Alexa Metrics

Ungkapan Bahagia Pelukis Mural

Ungkapan Bahagia Pelukis Mural Tiga seniman di Pasar Gembrong Baru. (Foto: Iqbal/INDOPOS)

indopos.co.id – Lama tak terdengar kabar Pasar Gembrong Baru, Cipinang, Jakarta Timur. Kini, di lokasi itu disulap sebagai wadah bagi perupa seni dari berbagai penjuru Jakarta. Baru-baru ini, sebanyak 17 pelukis menuangkan kebahagiaannya melukis mural di media tembok setinggi 5 meter di rooftop pasar seni tersebut.

Ketika ditemui INDOPOS di lantai dasar pasar seni itu, tiga Seniman yakni Revoluta, 45, Eko Banding, 54, dan Arya Pesona, 40, sedang santai sambil ngopi-ngopi. “Sini Mas, kita lagi asik ngobrol-ngobrol sambil ngopi,” ucap Arya Pesona, 40, yang juga selaku koordinator Pasar Seni, Pasar Gembrong Baru.

Pria yang khas dengan janggut panjangnya itu mulai menceritakan bahwa dulu di pasar ini dikenal sebagai sentranya mainan anak-anak. Di sini ada 4 destinasi yang tergabung menjadi satu. “Seperti pedagang mainan, kopi, barang antik, buku-buku lawas, acesoris sampai lukisan semuanya ada di sini,” ungkap dia.

Dia mengatakan, termasuk para seniman juga ikut menempati kios-kios di sini. “Kami berkumpul di tanggal 1 Agustus 2020 mengisi Pasar Gembrong Baru ini yang biasa dikenal sebagai pasarnya mainan anak-anak. Kini, kami ikut mengisi Pasar Gembrong Baru ini, menjadikannya sebagai pasar seni, tempat berkumpulnya perupa seni,” tutur dia.

Di pasar itu, ada 70 seniman yang menempati sebanyak 60 kios. Karena satu kios ada yang join berdua. Tak hanya itu, ada juga 11 kios barang – barang antik, 6 kios buku lawas, 2 kios audio, busana, furniture hingga mainan yang tetap ada di sini. “Rencananya juga akan ada angkringan di depan. Agar suasana lebih hidup,” ungkap dia.

Meski di masa pandemi COVID-19 ini, perupa seni wajib menjalankan protokol kesehatan. Kios buka pukul 09.00-22.00 WIB. Ada wacana untuk buka Sabtu-Minggu. “Ke depan, kami mau buka selama 24 jam,” beber dia.

Masih dalam semarak HUT Kemerdekaan RI Ke-75, tambah Arya, para perupa seni di Pasar Gembrong Baru melakukan gebrakan melukis mural kemerdekaan di rooftop pasar seni ini.

Mural itu pun masih satu bagian dari kegiatan berkonsep Pandemi (Pameran Demi Indonesia). “Untuk lukisan mural oleh 17 pelukis mengusung tema Nusantara sebagai satu kesatuan bangsa Indonesia,” ungkap dia bersemangat.

Namun demikian, sebelum melukis di rooftop Pasar Gembrong Baru itu, para pelukis beserta pedagang terlebih dahulu mengheningkan cipta bersamaan dengan upacara bendera tepat pada pukul 10.17 WIB.

Revoluta, 45, selaku penggagas melukis mural di tembok rooftop itu. Namun untuk yang mendesain mural tersebut adalah Seniman Edo Abdullah.

“Saya sendiri bersama Eko Banding dan Gogor Purwoko, sebagai koordinator mural. Kami melukis sambil bercanda lepas, diliputi rasa bahagia, kita tidak dibayar. Ini bukan proyek, paling tidak rasa nasionalis kita masih ada,” tutur Revoluta.

Seniman perempuan berhijab hitam pemilik kios No. 99 di lantai dasar itu menambahkan, untuk melukis mural di tembok setinggi 5×21 meter itu butuh persiapan dalam kurun waktu lima hari. Dengan biaya yang disuport dari pihak Manajemen Pasar Gembrong Baru Imanuel Prabowo.

“Kalau muralnya kita pakai Cat Mowilek menghabiskan 80 kilo. Dengan 6 warna dasar. Kita oplos 6 warna dasar itu  tertuang pada media tembok menggunakan kuas. Biasanya kan di kanvas yah,” ungkap dia.

Adapun mural ini akan dijadikan triger, konsepnya PANDEMI (Pameran Demi Indonesia). “Kita mengawali dari pasar seni ini berlanjut akan dilakukan pameran lukisan secara virtual. Acara yang akan digelar 4 tahunan ini semoga berlanjut ya,” harap dia.

Rencananya, kegiatan PANDEMI itu akan berlangsung sampai tanggal 28 Desember 2020. Di dalamnya akan ada sub-sub. “Seperti halnya di Jepang dan Jerman ini sudah dilakukan. Jadi ini satu rangkaian dan ini akan berlanjut,” tandas dia.

Eko Banding menambahkan, terus mencoba mengkomunikasikan karya seni rupa ini agar sampai ke audience. “Itu yang sama-sama kita pelajari. Panataran rupa itu tadi yang coba kita bangun,” imbuh dia.

“Jadi kita membuat mural 17 Agustus bukan hanya mural saja, tapi di sini akan menjadi permulaan pameran lukisan virtual Se-Indonesia. Jadi dimulai tanggal 17 Agustus sampai 28 Desember. Makanya di kuratori oleh Pak Taufik yang seorang budayawan dan kurator,” tutur Arya.

“Tema gambar tentang peta Indonesia, kebhinekaan. Jadi 17 pelukis dengan karakter berbeda – beda. Kita berniat untuk memperingati HUT RI dengan cara kita. Sepanjang 25 meter lebih untuk medianya (tembok) dengan target 2 hari selesai,” tutur dia.

Nantinya, hasil mural yang sudah selesai dapat dimanfaatkan untuk swafoto, konser musik serta kegiatan di rooftop. Arya menuturkan, dari persiapan sampai finish dilakukan dokumentasi video untuk nantinya dilombakan.

Tidak hanya itu, video itu juga akan ditampilkan di galeri virtual oleh para perupa pada Oktober 2020. “Jadi memang ada serangkaian, jadi tidak hanya sekedar membuat mural seperti yang di kolong-kolong jembatan. Kita ada konsep dan arahnya mau kemana,” ucap dia.

Nantinya, sambung Eko Banding, ruang kosong seperti tembok yang kosong di rooftop ini akan dimural semuanya. Di lantai 3 juga akan disulap mungkin bisa dijadikan Theater, ajang Pentas Seni Musik, dll.

“Kita tawarkan kesenian, budaya dan kreatif. Mau dari komunitas dan akademisi bisa bergabung bersama-sama,” tambah pria asal Purwokerto, Jawa Tengah itu.

Ke depan, sambung dia, ingin membuat kalender event tahunan. Hubungannya adalah di Gembrong Art Center Jakarta Timur ini ada pasar seninya.(ibl)



Apa Pendapatmu?