Alexa Metrics

Vaksin Lokal Siap Tahun Depan

Vaksin Lokal Siap Tahun Depan Ilustrasi

indopos.co.id – Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional menargetkan uji klinis vaksin merah putih untuk penanganan COVID-19 dilakukan pada awal tahun depan. Jika uji klinis berhasil maka akan dilanjutkan dengan produksi masal vaksin.

“Awal tahun depan dilakukan uji klinis dan dilanjutkan untuk di produksi dalam jumlah banyak,” ujar Menteri Riset dan Teknologi Bambang Brodjonegoro dalam acara swab test gratis dan penyerahan bantuan Mobil Lab Bio Safety di Kantor Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan, Minggu.

Menristek Bambang menuturkan pihaknya telah mengumpulkan informasi mengenai pembuatan vaksin merah putih tersebut. Sebagai perkembangannya, saat ini sudah ada lima perusahaan yang sedang melakukan riset terhadap vaksin merah putih.

“Kita masih menunggu proses riset yang sedang dilakukan oleh lima pihak ini. Kita juga terus menargetkan dalam waktu dekat atau awal tahun depan bisa segera di produksi setelah uji klinis,” paparnya.

Mengenai proses produksi vaksin merah putih, Menteri Bambang menuturkan, ada berbagai pihak yang nantinya dilakukan kerjasama seperti seperti Kalbe Farma dan Sanbe Farma hingga dari swasta. Sebagai tahapan menunggu proses vaksin yang sedang memasuki tahap riset, berbagai upaya pun terus dilakukan oleh pemerintah pusat dan daerah.

Misalnya saja pembuatan alat uji rapid test hingga peluncuran Mobil Lab Bio Safety yang mampu menguji 600 sampel dalam 24 jam.Generasi Kedua Selain vaksin, lanjut Bambang Brodjonegoro, saat ini pihaknya juga sedang mengembangkan generasi kedua alat uji rapid test.

“Inovasi yang sedang dilakukan teman-teman di Kemenristek adal ah pengembangan generasi kedua alat uji rapis test. Dalam generasi kedua ini tentunya akan lebih informatif dan akurat,” ujar Bambang.

Dijelaskannya, Kementrian Riset dan Teknologi saat ini memang berusaha memaksimalkan karya anak bangsa dalam penanganan COVID-19. Dia juga sudah berkomunikasi langsung dengan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo akan hal tersebut.

Salah satu karya terbaru adalah Mobil Lab Bio Safety Level 2 yang dibuat oleh Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). Dari yang sebelumnya mampu menguji 300 sampel hasil PCR test Swab, kini meningkat menjadi 600 sampel dalam sehari.

Inovasi lainnya yang kini dikembangkan adalah pembuatan alat pemeriksaan PCR Test yang akurasinya setara. Lalu ada juga menunggu suplemen peningkatan daya tahan tubuh yang kini masih penelitian di BPOM.

“Inovasi terus kami kembangkan dalam penanganan COVID-19. Berbagai peneliti ter us berupaya maksimal da lam menghadirkan solusi ba gi pandemi ini,” ujarnya.

Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Hammam Riza mengatakan, inovasi yang telah dihasilkan dapat terus dikembangkan seperti halnya Mobil Lab Bio Safety Level 2. Cepatnya penyebaran COVID19 di Indonesia, mendorong peneliti untuk mencari solusi dalam membantu pemerintah. Sejumlah karya yang telah dihasilkan, diharapkan dapat membantu dalam penanganan COVID-19. (ant)



Apa Pendapatmu?