Alexa Metrics

Asyik, Bioskop Dibuka Lagi

Asyik, Bioskop Dibuka Lagi

indopos.co.id – Gabungan Pengelola Bioskop Seluruh Indonesia (GPBSI) mewakili para pengusaha bioskop yang terdiri dari Cinema XXI, CGV, Cinepolis, Dakota Cinema, Platinum, Flix Cinema, Kota Cinema, Lotte Cinema, New Star Cineplex serta bioskop Independen yang tersebar di beberapa daerah bernapas lega.

GPBSI merespon positif kepada pemerintah yang telah mendengarkan aspirasi kami para pelaku usaha bioskop. ”Kami menyambut baik, rencana relaksasi kegiatan usaha bioskop yang diumumkan oleh BNPB dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pada Rabu, 26 Agustus 2020,” ujar ketua Dewan Pengurus Pusat Gabungan Pengelola Bioskop Seluruh Indonesia Djonny Syafruddin.

Saat ini, GPBSI bersiap untuk menerima surat keputusan serta sejumlah arahan regulasi yang nantinya akan ditetapkan oleh Pemerintah Pusat dan Daerah terkait penyelenggaraan kembali kegiatan operasional bioskop.

”Gabungan Pengelola Bioskop Seluruh Indonesia mewakili para pengusaha bioskop yang terdiri dari Cinema XXI, CGV, Cinepolis, Dakota Cinema, Platinum, Flix Cinema, Kota Cinema, Lotte Cinema, New Star Cineplex serta bioskop Independen yang tersebar di beberapa daerah, akan mematuhi dan menerapkan seluruh arahan yang akan ditetapkan oleh Pemerintah baik Pusat maupun Daerah,” kata dia.

Pihaknya berkomitmen memberlakukan sejumlah protokol kesehatan yang ketat saat bioskop diperkenankan kembali melakukan kegiatan operasional. Adapun protokol tersebut diantaranya adalah baik petugas bioskop dan pengunjung wajib menggunakan masker, pengukuran suhu tubuh, penerapan physical distancing baik di seluruh lingkungan bioskop, mengimbau transaksi non-tunai atau memanfaatkan pemesanan tiket secara online, serta menjaga kebersihan tangan.

”Peran bioskop terhadap masyarakat sangat bersar manfaatnya, antara lain dapat meningkatkan imunitas dan kebahagiaan masyarakat melalui hiburan yang positif, menjadikan masyarakat sehat jasmani dan rohani. Kami juga mengharapkan kerjasama yang baik dari masyarakat penonton untuk bersama-sama mematuhi peraturan yang telah ditetapkan oleh pemerintah demi keselamatan kita bersama,” kat dia.

”Marilah kita bersama-sama berdoa semoga semua persiapan dapat berjalan dengan baik dan bioskop dapat melakukan kegiatan operasional kembali, serta dapat memberikan kontribusi positif bagi perekonomian bangsa tanpa melupakan protokol kesehatan,” sambung dia.

Di sisi lain, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan  segera membuka operasional bioskop usai berdiskusi dengan Tim Pakar Satgas Penanganan COVID-19 dan kementerian terkait. “Jadi kesimpulan dari pertemuan tadi adalah dalam waktu dekat ini kegiatan bioskop di Jakarta akan kembali dibuka dan protokol kesehatan akan ditegakkan,” kata Anies saat menyampaikan keterangan di Gedung Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BPNB), Jakarta, Rabu (26/8/2020).

Anies mengatakan, terdapat beberapa hal yang digarisbawahi untuk mempersiapkan pembukaan operasional bioskop, yakni menyiapkan regulasi secara lengkap dan regulasi itu nanti memasukkan semua unsur protokol kesehatan.

Salah satu unsur itu, antara lain kualifikasi masyarakat yang bisa ikut menonton di bioskop, teknis pemesanan tiket secara daring, dan penggunaan masker filtrasi udara pembersihan secara teratur.

Kemudian,  pengaturan tempat duduk di dalam bioskop wajib menaati prinsip 3M, serta harus ada pengaturan proses menuju maupun keluar dari lokasi bioskop.

Selanjutnya, Anies menyatakan, pelaku industri bioskop juga dilakukan pengaturan terkait regulasi yang detil dan adanya pengawasan yang ketat sehingga pelaku industri memberikan jasa kepada masyarakat tanpa memberikan risiko yang besar. “Dan bagi masyarakat juga ketika berkegiatan mereka akan bisa merasakan aman dari berbagai kajian sesungguhnya disampaikan,” kata Anies.

Ia juga menegaskan, akan menindak pengelola atau pelaku industri bioskop yang kedapatan melanggar regulasi protokol kesehatan sehubungan dengan telah beroperasinya kembali hiburan ini.

“Bila ada kegiatan bioskop yang nanti tidak mengikuti protokol kesehatan maka langkah yang dilakukan DKI cukup sederhana yaitu menutup kegiatan usahanya,” kata Anies.

Anies menyatakan, pengelola industri bioskop dan masyarakat harus menaati regulasi protokol kesehatan yang telah disepakati bersama. Pemprov DKI Jakarta memprioritaskan kesehatan dan keselamatan masyarakat terkait penanganan COVID-19.

Gubernur DKI mengaku telah berdiskusi dengan Tim Pakar Satgas Penanganan COVID-19 termasuk Kementerian Kesehatan dan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif guna membahas rencana pembukaan bioskop.

Rencana pembukaan bioskop di DKI Jakarta merujuk terhadap studi dan kajian para pakar terkait dengan penanganan dan pengelolaan kegiatan di bioskop yang sudah dilakukan di berbagai negara.

“Lebih dari 47 negara pada saat ini telah mengoperasikan kegiatan bioskop  seperti biasa bahkan di Korea Selatan selama masa pandemi termasuk pada puncak pandemi bioskop tidak pernah tutup,” tutur Anies.

Anies telah menyiapkan regulasi secara lengkap dan regulasi itu nanti memasukkan seluruh unsur protokol kesehatan yang telah dikomunikasikan dengan pelaku usaha bioskop sejak Juni 2020.

Anies mempersilahkan pelaku usaha bioskop menyiapkan pembukaan, namun keputusan tetap menjadi kewenangan Pemprov DKI Jakarta. “Persiapan silahkan dilakukan tapi keputusan mengenai pembukaan nanti kita melihat kondisi Jakarta dan juga kita melihat bagaimana kesiapan di pelaku untuk mengeksekusinya,” tutur Anies.

Mantan menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu memastikan, regulasi yang detail dan pengawasan ketat sehingga pelaku industri memberikan jasa kepada masyarakat tanpa memberikan risiko yang besar dan bagi masyarakat juga ketika berkegiatan akan bisa merasakan aman.

Lebih lanjut, Anies menambahkan, kegiatan di bioskop ada aturan aktivitas yang unik, yakni para penonton tidak boleh saling berbicara. “Kalaupun ada percakapan maka percakapan itu antara orang yang dikenal. Jarang ada percakapan  antarorang yang tidak kenal,” jelas dia.

Kemudian posisinya pun satu arah semuanya berbicara pada arah yang sama bukan interaksi berhadap-hadapan dan pengaturan tempat agak berbeda dengan kegiatan mengumpulkan orang yang tidak ada kursi.

Selain itu, aturan di bioskop seperti penerbangan pesawat dengan ruangan yang terbatas namun bisa diatur penonton dan tempat kursinya. Kemudian juga bisa diatur mengenai sirkulasi udaranya dengan menggunakan fasilitas yang sesuai dengan standar protokol kesehatan dan kedisplinan menggunakan masker, jaga jarak, serta mencuci tangan.

 

Disoal Dewan

Kebijakan membuka bioskop disesalkan oleh Fraksi PAN DPRD DKI Jakarta. “Saya yakin, team satgas Covid-19 paham bahwa ruangan tertutup seperti bioskop sangat rawan sekali dengan risiko penularan virus. Banyak ahli epidemiologi mengungkapkan hal yang sama, ventilasi dan sirkulasi udara berperan dalam penularan,” tandas Zita Anjani, ketua Fraksi PAN DPRD DKI Jakarta.

Belajar dari Inggris, riset ilmuwannya mengindikasikan virus itu bisa hidup lebih lama dalam kondisi yang dingin, dan mudah menyebar. Bertahan lebih lama di atas permukaan benda mati. Menempel di baju, jaket, ataupun topi, dan akan terhirup ketika kita melepas masker untuk aktivitas lain.

“Pak Anies yang saya hormati, ada hal yang lebih penting dari sekedar membuka bioskop, misalnya soal pengadaan wifi di RT yang sangat membantu siswa dalam proses Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ),” kata Zita.

“Saya masih bingung kenapa bioskop yang dibuka? Ribuan orang yang saya temui, tidak ada satupun yang mengeluh ingin nonton Box Office. Maunya pendidikan yang setara dan berkualitas. Setara yang bisa diakses semua kalangan. Pendidikan berkualitas tanpa diskriminasi, itu yang keluar dari mulut warga,” beber dia.

Perempuan berhijab itu menambahkan, dia pikir kalau bioskop mau dibuka, perlu dipertimbangkan baik-baik dampaknya. “Saya sudah kehilangan keluarga, kawan di DPRD karena COVID-19, pak gubernur pun sama,” tandas dia.

Kemudian, kondisi anak-anak sekolah sudah hampir 6 bulan belajar di rumah. Semua menahan diri. “Sulit belajar karena tidak punya akses, kenapa kita harus tega mengabaikan realitas sosial yang ada?. “Itu yang buat saya sedih,” kata Zita.

Harusnya, sambung dia, gubernur sebagai orang pendidikan paham betul kondisi itu. “Rakyat minta sekolah, bukan bioskop, itu realitanya, kalau tidak percaya silahkan lakukan survey, warga DKI lebih ingin pendidikan merata berkualitas atau nonton Box Office?” tukas Zita. (ash/ibl)



Apa Pendapatmu?