BNI Bertugas Mengawal Literasi Keuangan Para Pelaku UMKM

Dorong Ekosistem Kelautan dan Perikanan hingga Hilir

indopos.co.id – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI berkomitmen terus mengembangkan ekosistem Kelautan dan Perikanan hingga hilir. Itu dibuktikan dengan teken Nota Kesepahaman (MoU) antara Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Maritim dan Investasi dengan Perum Perikanan Indonesia (Perindo). BNI hadir memberi solusi layanan perbankan dari hulu ke hilir kepada ekosistem perikanan diinisiasi Kemenko Bidang Maritim dan Investasi.

BNI mendukung penuh kerja sama itu, dengan semangat memajukan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sektor Kelautan dan Perikanan. BNI berperan memberi literasi keuangan berkelanjutan. Mulai pembukaan rekening bagi nelayan, bantuan permodalan baik pada UMKM, korporasi tergabung dalam ekosistem Kelautan dan Perikanan, hingga pendampingan kepada Nelayan dan Pedagang Ikan, serta seluruh UMKM terlibat dalam ekosistem Kelautan dan Perikanan.

Baca Juga :

BNI dan Jenius Saling Lengkapi Layanan

Pada bagian hulu, peran BNI diwujudkan dengan dukungan permodalan bagi korporasi seperti Perum Perindo beserta mitra nelayan binaannya. Dengan begitu, pasokan ikan bagi masyarakat dapat terpenuhi. Dukungan digitalisasi. Nelayan tidak perlu takut kesulitan mencari ikan, memenuhi seluruh kebutuhan melautnya, dan setelah kembali dari melaut telah ada pembeli siap mengambil hasil tangkapan Nelayan.

Pada bagian hilir, BNI berkomitmen membantu permodalan dan pendampingan bagi Agen46 selaku agen Lakupandai (Layanan Keuangan Tanpa Kantor dalam Keuangan Inklusif) BNI, dan UMKM berminat bergabung menjadi outlet penjual ikan seluruh Indonesia secara digital. Langkah itu, perlu untuk lebih memperkenalkan sejumlah produk hasil perikanan kepada masyarakat, dan mendukung program Gemarikan dan Pasar Laut Indonesia.

Baca Juga :

Ini Lima Fungsi Baru Rumah BUMN

Direktur Utama BNI Herry Sidharta, menyebut BNI proaktif mendorong program pemulihan ekonomi nasional. Salah satu upaya menggarap ekosistem sektor Kelautan dan Perikanan. ”Potensi kelautan dan perikanan dapat meningkatkan literasi keuangan. Mengangkat pertumbuhan ekonomi nasional. BNI juga sudah menggarap subsektor kelautan perikanan bidang pengolahan, penangkapan, budidaya, dan garam rakyat,” tegas Herry.

BNI akan terus mengawal pemberdayaan pelaku usaha sektor kelautan dan perikanan. Berbagai inovasi telah BNI lakukan. Mulai kerja sama dengan start up atau fintech bergerak sektor kelautan dan perikanan untuk membentuk closed loop ecosystem, pembentukan klaster-klaster UMKM sektor kelautan dan perikanan, menghubungkan hasil tangkapan nelayan ke pasar e-commerce, dan pasar ekspor.

Baca Juga :

Survei Bank Asing di Jepang, BNI Naik Peringkat

BNI juga menginisiasi sinergi antarlembaga, hingga penggunaan BNI Move atau Mobile Innovation for SME Ecosystem untuk mempermudah akses permodalan secara digital. ”Aplikasi itu, menjadi harapan baru pelaku UMKM termasuk di pelosok, tetap survive, dan berhasil tengah pandemi,” jelasnya.

Pada kegiatan itu, dilakukan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) BNI pada UMKM menjadi outlet penjual ikan di daerah Jabodetabek. KUR itu, menambah portofolio penyaluran KUR BNI tahun ini. Di mana, hingga 31 Juli 2020 KUR disalurkan BNI mencapai Rp9,76 triliun. Menyasar 257.616 penerima KUR seluruh Indonesia. (rmn)

Komentar

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.