Alexa Metrics

Mercon Buyarkan Komplotan Gajah di Aceh Barat

Mercon Buyarkan Komplotan Gajah di Aceh Barat Warga menunjukkan tanaman kelapa sawit yang dirusak kawanan gajah liar di Desa Seumantok, Pante Ceureumen, Aceh Barat, Aceh, Senin (24/8). (Foto ANTARA/Syifa Yulinnas)

indopos.co.id – Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Aceh menangani gangguan gajah di Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh. Satwa liar itu, dihalau menggunakan mercon. Itu dilakukan agar satwa liar tersebut tidak merusak lahan perkebunan dan pertanian masyarakat.

”Penggunaan mercon untuk mencegah gajah masuk perkebunan masyarakat,” tutur Kepala BKSDA Wilayah II Meulaboh Zulkarnen, di Meulaboh, Rabu (26/8).

Aktivitas gangguan gajah masuk kebun masyarakat tidak bisa dilakukan penangkapan. Tatpi, hanya melalui penghalauan agar satwa liar itu tidak kembali ke kebun masyarakat. Mercon sangat efektif mengusir gajah, tidak melanggar aturan, dan ketentuan pemerintah.

Selain itu, upaya penanganan gangguan gajah di daerah ini, juga melibatkan seekor gajah jinak selama ini berlokasi di Conservation Research Unit (CRU) Alue Kuyun, Kecamatan Woyla Timur, Kabupaten Aceh Barat. ”Gangguan gajah hanya bisa diatasi dengan cara dihalau. Karena satwa itu, tidak bisa ditangkap, keberadaan gajah itu dilindungi negara,” imbuh Zulkarnen.

Sebelumnya, sebanyak 13 ekor gajah liar merusak sejumlah tanaman kebun milik masyarakat di Desa Seumantok, Kecamatan Pante Ceureumen, Kabupaten Aceh Barat.

Ada pun tanaman kebun dirusak kawanan satwa liar itu, masing-masing tanaman kelapa sawit, pinang, dan kebun kelapa milik petani. ”Untuk sementara tidak ada warga mengungsi akibat gangguan gajah liar. Namun, dampak kerusakan ditimbulkan menyebabkan petani merugi,” tegas Camat Pante Ceureumen, Aceh Barat, Teuku Juanda. (ant)



Apa Pendapatmu?