Alexa Metrics

DPRD DKI Terbelah Sikapi Rencana Pembukaan Bioskop

DPRD DKI Terbelah Sikapi Rencana Pembukaan Bioskop Ilustrasi operasional bioskop di masa pandemi COVID-19. (Foto: ANTARA)

indopos.co.id – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan segera membuka operasional bioskop. Keputusan itu dicetuskannya usai berdiskusi dengan Tim Pakar Satgas Penanganan COVID-19 dan kementerian terkait.
Ketua DPRD DKI Prasetio Edy Marsudi mendukung rencana Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tersebut meski di tengah masa pandemi COVID-19. “”Setuju dibuka, semua pengusaha pasti punya karyawan dan mereka punya keluarga, jadi kita harus manusiawi juga,” kata Prasetio Edy Marsudi di Jakarta. Prasetyo menegaskan jika pembukaan bioskop dilakukan, pengelola harus menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

”Silakan protokol kesehatan dijaga, misalkan,  kapasitas 100 orang, tetapi dibuka hanya untuk 30 orang saja,” kata Prasetyo. Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta Zita Anjani meminta Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menunda pembukaan kembali bioskop di tengah masa pandemi Corona Virus Desease 2019 (COVID-19).

”Ya kalau saya saran tunda dululah, ini kita sedang berjuang melawan COVID-19, bukan sedang enak-enakan,” kata politisi PAN itu. Zita meminta semua pihak untuk saling menahan diri karena semuanya saling berkorban demi pandemi ini.

”Kalau ada satu pihak yang merasa paling terdampak, bagaimana dengan dunia pendidikan kita, terlebih anak-anak yang sudah hampir enam bulan tidak bisa bersekolah. Kalau bioskop mau buka, apa urgensinya?,” kata lulusan University College London Jurusan Public Policy ini.

Meski demikian, Zita memandang hal tersebut kembali lagi merupakan wewenang dari Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Namun dia mengharapkan untuk semua pihak saling mengesampingkan ego. ”Kembali lagi, wewenang di Gubernur. Cuma saya kok teringat waktu itu Pak Anies bilang mengambil keputusan based on data,” katanya.

Sekarang datanya menunjukkan positivity rate 10 persen di DKI. Gubernur DKI pernah bilang tidak akan segan untuk tarik emergency break. “Mudah-mudahan masih ingat ya dengan apa yang disampaikan,” kata Zita.

Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDI Perjuangan Hardiyanto Kenneth mendukung keputusan Gubernur DKI Anies Baswedan dalam membuka bioskop di ibukota. Namun, ia meminta kepada pengelola bioskop agar mengetatkan protokol kesehatan.

”Saya sangat mendukung bioskop kembali dibuka, tapi secara prinsip tolong ketatkan protokol kesehatan,” lanjut Kent. Dirinya pun menyarankan agar Pemprov DKI rajin-rajin dalam memeriksa bioskop yang sudah mulai beroperasi seperti penonton dan karyawan bioskop.

”Pemeriksaan secara stimulan, bisa dilakukan oleh Satpol PP atau Petugas Protokol Kesehatan Pemprov DKI, Silakan bioskop dibuka, tetapi saran saya food court atau yang menjual makanan di lokasi bioskop tetap harus ditutup, sangat tidak di anjurkan jika melakukan kegiatan makan atau minum di dalam bioskop, pengunjung pada saat menonton harus tetap memakai masker dan lokasi duduk wajib di buat selang seling serta volume pengunjung bioskop harus hanya 60 persen. lebih baik daripada bioskop tidak buka sama sekali,” ungkapnya.

Ia mendukung bioskop kembali dibuka dikarenakan bisa mengurangi dampak Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) akibat pandemi COVID-19. Dengan dibukanya operasional bioskop maka karyawannya secara otomatis bisa bekerja kembali. ”Harapan saya semoga perekonomian kita bisa semakin baik, pekerja yang dirumahkan bisa kembali bekerja. Kehidupan kembali berjalan normal, dan penyebaran COVID -19 cepat berakhir,” pungkasnya.

Gubernur DKI Anies Baswedan mengatakan dalam waktu dekat ini kegiatan bioskop di Jakarta akan kembali dibuka dan protokol kesehatan akan ditegakkan. Namun Anies menyatakan dirinya terlebih dahulu akan menyiapkan regulasi secara lengkap dengan memasukkan semua unsur-unsur yang disampaikan Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito.

”Jadi kesimpulan dari pertemuan tadi adalah dalam waktu dekat ini kegiatan bioskop di Jakarta akan kembali dibuka dan protokol kesehatan akan ditegakkan,” kata Anies saat menyampaikan keterangan di Gedung Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BPNB), Jakarta.

Pemprov menerapkan sejumlah aturan diantaranya pemesanan tiket yang semuanya harus dilakukan secara daring dan tidak ada pembelian tiket di lokasi. Pengelola bioskop harus menerapkan 3 M (memakai masker, rajin mencuci tangan dan menjaga jarak) bagi pengunjung dan petugas. Selain itu mengatur antrean masuk dan keluar lewat pintu berbeda.

Selanjutnya mengatur tempat duduk di dalam studio. Penyediaan fasilitas pendukung 3M termasuk penyediaan face shield serta masker bagi pengunjung serta pembersihan teratur dan sesering mungkin.(dni)



Apa Pendapatmu?