Agustus 2020, Produksi Pertamina EP Melonjak

indopos.co.id – Pada Agustus 2020, Pertamina EP berhasil meningkatkan produksi melalui empat sumur pengembangan. Yakni yang berada di wilayah kerja Pertamina EP Asset 1 (Sumatera Bagian Utara), Asset 2 (Sumatera Bagian Selatan), Asset 3 (Jawa Bagian Barat) dan Asset 5 (Kalimantan).

“Total tambahan produksi dari empat sumur itu sebesar 7.809 BOPD minyak dan 5,6 MMSCFD gas,” ujar Presiden Direktur Pertamina EP Eko Agus Sardjono, dalam keterangan persnya, Sabtu (29/8/2020).

Sementara itu, sesuai dengan RKAP revisi tahun 2020, sampai dengan Juli 2020 produksi minyak Pertamina EP mencapai 80,3 MBOPD. Atau 99,6 persen dari target dan produksi gas sebesar 866 MMSCFD atau 95 persen dari target.

Eko mengatakan, pencapaian di tengah Pandemi COVID-19 bukanlah yang mudah dilaksanakan. Pertamina EP terus melakukan usaha terbaik untuk memenuhi target produksi. “Dengan tetap mengedepankan HSSE serta penerapan protokol COVID-19. Sehingga tetap dapat berkontribusi secara aman dan optimal,” ujarnya.

Baca Juga :

Inikah Cara Menteri BUMN Sindir Ahok?

Eko menjelaskan, Samboja (SBJ)-345 merupakan sumur pengeboran baru di wilayah kerja Pertamina EP Asset 5 Sangasanga Field yang ditajak pada 25 Juli 2020. Dan dibor hingga kedalaman 1.780 mMD.

Sumur ini menghasilkan produksi sebesar 293 BOPD. Pemboran ini akan menambah produksi Sangasanga Field yang saat ini sebesar 5679 BOPD.

Baca Juga :

Masuk Babak Baru, Pertamina Lakukan Ini

Upaya pemenuhan target melalui pengeboran baru lainnya berasal dari sumur JAS-016ST. Struktur Jatiasri Komplek, wilayah kerja Pertamina EP Asset 3 Subang Field yang ditajak pada 27 Juli 2020 hingga kedalaman 3121 mMD. Menghasilkan 906 BOPD yang akan menambahkan produksi minyak Subang Field yang saat ini sebesar 4500 BOPD.

“Sementara produksi gas Subang Field saat ini sebesar 171.8 MMSCFD,” ujar Eko

Sumur pengembangan lain yang berhasil dilakukan pengeboran yaitu sumur Talang Jimar (TLJ)-250, di wilayah kerja Pertamina EP Asset 2 Prabumulih Field. Yang menghasilkan produksi minyak sebesar 495 BOPD. Hasil ini akan menambahkan produksi minyak Prabumulih Field menjadi sebesar 8.960 BOPD.

Sumur pengembangan RNT-456 yang berada di wilayah kerja Pertamina EP Asset 1 Rantau Field telah ditajak pada 5 Agustus 2020. Dengan kedalaman 1.273 mMD. Sumur menghasilkan produksi minyak sebesar 582 BOPD. Hasil ini akan menambah produksi Rantau Field yang saat ini sebesar 2927 BOPD.

Eko menyampaikan apresiasinya terhadap semua pihak yang mendukung dan bekerjasama agar Pertamina EP dapat mencapai target-target yang disepakati.

“Kami sangat mengapresiasi dukungan dan kerjasama yang sangat baik dari SKK Migas, dan dukungan dari internal Pertamina maupun eksternal,” pungkasnya.(dai)

Komentar

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.