Alexa Metrics

BSU Peserta BPJAMSOSTEK Jakarta Mangga Dua Cair dalam Waktu Dekat

BSU Peserta BPJAMSOSTEK Jakarta Mangga Dua Cair dalam Waktu Dekat JARAK JAUH-Kantor Cabang BPJAMSOSTEK Jakarta Mangga Dua mengikuti peluncuran pencairan BSU gelombang pertama di Istana Negara, Jakarta secara daring (online).FOTO:IST

indopos.co.id – Pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) akan mencairkan Bantuan Subsidi Upah (BSU) kepada pekerja yang terdaftar di Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJS Ketenagakerjaan/BPJAMSOSTEK). Ketentuan umum penerima BSU adalah gaji yang dilaporkan oleh perusahaan atau pemberi kerja ke BPJAMSOSTEK tidak lebih dari Rp5 juta perbulan.

Proses penyerahan BSU oleh Pemerintah kepada pekerja peserta BPJAMSOSTEK terus berjalan. BPJAMSOSTEK memberikan data calon penerima BSU ke Kemnaker untuk gelombang pertama sebanyak 2,5 juta pekerja pada Senin (24/8/2020).

Direktur Utama BPJAMSOSTEK Agus Susanto, mengatakan penyerahan dilakukan secara bertahap sesuai kesepakatan dengan Kemenaker. Hal tersebut untuk mempermudah proses rekonsiliasi, monitoring dan mempertimbangkan prinsip kehati-hatian dalam pelaksanaan program BSU.

”Dari target calon penerima BSU 15.7 juta, saat ini telah terkumpul sebanyak 13,7 juta nomor rekening, dan sudah kami validasi berlapis hingga 3 tahap, hingga jumlah data yang tervalidasi mencapai 10 juta. Dari jumlah tersebut kami serahkan pada tahap pertama sebanyak 2,5 juta data peserta,” jelas Agus.

Dikatakan, gelombang penyerahan data berikutnya akan dilakukan secara bertahap (batch) hingga seluruh rekening pekerja yang telah tervalidasi bisa menerima haknya. ”Saat ini masih terdapat sekitar dua juta nomor rekening pekerja yang belum diterima BPJAMSOSTEK. Kami tidak henti-hentinya mengimbau kepada perusahaan untuk segera menyerahkan data terkini para pekerja yang mencakup nomor rekening aktif atas nama pekerja, paling lambat tanggal 30 Agustus 2020. Begitu pula dengan nomor rekening yang tidak valid, kami kembalikan kepada perusahaan untuk dikonfirmasi kembali kepada pekerjanya dan akan kami lakukan validasi ulang,” tutur Agus.

Sementara itu, Menteri Ketenagakerjaan RI Ida Fauziyah, menerima data yang disampaikan oleh BPJAMSOSTEK. ”Data batch pertama BSU sebanyak 2,5 juta ini akan di checklist untuk mengecek kesesuaian data yang ada, setelah itu baru akan kami serahkan kepada KPPN untuk nanti akan disalurkan ke bank penyalur, dalam hal ini adalah bank-bank pemerintah. Dari bank pemerintah tersebut nanti akan ditransfer ke penerima program Bantuan Subsidi Upah,” ungkapnya.

Menurutnya, Kemenaker butuh waktu empat hari untuk melakukan checklist pada data yang telah diberikan oleh BPJAMSOSTEK demi mengedepankan prinsip kehati-hatian. Ida juga memastikan pegawai non ASN untuk mendapatkan BSU ini. ”Pegawai pemerintah non PNS, sepanjang dia menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan, maka dia memang termasuk yang menerima program bantuan pemerintah ini,” cetus Ida

Sementara itu di tempat yang terpisah, Kepala Kantor Cabang (Kakacab) BPJAMSOSTEK Jakarta Mangga Dua Eny Purwatiningsih, mengatakan pihaknya memvalidasi data kepesertaan sesuai dengan persyarakan pemerintah sebagai penerima program bantuan subsidi upah yaitu tenaga kerja dengan upah di bawah lima juta rupiah.

”Hingga hari ini nomor rekening yang sudah terkumpul mencapai 57.519 calon penerima BSU. Data tersebut masih bisa bertambah, mengingat masih adanya waktu bagi peserta BPJAMSOSTEK untuk melaporkan data calon penerima,” ucapny Eny

Eny menambahkan, BSU yang diberikan pemerintah ini dalam rangka mendukung percepatan ekonomi nasional di masa pandemi Covid-19. Dia mengingatkan kepada HRD perusahaan agar dapat mengirimkan nomor rekening peserta dengan begitu penyaluran bantuan tahap pertama pada awal September mendatang dapat terlaksana secara maksimal.(dni/mdo)



Apa Pendapatmu?