Alexa Metrics

Wali Kota Jaktim Serahkan Santunan BPJAMSOSTEK Rp42 Juta ke Ahli Waris Anggota PPSU

Wali Kota Jaktim Serahkan Santunan BPJAMSOSTEK Rp42 Juta ke Ahli Waris Anggota PPSU MANFAAT- Kakacab BPJAMSOSTEK Jakarta Rawamangun Aland Lucy Patitty (kiri) bersama Wali Kota Jaktim M. Anwar (kedua kiri) usai penyerahan santunan program JKM anggota PPSU, di Kelurahan Cipinang Muara, Jatinegera, Jaktim, Jumat (28/8/2020).FOTO:IST

indopos.co.id – Wali Kota Jakarta Timur (Jaktim) M. Anwar menyerahkan santunan program Jaminan Kematian (JKM) anggota PPSU (Penanganan Prasana dan Sarana Umum) Kelurahan Kampung Melayu Yanuar Tirza yang meninggal karena sakit. Santunan JKM secara simbolis diserahkan kepada istri/ahli waris almarhum, Nuripah, di halaman Masjid Baitul Hakim RW 12, Kelurahan Cipinang Muara, Jatinegara, Jaktim, Jumat (28/8/2020).

”Kami turut berduka. Semoga santunannya bermanfaat untuk keluarga yang ditinggalkan,” ujar M. Anwar kepada Nuripah di sela-sela acara Pembinaan Gugus Tugas Terbaik dalam Percepatan Penanganan Covid-19 dan Penyerahan Sertifikat PTSL Kota Administrasi Jakarta Timur. Hadir unsur Musyawarah Pimpinan Kota Jakarta Timur dalam acara tersebut.

Kepala Kantor Cabang (Kakacab) BPJAMSOSTEK Jakarta Rawamangun Aland Lucy Patitty, mengatakan sudah menjadi kewajibannya untuk memberikan hak peserta BPJAMSOSTEK. Termasuk penyerahan santunan JKM almarhum Yanuar kepada ahli warisnya tersebut.

”Penyerahan manfaat BPJAMSOSTEK secara simbolis melalui pejabat negara dalam hal ini Bapak Wali Kota Jakarta Timur sangat penting. Selain memberikan hak kepada peserta atau ahli warisnya juga membawa pesan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya menjadi peserta BPJAMSOSTEK,” ungkapnya.

Seperti manfaat santunan JKM tentu akan sangat membantu keluarga yang ditinggalkan almarhum. ”Apalagi situasi lagi pandemi seperti betapa beratnya perekonomian masyarakat terutama yang menengah ke bawah, apalagi kalau sang pencari nafkanya meninggal dunia,” ungkap Lucy.

Menurut Lucy, salah satu manfaat yang sangat besar dari program BPJAMSOSTEK adalah Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK). Peserta yang kecelakaan kerja akan diberikan fasilitas pemulihan di rumah sakit tanpa batasan biaya dan tanpa batasan waktu perawatan sampai sembuh alias unlimited. ”Sudah banyak petugas PPSU di Jakarta Timur ini yang merasakan dari manfaat JKK. Ketika dirawat di rumah sakit, peserta maupun keluarga tidak perlu pusing memikirkan biaya pemulihan karena semuanya sudah menjadi tanggungan kami, BPJS Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK),” ungkap Lucy.

Menurutnya, kini segala profesi bisa mendaftar menjadi peserta. ”Termasuk marbot masjid, juga relawan Covid-19, pedagang, dan pekerja apapun bisa mendaftarkan diri secara mandiri ke program BPU (bukan penerima upah). Iurannya sangat murah hanya Rp16.800 perbulan untuk program JKK dan JKM sudah berhak mendapatkan fasilitas jaminan unlimited tadi,” cetusnya.

Sementara itu Nuripah istri almarhum Yanuar Tirza mengatakan suaminya meninggal karena menderita sakit lambung parah. ”Sudah dirawat beberapa hari di rumah sakit suami saya tidak bisa makan karena sakit lambung sampai meninggal,” ungkapnya.

Dia bersyukur atas pemberian santunan BPJAMSOSTEK warisan suaminya itu. Dirinya akan mengelola uang tersebut untuk melanjutkan hidup dirinya bersama anak-anaknya.(dni/mdo)



Apa Pendapatmu?