.  Apalagi, karya yang disuguhkan adi merupakan karya-karya yang mendapat tempat di negara orang.

”Jadi, kita sempat bertemu beberapa kali untuk memilih karya dan akhirnya dipajang minggu lalu (menjelang minggu kedua Agustus 2020-red). Jadi, yang mau lihat karya saya, bisa datang langsung ke Atelier by Ryoji di Wolter Monginsidi,” jelas Adi Putra.

Adi Putra tentunya senang dan bangga saat karya-karya yang dihasilkannya baik di Jepang maupun di Indonesia yang senantiasa mendapat apresiasi positif.

“Saya tidak bisa bilang orang Jepang lebih mengapresiasi karya saya dibanding orang Indonesia, karena buktinya saya di sini juga mendapat apresiasi yang positif. Cuma mungkin bedanya di Jepang sarana seniman (khususnya fotografer) untuk memasarkan diri lebih luas, jadi lebih mudah untuk dipandang.

Ketika saya pribadi berkarya, saya selalu bertujuan untuk membuat hasil yang saya suka, tanpa memikirkan market. Kecuali jika saya shooting untuk kebutuhan komersil atau untuk kolaborasi dengan brand lain,” papar Adi.

Masa pandemi COVID-19 yang saat ini melanda dunia telah memberikan dampak berupa kendala tak terduga sekaligus tantangan bagi semua pekerja atau kreator seni, tak terkecuali bagi Adi Putra.

“Banyak (kendala) sih, misalnya job saya sekarang jadi banyak yang cancel gara-gara covid. Jadi, otomatis dari situ saya jadi sempat ada kendala secara finansial, tapi menurut saya, kendala utamanya adalah mempertahankan semangat dan kreatifitas,” tutur dia.

Untuk itu, Adi Putra tetap berupaya berkarya dalam waktu yang kini terasa semakin luang. “Saya kemarin sempat online shooting juga melalui zoom dan facetime. Menarik sih saya jadi belajar sesuatu yang baru dan sekarang saya juga mendirikan studio kecil di rumah untuk berkarya dan latihan  saya juga menggunakan waktu ini untuk belajar Bahasa Jepang dan untuk mempersiapkan projek-projek saya yang berikutnya,” jelas Adi yang mengakui kondisi saat ini juga dia gunakan untuk lebih berinspirasi dalam hal belajar dan menggali ide.

“Karena saya lebih banyak waktu luang dibanding biasanya,” tutup dia. (*)



Apa Pendapatmu?