Alexa Metrics

Sejumlah Pejabat Pemprov DKI Diduga Terpapar COVID-19, DPRD Desak Gubernur Transparan

Sejumlah Pejabat Pemprov DKI Diduga Terpapar COVID-19, DPRD Desak Gubernur Transparan Ilustrasi. Petugas menyemprotkan cairan disinfektan di Ruang Sidang Paripurna DPRD DKI Jakarta, belum lama ini. Gedung DPRD terpaksa tutup satu bulan akibat penularan COVID-19 di lingkungan dewan. (Foto: ANTARA)

indopos.co.id – Pembicaraan yang santer di kalangan politisi Kebon Sirih kali ini adalah isu enam kepala dinas yang disinyalir terpapar Corona. Pejabat yang kena itu tersebar dibeberapa dinas. Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Suzy Marsitawati, Aspem, Tapem dan Dikmental.

Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi berharap Gubernur Anies Baswedan bijak menghadapi kasus positif COVID-19 yang terjadi di lingkup kerjanya. Pras meminta ruang kerja Anies ditutup sementara waktu untuk dilakukan sterilisasi setelah Kepala Dinas Pertamanan dan Hutan Kota terkonfirmasi positif COVID-19.

Ketua DPRD DKI Jakarta, Prasetyo Edi Marsudi menyebut ada 6 pejabat Pemprov DKI positif terpapar virus Corona (COVID-19). Keenamnya kini disebut menjalankan isolasi mandiri.

”Ada suatu permasalahan yang ada di pemerintahan daerah yaitu masalah pandemi COVID-19 ini. Saya mendengar ada beberapa pejabat di DKI Jakarta ada enam orang itu terindikasi dengan COVID-19. Sekarang sudah isolasi mandiri,” kata Prasetyo, di Jakarta, Kamis (27/8/2020).

Prasetyo meminta Gubernur DKI Anies Baswedan tidak menyembunyikan hal itu. Dia mengatakan jangan takut untuk melakukan lockdown di area Pemprov DKI, sama seperti yang dilakukan DPRD hingga kini. ”Nah saya minta kepada Pak Gubernur, bicara masalah COVID udah jangan malu. Ini bukan aib kok. Jelaskan, lockdown di ruangan dia, semua diperkecil (risikonya),” ujarnya.

”Karena saya kemarin mengambil langkah di DPRD itu kemarin saya perpanjang penutupan karena ada beberapa teman-teman dari fraksi PAN, PKS, dan beberapa PJLP, NasDem. Itu saya hold dulu, saya minta bersihkan dulu,” cetus Prasetyo.

Dia meminta Anies untuk melakukan yang sama. Sehingga menurutnya tidak menyebar ke orang lain. ”Tapi saya minta kepada Pak Gubernur, ini nggak perlu malu sekali lagi ini sama-sama terbuka. Supaya juga tidak menyebar ke tempat lain,” tuturnya.

Dia tidak menyebut lengkap keenam pejabat tersebut. Salah satunya di antaranya adalah Kepala Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Suzy Marsitawati. ”Kepala Dinas Kehutanan, Aspem, Tapem, Dikmental, antara itu lah,” kata Prasetyo.

Sementar Gedung DPRD DKI terpaksa lock down karena sejumlah anggota dewan dan karyawan terpapar Corona. Pelaksana tugas (Plt) Sekretaris Dewan DPRD DKI Jakarta Hadameon Aritonang mengatakan penutupan Gedung DPRD sudah berjalan hampir satu bulan, sejak pertama kali ditutup 29 Juli akibat penularan COVID-19.

Menurut Dame saat ini belum ada aktivitas yang berjalan di DPRD DKI. Pihaknya masih menunggu instruksi dari Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi mengenai pembukaan kembali Gedung DPRD.

Penutupan Gedung DPRD dilakukan setelah dua anggota DPRD dan pegawai positif terpapar virus corona (COVID-19). Dua anggota dewan yang terpapar COVID berasal dari Fraksi PAN dan PKS.

Satu anggota Fraksi PKS yang terpapar COVID-19 yakni Dany Anwar. Pada Senin (3/8) lalu Dany dikabarkan meninggal dunia karena positif COVID disertai penyakit bawaan. Dame melanjutkan, meski Gedung DPRD ditutup, pegawai Sekretariat Dewan sebagian masih ada yang bekerja di kantor. Sementara, 50 persen lainnya bekerja dari rumah.

Ia menambahkan, saat ini belum ada penjadwalan kembali tes swab kepada anggota dewan. Menurut Dame, anggota dewan dipersilakan melakukan tes swab secara mandiri. (dni)



Apa Pendapatmu?