Alexa Metrics

Pasien Positif, 86 Tenaga Medis di RSUD Berkah Pandeglang Lakukan Isolasi

Pasien Positif, 86 Tenaga Medis di RSUD Berkah Pandeglang Lakukan Isolasi

indopos.co.id – Setelah sekian lama berjuang menangani pasien corona, ternyata seluruh tenaga medis Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Berkah Pandeglang, baru pertama kali menjalani tes swab. Padahal Pandemi COVID-19 telah melanda Tanah Air sejak Maret lalu.

Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Padeglang Sulaiman mengatakan ada 86 tenaga medis RSUD Berkah Pandeglang yang melakukan tes swab yang dilakukan pada Senin (24/8) lalu.

”Targetnya 50 orang, ternyata ada 86 orang petugas medis. Ternyata semua tenaga medis yang ada di RSUD Berkah Pandeglang belum pernah di-swab test. Baru pertama kali itu tes swab,” katanya kepada INDOPOS, Rabu (26/8).

Ditanya apakah tenaga medis di RSUD Berkah Pandeglang yang mengikuti tes swab karena ada pasien yang terkonfirmasi positif COVID-19 dan dirawat di rumah sakit pelat merah itu, Sulaiman membenarkan.

Namun, ia mengaku belum mengetahui apakah tenaga medis yang bertugas di RSUD Berkah Pandeglang itu melakukan isolasi mandiri guna menghindari penularan sebelum keluar hasil tes swab.

”Betul (tenaga medis menjalani swab test karena ada pasien terkonfirmasi COVID-19). Kalau mereka isolasi mandiri, saya belum dengar. Tapi yang pasti beberapa hari lalu melakukan swab test. Untuk masalah petugas medis isolasi mandiri atau tidak humas RSUD Berkah lebih tahu,” ujarnya juga.

Dikatakan Sulaiman lagi, hasil tes swab yang dilakukan terhadap tenaga kesehatan RSUD Berkah itu hasilnya baru diketahui beberapa hari mendatang.  Jadi pihaknya belum tahu berapa jumlah tenaga medis yang positif atau negatif.

”Kalau memang nanti ada yang positif, yah kita tangani. Swab test kami lakukan untuk mengetahui ada yang positif atau tidak tenaga medis. Kami juga tengah menggalakkan tes. Kalau ada yang positif yah kita isolasi agar tidak menularkan kepada yang lain,” ungkapnya.

Meski nanti ada tenaga kesehatan yang positif corona, Sulaiman menegaskan kalau pelayanan RSUD Berkah tetap berjalan. ”RSUD Berkah tidak boleh tutup. Pelayanan kesehatan bagi warga lebih penting. Kalau ada tenaga medis yang positif harus dirawat dan rumah sakit disemprot disinfektan. Pelayanan juga pakai protokol kesehatan,” tukasnya.

Sementara itu, Humas RSUD Berkah Achmad Chubaesi mengaku sekitar 50 tenaga medis sempat melakukan isolasi mandiri karena sempat melakukan perawatan terhadap pasien yang positif terkonfirmasi COVID-19.

Saat ini, katanya juga, seluruh tenaga medis itu sudah melakukan tes swab dan menunggu hasilnya. ”Petugas medis kami sempat lakukan isolasi mandiri. Hasil swab test 86 tenaga medis dikirim ke Jakarta. Nanti sepekan lagi hasilnya keluar,” terangnya kepada INDOPOS. Rabu (26/8).

Achmad juga mengaku pelayanan kesehatan di RSUD Berkah sempat terganggu dampak 50 petugas medis melakukan isolasi mandiri karena pernah menangani pasien corona. Akibatnya,  petugas medis lain mendapat tambahan waktu kerja.

Selain itu, beberapa poliklinik yang ada di rumah sakit itu juga terpaksa dikurangi jam pelayanannya. ”Karena adanya pasien positif ini, berdampak pada pelayanan. Tapi kami akali dengan tambahan jam kerja petugas lain,” tegasnya. (yas)



Apa Pendapatmu?