Alexa Metrics

BPJAMSOSTEK Menara Gelar Webinar Peningkatan Manfaat Program

BPJAMSOSTEK Menara Gelar Webinar Peningkatan Manfaat Program JARAK JAUH- Kakacab BPJAMSOSTEK Jakarta Menara Jamsostek Hadi Purnomo dalam webinar tentang sosialisasi program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan. FOTO:IST

indopos.co.id – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK) Kantor Cabang Jakarta Menara Jamsostek menggelar sosialisasi peningkatan manfaat Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) melalui PP 82 Tahun 2019 serta Layanan Tanpa Kontak Fisik (Lapak Asik) kepada perusahaan peserta.

Sosialisasi kali ini dikemas dalam bentuk webinar yang diikuti 250 perwakilan perusahaan peserta yang terdaftar di BPJAMSOSTEK Cabang Jakarta Menara Jamsostek, Jakarta Selatan, Kamis (27/08). Kepala Kantor Cabang (Kakacab) BPJAMSOSTEK Jakarta Menara Jamsostek Hadi Purnomo, mengatakan kegiatan sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran perusahaan peserta akan pentingnya program BPJAMSOSTEK.

”BPJAMSOSTEK hadir sebagai mitra dalam perlindungan jaminan sosial tenaga kerja di perusahaan, dengan adanya sosialisasi ini dapat menciptakan sinergitas yang harmonis antara BPJAMSOSTEK dengan perusahaan peserta dalam melindungi tenaga kerja,” ungkapnya.

Dalam paparannya, Hadi menjelaskan tentang peningkatan manfaat yang diraih peserta BPJAMSOSTEK dengan diterbitkannya PP No 82 Tahun 2019 yang menggantikan PP No 44 Tahun 2015. ”Iuran bagi peserta BPJAMSOSTEK tidak mengalami kenaikan, tetapi malah terjadi peningkatan pada manfaatnya,” jelas Hadi. Ia menjelaskan tentang program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) yang mengalami kenaikan manfaat hingga 1.350 persen.

Menurut Hadi, kini dengan PP No 82 Tahun 2019, dua anak dari peserta program JKK yang meninggal atau cacat total saat bekerja dan menjadi peserta minimal tiga tahun akan mendapat beasiswa dari taman kanak-kanak (TK) hingga perguruan tinggi. ”Biaya untuk TK sampai SD akan mendapat biaya Rp1,5 juta per anak per tahun, SMP mendapat Rp2 juta, dan SMA mendapat Rp3 juta, sedangkan perguruan tinggi akan mendapat Rp12 juta. Jadi total biaya maksimal mencapai Rp174 juta. Padahal sebelumnya hanya Rp12 juta dan terjadi peningkatan 1.350 persen,” paparnya.

Tidak hanya itu, hadi juga menjelaskan program jaminan kematian (JKM) yang juga mengalami peningkatan santunan hingga 75 persen. ”Jika sebelumnya, santunan kematian bagi ahli waris dari peserta program JKM hanya Rp24 juta, tetapi sekarang santunannya menjadi Rp42 juta dengan perincian biaya pemakaman Rp10 juta, santunan berkala Rp12 juta, dan santunan kematian Rp20 juta,” paparnya.

Pada kegiatan tersebut, kepada 250 perwakilan perusahaan peserta yang mengikuti webinar, Hadi juga menyampaikan BPJAMSOSTEK Cabang Jakarta Menara Jamsostek di era new normal telah melakukan berbagai upaya memaksimalkan pelayanan kepada peserta. ”Kami siapkan tiga kanal pelayanan pilihan yang dapat dioptimalkan oleh peserta. Pertama Kanal Lapak Asik online. Peserta tinggal daftar lewat antrian online dan upload data. Nanti akan Konfirmasi dari petugas lewat video call, sehingga peserta tidak perlu datang ke kantor,” jelasnya.

Kedua, lanjut Hadi, BPJAMSOSTEK juga menyediakan Kanal Lapak Asik offline yang melayani peserta tanpa bertatap muka langsung. Peserta yang datang nanti akan dilayani melalui video conference. Satu petugas bisa melayani 4-6 peserta. ”Kanal ini lebih diutamakan untuk peserta yang mengalami kesulitan di proses online. Atau peserta yang memang mengalami keterbatasan,” imbuhnya.

“Ketiga Kanal Lapak Asik Kolektif, kami juga melayani pembayaran klaim secara kolektif untuk perusahaan yang mengalami PHK massal. Pekerja tidak perlu datang ke kantor secara gerombolan. Tapi pihak perusahaan dapat mengakomodir klaim seluruh karyawan yang ter-PHK dengan menunjuk satu orang perwakilan untuk mengajukan kepada kami. Kami mengedepankan pelayanan tanpa ada kontak fisik langsung,” bebernya lagi.

Dalam kegiatan sosialiasi tersebut, Hadi juga menghimbau kepada perusahaan untuk tertib administrasi. “Kami harap dengan adanya sosialisasi ini peserta lebih memahami manfaat yang diberikan oleh BPJAMSOSTEK kepada peserta, dan kami imbau kepada perusahaan untuk tetap tertib administrasi dengan membayaran iuran tepat waktu dan melaporkan data tenaga kerja yang valid kepada BPJAMSOSTEK agar tidak ada suatu hal nantinya yang menghambat manfaat yang seharusnya didapatkan tenaga kerja,” cetusnya.(dni/mdo)



Apa Pendapatmu?