Alexa Metrics

PPSU dan PJLP Pemprov DKI Juga Calon Penerima Bantuan Subsidi Upah

PPSU dan PJLP Pemprov DKI Juga Calon Penerima Bantuan Subsidi Upah TAMBAHAN MANFAAT-Peluncuran pencairan Bantuan Subsidi Upah (BSU) gelombang pertama di Istana Negara dipatau secara daring dari Kantor Cabang BPJAMSOSTEK Jakarta Mampang.FOTO:IST

indopos.co.id – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK) Cabang Jakarta Mampang dan Kantor Cabang Penghubung (KCP) Pasar Minggu menyerakan data nomor rekening calon Bantuan Subsidi Upah (BSU) hingga akhir Agustus ini. Data tersebut yang memenuhi persyaratan yaitu upak peserta pekerja formal atau penerima upah (PU) di bawah Rp5 juta.

Selanjutnya, dilakukan penyaluran (tranfer) gelombang pertama ke masing – masing rekening pekerja penerima BSU senilai Rp1,2 juta untuk September dan Oktober 2020. BSU tersebut bernilai Rp600 ribu per bulan untuk satu pekerja. Bantuan dari pemerintah tersebut di cairkan selama empat bulan, atau tiap pekerja bisa mendapatkan total Rp2,4 juta.

Kepala Kantor Cabang (Kakacab) BPJAMSOSTEK Jakarta Mampang Ali Mugni T., mengatakan pemerintah memperpanjang dua tahap masa pendataan nomor rekening seluruh peserta pekerja formal atau penerima upah (PU) sampai dengan pertengahan September 2020

Menurut Ali, Kantor Cabang BPJAMSOSTEK Jakarta Mampang dan Kantor Cabang Penghubung Jakarta Pasar Minggu mendata seluruh peserta PU, termasuk, peserta pekerja non-ASN Pemprov DKI seperti anggota PPSU (penanganan prasarana dan sarana umum) dan pekerja PJLP (penyedia jasa lainnya perorangan) dari seluruh wilayah Kecamatan Mampang dan Kecematan Pasar Minggu. juga PJLP dari Sudin Sudin Perhubungan Jakarta Selatan,” cetus Ali, di Jakarta, Sabtu (29/6/2020).

Ali memastikan pihaknya mendata seluruh peserta BPJAMSOSTEK yang memenuhi kriteria calon penerima BSU yang ditetapkan permenaker yaitu: WNI yang memiliki NIK, pekerja penerima upah yang terdaftar aktif di BPJAMSOSTEK pada Juni 2020. Gaji atau upah pekerja yang dilaporkan perusahaan dan tercatat pada BPJAMSOSTEK di bawah Rp5 juta, memiliki rekening bank.

Menurut Ali validasi nomor rekening peserta BSU calon penerima pada dasarnya tidak mengalami kendala yang berarti. Pihaknya tinggal berkoordinasi dengan perwakilan perusahaan-perusahaan peserta yang selama ini terjalin hubungan yang baik. ”Update data cukup dilakukan dengan mengakses aplikasi SIPP (Sistem Informasi Pelaporan Peserta) online dari HRD perusahaan dan hanya sebagian yang dilakukan secara manual,” ucapnya.

Ali mengatakan, BSU tersebut hanya merupakan salah satu manfaat tambahan dari kepesertaan BPJAMSOSTEK khususunya untuk membantu perekonomian peserta yang terdampak Covid-19. Sedangkan banyak manfaat-manfaat tambahan lainnya, seperti manfaat beasiswa sampai perguruan tinggi bagi anak peserta yang meninggal dunia, manfaat KPR bersubsidi, manfaat kembali bekerja bagi peserta yang kecelakaan kerja, dsb. ”Sedangkan manfaat-manfaat tambahan itu tidak mengurangi sedikitpun dari manfaat program utama BPJAMSOSTEK seperti Jaminan Kecelakaan Kerja, Jaminan Kematian, Jamintan Hari Tua, dan Jaminan Pensiun,”cetus Ali.

Ali berharap selama terdampak Covid-19 memang perlu ada program BSU. Menurutnya, BSU ke depannya tidak hanya untuk pekerja formal saja, tetapi juga kepada pekerja informal atau Bukan Penerima Upah (BPU) yang juga memerlukan bantuan dari pemerintah, yang jumlahnya tdk sedikit, bahkan lebih banyak dari pekerja penerima upah (PU). ”Karena dampak pandemi Covid-19 ini merata untuk seluruh kalangan, baik pekerja formal dan terlebih untuk informal yang sangat merasakan dampaknya, saya rasa juga perlu dibantu dengan insentif ini karena kami lihat sendiri banyak usaha mereka sepi bahkan terpaksa tutup akibat dampak pandemi selama masa PSBB (pembatasan sosial bersekala besar),” ungkapnya.(dni/mdo)



Apa Pendapatmu?