BNN RI Sasar Kawasan Hulu, Wow Lima Hektare Ganja Ditemukan

Brigjen Pol Aldrin: Kami Tidak Berhenti di Sini!

indopos.co.id– Badan Narkotika Nasional (BNN) Republik Indonesia (RI) terus menekan peredaran ganja dari hulu sampai hilir. Apalagi belum lama ini, BNN RI berhasil mengungkap jaringan ganja dengan berat total sekitar 500 kg di Jalan Siliwangi, Rawalumbu, Kota Bekasi, Jawa Barat (Jabar), Senin (10/8/2020) lalu. Setengah ton ganja dari Aceh itu diangkut menggunakan truk dengan modus pengiriman pisang.

Nah untuk memutus mata rantai di hulu atau sumber, BNN kembali melakukan operasi pemusnahan ladang ganja. Kali ini, bersama Tim Gabungan BNN RI menyasar ladang ganja di kawasan Dusun Cot Rawatu Desa Jurong Kecamatan Sawang Kabupaten Aceh Utara, Selasa (25/8/2020). Ladang ganja siap panen yang ditemukan seluas lima hektare (ha) lebih ini terletak di ketinggian 135 mdpl (meter di atas permukaan laut). Ladang itu diperkirakan memuat sebanyak enam ton tanaman ganja. Dalam menjalan operasi pemusnahan ladang ganja ini, Tim Gabungan BNN tetap menerapkan protokol kesehatan.

Direktur Narkotika BNN RI Brigjen Pol Drs Aldrin M.P. Hutabarat menjelaskan, awalnya BNN menerima laporan terkait keberadaan ladang ganja. ”Tim lalu menaiki bukit, memetakan lokasi dan mencari pelaku. Ladangnya kita temukan seluas lima ha. Tanaman-tanaman ganja itu lantas dicabut dan dibakar,” ujarnya kepada wartawan.

Pati (Perwira Tinggi) bintang satu ini menambahkan, ini merupakan kasus pertama ditemukan ladang ganja di kecamatan tersebut pada 2020. Kecamatan Sawang, Aceh Utara kerap ditemukan ladang ganja. Dalam temuan kali ini, BNN tidak berhasil menemukan pemilik kebun ganja itu.

Baca Juga :

Tim Gabungan terdiri dari BNN RI, BNN Kota Lhokseumawe, Kejari, Satpol PP, Polres, Kodim dan pihak terkait lainnya bersinergi dalam upaya Pencegahan dan Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) sesuai dengan Inpres No 2/2020. ”Tugas ini (pemusnahan ladang ganja, Red) ini berkelanjutan. Harapan kami tidak berhenti di sini saja!” tegas Aldrin.

Dia meminta jajaran terkait di daerah agar berkomunikasi secara intensif untuk menarik simpati masyarakat untuk menggantikan tanaman ganja ke jenis holtikultura lainnya, misalnya dengan menanam jagung dan sebagainya.

Baca Juga :

Sementara itu, Kepala BNN Kota Lhokseumawe AKBP Fakhrurrozi SH langsung berkomunikasi dengan Dinas Pertanian Kabupaten Aceh Utara untuk merencanakan tindak lanjut dari program alternatif development. Pemda harus mengambil peran pengalihan fungsi produksi ini. ”Jangka pendek dan menengah, kita bersama dengan Dinas Pertanian akan mengupayakan penanaman jagung di Sawang ini,” pungkas mantan Kabid Brantas BNNP Aceh ini.

Sebelumnya, Selasa (28/7/2020), Tim Gabungan BNN yang dipimpin Direktur Narkotika BNN RI Brigjen Pol Aldrin juga berhasil menemukan ladang ganja di kawasan kaki Gunung Seulawah Agam, Aceh Besar. Ladang pertama seluas 2,5 ha. Titik ini berada pada koordinat 5.453271 derajat sebelah utara dan 95.628389 derajat sebelah timur dengan ketinggian 705 mdpl. Pohon ganja dicabut lalu dikumpulkan selanjutnya dibakar setelah disiram solar. Setengah jam berselang, tim gabungan beranjak ke ladang kedua yang berjarak tidak terlalu jauh dari ladang pertama. Titik koordinat berada di 5.453183 derajat sebelah utara, 95.626283 derajat sebelah timur dengan ketinggian 672 MDPL. Ladang ganja itu pun memiliki luas sekitar 2,5 ha.

Aldrin menjelaskan, Operasi Pemusnahan Ladang Ganja ini sudah mematuhi protokol kesehatan COVID-19 dengan menggunakan masker. Dari operasi ini diperoleh dua ladang ganja dengan total seluas lima hektare. Terdiri dari ladang pertama 2,5 ha dan kedua, 2,5 ha. Kedua ladang ini berada di Desa Pulo, Kecamatan Seulimeum, Kabupaten Aceh Besar, Aceh. ”Total tanaman ganja sebanyak 30.000 batang dengan berat basah 900 kg. Untuk ketinggian tanaman bervariatif antara 30-150 cm dan jarak tanam 50-70 cm per batang,” jelas lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1991 itu. (aro)

Komentar

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.