Alexa Metrics

Punya Kendaraan Bermotor Listrik, Catat Nih Regulasinya

Punya Kendaraan Bermotor Listrik, Catat Nih Regulasinya PRODUK INDONESIA – Presiden Joko Widodo menjajal motor listrik lokal merek Gesits di Istana Merdeka, Jakarta. Foto: Istimewa

indopos.co.id – Untuk menjamin keselamatan terhadap penggunaan kendaraan bermotor listrik di jalan, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menerbitkan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 44 Tahun 2020. Yakni tentang Pengujian Tipe Fisik Kendaraan Bermotor dengan Motor Penggerak Menggunakan Motor Listrik.

Menurut Kepala Bagian Hukum dan Hubungan Masyarakat, Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub, Endy Irawan, selain sepeda motor listrik, mobilndan bus, tenaga penggerak listrik juga digunakan pada kendaraan tertentu. “Seperti skuter listrik, sepeda listrik, hoverboard, sepeda roda satu (unicycle) dan otopet,” ujarnya, di Jakarta, Kamis (27/8/2020).

Saat ini kendaraan tertentu sedang diminati oleh masyarakat karena ramah lingkungan, ringan, praktis, dan hemat. Untuk menertibkan penggunaan kendaraan tertentu tersebut dimaksud pemerintah juga telah menetapkan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 45 Tahun 2020 tentang Kendaraan Tertentu dengan Menggunakan Penggerak Motor Listrik.

“PM tersebut mengatur persyaratan teknis kendaraan, jalur yang boleh dilewati, dan persyaratan pengguna,” tambah Endy.

Yang dimaksud kendaraan tertentu berpenggerak motor listrik dalam PM 45 Tahun 2020 adalah skuter listrik, sepeda listrik, hoverboard, unicycle dan otopet. Kendaraan tertentu yang saat ini populer digunakan adalah sepeda listrik dan otopet.

Sementara itu Kepala Seksie Sertifikasi Tipe Kendaraan Bermotor, Jabonor mengatakan area operasi kendaraan tertentu berpenggerak motor listrik adalah lajur sepeda atau lajur yang disediakan khusus.

“Memang kendaraan ini dapat beroperasi di trotoar, namun harus memperhatikan keselamatan pengguna jalan lain yaitu pejalan kaki,” jelasnya.

Kendaraan tertentu berpenggerak motor listrik juga dapat beroperasi di kawasan tertentu. Yaitu pemukiman, lokasi_car free day_, kawasan wisata, area sekitar sarana angkutan umum sebagai integrasi moda, area kawasan perkantoran dan area di luar jalan.

“Selanjutnya, pemerintah daerah kabupaten/kota dapat menetapkan lajur khusus atau lajur sepeda untuk kendaraan tertentu ini,” ujar Jabonor.

Selain itu, yang perlu diperhatikan kata dia, pengendara harus mengenakan helm, dan berusia minimal 12 tahun. Kendaraan tertentu seperti otopet, yang tidak dilengkapi tempat duduk, dilarang digunakan untuk berboncengan.

Kemudian, memodifikasi daya motor untuk meningkatkan kecepatan, juga dilarang. Otopet, hoverboard dan unicycle, dapat beroperasi dengan kecepatan maksimal 6 km/jam. Sedangkan skuter listrik dan sepeda listrik dapat beroperasi dengan kecepatan maksimal 25 km/jam.

“Terkait uji tipe kendaraan bermotor listrik, sesuai PM 44 Tahun 2020, terdapat 5 poin penting yang diuji. Yaitu unjuk kerja akumulator listrik. Alat pengisian ulang energi listrik. Pengujian kemampuan perlindungan terhadap sentuh/kontak listrik. Serta keselamatan fungsional dan emisi hidrogen,” pungkasnya. (dai)



Apa Pendapatmu?