Alexa Metrics

Jaga Kepercayaan Pelanggan dengan Produk Bergizi dan Layanan Terbaik

Jaga Kepercayaan Pelanggan dengan Produk Bergizi dan Layanan Terbaik Hari Pelanggan Nasional merupakan momen penting bagi PT Frisian Flag Indonesia (FFI) untuk terus menjaga kepercayaan pelanggan dengan menyediakan produk bergizi dan layanan terbaik.

indopos.co.id – Corporate Affairs Director PT Frisian Flag Indonesia (FFI), Andrew F. Saputro mengatakan, Hari Pelanggan Nasional merupakan momen penting bagi FFI untuk terus menjaga kepercayaan pelanggan dengan menyediakan produk bergizi dan layanan terbaik.

“FFI terus berinovasi untuk memproduksi minuman susu berkualitas untuk menjadi favorit keluarga serta meningkatkan layanan agar pelanggan mudah mendapatkan produk kami, terutama di masa ini,” ujarnya kepada INDOPOS melalui keterangan tertulis, Sabtu (29/8/2020).

Meskipun masyarakat dihadapkan pada keterbatasan mobilitas dengan adanya adaptasi kebiasaan baru (AKB), produk-produk FRISIAN FLAG® tetap mudah diperoleh agar pelanggan dapat terus menyediakan minuman bergizi untuk diri dan keluarganya.

Hampir semua negara di dunia termasuk Indonesia saat ini masih menghadapi krisis kesehatan masyarakat sejak pandemi Covid-19 merebak di awal tahun 2020. Situasi ini telah mengubah kebiasaan masyarakat dalam menyikapi kesehatan diri dan keluarga, beraktivitas di luar rumah, hingga bertransaksi yang mempengaruhi berbagai aspek kehidupan termasuk dunia layanan pelanggan.

Menurut laporan ‘Tinjauan Big Data 2020 terhadap Dampak COVID-19’ oleh Badan Pusat Statistik (BPS), penjualan daring (online) di Indonesia pada Februari-Juli 2020 meningkat tajam dibanding penjualan pada Januari 2020.

Penjualan daring di Indonesia melonjak 320 persen di Maret 2020 dan 480 persen di April 2020. Jumlah ini jika dibandingkan dengan penjualan daring di awal tahun. Menurut lembaga survei konsumen Nielsen, 30 persen konsumen merencanakan untuk lebih sering berbelanja secara online sejak Pandemi COVID-19 merebak.

Hal ini sejalan dengan riset Departemen Ilmu Keluarga dan Konsumen, Fakultas Ekologi Manusia, IPB pada 1.126 keluarga di 27 provinsi di Indonesia pada Mei 2020, yang mengindikasikan peningkatan frekuensi pembelian online meningkat pada 35.3 persen keluarga Indonesia.

Selain itu, alokasi pengeluaran keluarga juga meningkat pada pangan pokok sebesar 61.1 persen, perlengkapan kesehatan dan sanitasi/kebersihan sebesar 76 persen serta vitamin/suplemen sebesar 55 persen.

Selanjutnya, dalam sebuah jurnal yang diterbitkan konsultan manajemen multinasional McKinsey, diisyaratkan kecenderungan konsumen yang menomorduakan harga dan lebih mementingkan nilai produk di masa Pandemi. Hal ini menunjukkan sikap konsumen yang mengutamakan manfaat khususnya yang menyangkut aspek kesehatan.

Senada dengan hasil survei tersebut, Dosen Departemen Ilmu Keluarga dan Konsumen IPB, Dr. Megawati Simanjuntak, SP, M.Si mengatakan, produk kesehatan seperti makanan sehat, suplemen, minuman kaya gizi seperti susu dan yoghurt menjadi barang yang paling dicari, karena saat ini konsumen lebih fokus pada produk-produk yang memiliki nilai bagi kesehatannya.

“Di sini konsumen harus lebih cerdas ketika memutuskan berbelanja produk-produk ini secara daring, dan jeli memperhatikan dan memahami produk yang ditawarkan penjual,” tuturnya.

Apabila ada masalah dalam transaksi barang dan jasa, konsumen dapat membuat pengaduan langsung ke pelaku usaha. Namun jika tidak mendapat tanggapan, konsumen dapat mengadu kepada lembaga-lembaga perlindungan konsumen yang ada.

Sementara, Psikolog Keluarga, Ajeng Raviando juga mengatakan, saat ini terjadi perubahan perilaku konsumen yang tercermin dari keputusannya membeli kebutuhan sehari-hari. Konsumen sangat berhati-hati dalam mengambil keputusan dan menjadikan risiko kesehatan sebagai pertimbangan utama.

“Perubahan perilaku konsumen ini dilihat dalam tiga perspektif pengambilan keputusan, yaitu rasional, eksperiensial, dan behavioral. Asupan bergizi, produk-produk sanitasi dan perlengkapan olahraga menjadi prioritas masyarakat di saat ini,” sebutnya.

Ketua Pusat Kajian Gizi dan Kesehatan (PKGK) FKM Universitas Indonesia Ir. Ahmad Syafiq, M.Sc. Ph.D mengatakan, meningkatnya kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan diri dan keluarga merupakan sebuah perubahan positif.

“Di tengah AKB (adaptasi kebiasaan baru), masyarakat mau tidak mau harus beradaptasi dan terus mencari informasi tentang kesehatan termasuk gizi. Dalam situasi seperti ini muncul kesadaran mengenai pentingnya menjaga imunitas tubuh sebagai hal yang utama dengan secara teratur mengasup makanan bergizi,” bebernya.(mdo)



Apa Pendapatmu?