Alexa Metrics

Friksi Messi-Barcelona Kian Tak Bertepi

Friksi Messi-Barcelona Kian Tak Bertepi

indopos.co.id – Tarik ulur dan bongkar pasang strategi. Itulah yang dilakukan Lionel Messi melawan Presiden Barcelona Josep Maria Bartomeu.  Awal pekan lalu, tatkala mengirim permintaan transfer pindah klub via Burofax, Messi enggan bertemu dengan Bartomeu. Padahal, sudah seribu satu usaha dilakukan Bartomeu biar sang ikon mau bertemu, mulai dari mengirim WA, telepon, kirim email, bahkan mengutus orang khusus. Messi menolak. Pada pertengahan pekan lalu pula, Messi kemudian berubah sikap. Ia mau bertemu. Eh, kali ini, giliran Bartomeu yang menolak.

Nah, Minggu (30/8), Messi kembali mengirim pesan ke manajemen Barcelona. Isinya, dia sama sekali tak berniat datang ke klub dan mengikuti tes PCR. Dengan demikian, penolakan itu menambah runcing friksi dengan ‘’sang kepala negara Barcelona’’.

Setelah mengirim permintaan transfer ke kantor Blaugrana melalui burofax, pemain Argentina itu yakin dia bebas dari hukuman. Namun, Barcelona, ​​yang tidak ingin kehilangannya musim panas ini, mengatakan bahwa dia perlu memberi tahu klub tentang keinginannya untuk pergi sebelum 10 Juni untuk dibebaskan dari kesepakatannya. Dengan kata lain Messi dan Bartomeu terkunci dalam permainan catur. Setiap gerakan mengambil taruhannya dan hanya satu orang yang bisa menang. Bartomeu menawarkan untuk mengundurkan diri sebagai presiden jika Messi mengatakan dialah masalahnya. Messi menanggapi dengan tidak muncul untuk tes PCR dan. Sebab, Senin (31/8) Barcelona memulai pramusim.

Kapten Blaugrana merasa seolah-olah dia terpaksa meninggalkan Barcelona. Langkah-langkah Bartomeu sebelumnya tidak bagus – pemecatan Ernesto Valverde, penunjukan Quique Setien dan Eder Sarabia, perencanaan skuad yang buruk dan masa depan yang tidak pasti. Dua bulan lalu, presiden yakin bahwa No. 10-nya akan bertahan di Barcelona untuk sementara waktu. “Dia sangat santai. Saya sudah tidak ragu. Dia akan pensiun di Barcelona, ​​”kata Bartomeu.” Kami memiliki kewajiban untuk memperpanjang kontraknya. “Sejak itu, ada lebih banyak keputusan buruk di pihak klub.

Salah satunya adalah keputusan yang dibuat Ronald Koeman kepada Luis Suarez. Koeman memberi tahu striker itu bahwa dia bukan bagian dari rencananya untuk musim baru. Keputusan mendepak Suarez itu masih dibumbui dengan pernyataan Koeman bahwa Messi sudah kehilangan privilese (hak istimewa) di ruangan ganti. Messi diminta cukup bermain dengan sepenuh hati untuk klub. Ini yang bikin pemain yang sudah 16 musim merumput di Barcelona itu murkanya luar biasa.

Laporan RAC1 yang kemudian dikonfirmasi MARCA menyebutkan, Messi mengatakan kepada Barcelona bahwa dia tidak akan muncul untuk tes virus korona pada hari Minggu. Pasukan Ronald Koeman akan kembali untuk latihan pramusim pada hari Senin menjelang dimulainya kampanye baru.

Sebagai kejutan bagi Barcelona, ​​yang mengharapkan Messi untuk kembali berlatih seperti biasa meskipun perselisihannya terus berlanjut dengan klub. Pemain asal Argentina itu percaya, karena dia telah menyerahkan permintaan transfer resmi, bahwa waktunya di Barcelona telah berakhir. Dia tidak lagi merasa menjadi bagian dari klub. Dia ingin memastikan dia mendapatkan kartu merah yang layak diterimanya di Camp Nou. Barcelona bersikeras bahwa Messi tidak akan bisa pergi musim panas ini kecuali klub lain membayar klausul pelepasan 700 juta euro.

Barcelona sebetulnya sudah tahu Messi akan meninggalkan klub sejak Juli lalu.  ”Tidak terlalu terkejut. Messi dan agennya sudah mengambil keputusan satu setengah bulan yang lalu bahwa ini akan menjadi musim terakhirnya di klub dan mengatakan kepada dewan bahwa dia tidak akan memperbarui kontraknya,’’ kata  salah seorang anggota manajemen.

Barcelona bersikeras bahwa pemain Argentina itu harus menghormati kontraknya. Kalaupun mau pergi, Messi harus bicara dulu. Itu pun waktunya adalah 20 hari sebelum tanggal 10 Juni.  Messi kemudian mengatakan, ia merujuk pada aturan FIFA yang mengatakan, final terakhir menjadi penjadi penanda selesainya sebuah musim.  Liga Champions ditutup dengan pertandingan final pada 23 Agustus. Dengan demikian, itulah akhir sebuah musim. Sebab, musim ini ada jeda 3 bulan karena pandemi Covid-19. Barcelona tidak mau tahu. Klub hanya merujuk dari aturan yang berlaku selama ini dan musimnya berjalan normal.  Di situlah Messi dan Barca berselisih jalan. (*)



Apa Pendapatmu?