Alexa Metrics

Ajarkan Pancasila Kini Tidak Bisa Lagi dengan Doktrin

Ajarkan Pancasila Kini Tidak Bisa Lagi dengan Doktrin

indopos.co.id – Markas Besar TNI Angkatan Udara (Mabes TNI AU) menyelenggarakan webinar dengan tema  Pembekalan Bintal Rohani, Ideologi, dan Tradisi Kejuangan TNI AU, Rabu (26/08/2020). Webinar yang dihadiri lebih dari 50 peserta ini, hadir sebagai pembicara utama Staf Khusus Ketua Dewan Pengarah BPIP (Badan Pembinaan Ideologi Pancasila) Antonius Benny Susetyo yang membahas tentang Peranan Ideologi Pancasila dalam Konteks Masa Kini.

Menurutnya Pancasila harus menjadi dasar atau pondasi semua orang. ”Pancasila sebagai ideologi bangsa harus menjadi dasar atau pondasi bagi seluruh lapisan masyarakat,” ujar Benny. Dirinya menekankan semua pemangku kepentingan yang membuat kebijakan publik pun harus menanamkan nilai-nilai Pancasila dalam setiap regulasinya.

Selain itu dirinya juga menegaskan Pancasila harus menjadi keyakinan yang nantinya akan membawa bangsa ini dalam mewujudkan cita-cita bangsa. ”Pancasila harus menjadi cara berpikir, bernalar, bertindak, dan berelasi. Pancasila sebagai ideologi bangsa menjadi keyakinan bagi seluruh rakyat yang menjadi cita-cita yang diwujudkan dengan konkret untuk mewujudkan kesejahteraan,” tegas Benny.

Selain itu dalam webinar dibahas mengenai kedaulatan pangan yang harus menjadi fokus bangsa khususnya di era pandemi COVID-19 seperti sekarang ini.  ”Kedulatan pangan juga harus diperjuangkan dengan cara pembelaan pada petani, peningkatan kesejahteraan petani, tercukupinya kebutuhan pangan dalam negeri, meningkatkan kemandirian,” tambahnya.

Penanaman nilai-nilai Pancasila pun dijelaskan Benny tidak boleh secara doktrinal seperti tempo dulu, tetapi harus menjadi habituasi atau kebiasaan. Pancasila bukan dipaksakan secara doktrinal, tetapi harus menjadi kebiasaan. ”Sebenarnya orang yang taat kepada Tuhan maka akan secara otamatis dia akan mengamalkan nilai-nilai kemanusiaan,’’ jelasnya.

Benny mengingatkan dalam kemajuan teknologi seperti sekarang harus mampu merebut ruang publik dan diisi dengan konten positif. Sebelummya dalam kegiatan terpisah, Benny Susetyo juga menjelaskan tentang nila-nilai Pancasila menciptakan tata keadaban publik.

”Nilai-nilai Pancasila sebagai pemandu kehidupan bersama dalam menciptakan tata keadaban publik. Sementara tata keadaban publik menjadi acuan dalam merawat Bhinneka Tunggal Ika,” jelas Benny. Selain itu Benny menekankan setiap komponen harus memperluas pandangan inklusif atau terbuka serta visi kaum beragama untuk membangun pergaulan agama yang lebih manusiawi dan untuk meredam potensi-potensi kekerasa umat beragama.

Kebijakan dalam kemajuan teknologi pada zaman sekarang juga harus diperhatikan. Menurut Benny, mengarus utamakan nilai keluarga dalam media massa, media sosial, dan televisi juga penting. ”Mengarus utamakan Pancasila menjadi gugus insting yang mempengaruhui cara berpikir, bertindak, bernalar, dan berelasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” tegasnya.

Hal senada dijelaskan oleh Kepala Pusat Kerukunan Umat Beragama, Nifari. Dalam penjelasannya disebutkan, sangat penting mengarus utamakan nilai-nilai kerukunan.

”Sangat  penting untuk mengarus utama nilai kerukunan beragama dalam mengamalkan

Pancasila. Semoga moderasi beragama dan kerukunan tetap tumbuh dan berkembang di Indonesia demi terwujudnya cita-cita bangsa,” tuturnya. (dni)



Apa Pendapatmu?