Alexa Metrics

Sepak Terjang Prestasi Mahasiswi UI 2020

Sepak Terjang Prestasi Mahasiswi UI 2020 PEMENANG-Sejumlah mahasiswi UI yang berprestasi. Foto: UI for INDOPOS

indopos.co.id- Dizza Aliftsa, mahasiswi Fisip Universitas Indonesia (UI), 2017 dan Jean Nursyahbani Ninkeula, Vokasi UI, 2018 akhirnya menjadi juara dalam Ajang Pemilihan Mahasiswa/i Berprestasi (Pilmapres) UI pada 5 Juni 2020 di Balai Sidang UI, Direktorat Kemahasiswaan.

”Dizza berhasil menjadi Mahasiswi Berprestasi Program S1 UI 2020 mengalahkan 14 mahasiswa lain dari 14 fakultas. Sedangkan Jean berhasil menjadi Mahasiswa Berprestasi UI Program Vokasi mengalahkan tiga peserta vokasi lainnya,” ujar Devie Rahmawati, direktur Kemahasiswaan UI.

”Setelah bersaing dengan wakil dari ratusan mapres dari universitas swasta dan negeri di Indonesia, keduanya saat ini sudah memasuki babak final akhir di tingkat nasional untuk Pemilihan Mahasiswa Berprestasi Indonesia. Di tengah-tengah perjuangan, mereka tetap mengisi aktivitas dengan berbagai kegiatan positif. Para mapres UI ini adalah para mahasiswa yang ‘paripuna’ karena tidak hanya memiliki keunggulan di Bidang Akademik, tetapi juga memiliki kecakapan sosial melalui aktivitas organisasi dan kemasyarakatan. Mereka tidak hanya sibuk membangun portofolio akademik, tapi melakukan aksi nyata bagi masyarakat,” seru Devie.

Dizza Aliftsa dari Program Studi Hubungan Internasional (HI) adalah perwakilan Fisip UI dalam Pilmapres UI 2020. Mahasiswa kelahiran 1999 ini sudah merencanakan akan mengikuti lomba Mahasiswa Berprestasi sejak berada di semester tiga.

Sebelum memutuskan untuk mengikuti Pilmapres UI 2020, lanjutnya, kesibukan menjadi mahasiswi selama tiga tahun cukup beragam. Di tingkat fakultas, Dizza pernah menjadi anggota BEM Fisip UI dan menjadi Project Officer dari Olimpiade Ilmiah Mahasiswa (OIM) Fisip UI. Dia juga mengikuti Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) UI MUN Club, yang membuatnya rajin mengikuti lomba serta konferensi di tingkat nasional, regional, bahkan internasional.

”Saya mengikuti berbagai kompetisi seperti di Bali; Maastricht, Belanda hingga Boston, Amerika Serikat di Harvard University. Selain mengikuti lombanya, saya pun pernah menjabat sebagai Secretary-General di suatu konferensi MUN tingkat regional,” tambah Dizza.

Imbas dari pandemi COVID-19, Pilmapres UI 2020 dilakukan secara daring. Dizza mengaku sedikit kesulitan dalam berpartisipasi. ”Saya baru benar-benar baru melakukan persiapan satu hari sebelum pelaksanaan karena kelanjutan Pilmapres yang mendadak. Tapi untungnya banyak dukungan yang menguatkan saya, termasuk dari kemahasiswaan Fisip. Saya sangat terbantu sekali. Saya sangat bangga menjadi Mapres UI tahun ini karena sudah tujuh tahun lamanya Mapres UI akhirnya kembali terpilih dari program studi saya,” seru Dizza.

Sementara dalam ajang Pilmapres UI 2020 untuk Program Vokasi, diraih Jean Nursyahbani Ninkeula dari Program Studi Administrasi Perkantoran. Berbeda dengan Dizza, alasan Jean mengikuti Pilmapres adalah ingin membuktikan bahwa mahasiswa Vokasi juga dapat berprestasi.

”Singkat cerita dalam pencapaian prestasi, saya ingin menunjukan dan ingin mengubah ‘status quo’ yang melekat pada mahasiswa vokasi, dan ingin menunjukkan bahwa mahasiwa Vokasi dapat berperan nyata, selain capaian akademik di bangku kuliah, selama mahasiswa tersebut memiliki skill, niat dan tekad, maka segalanya menjadi mungkin,” ujar Jean.

Sebelum memutuskan untuk mengikuti Pilmapres, ia sibuk berorganisasi. Jean pernah menjadi bagian dari BEM Vokasi UI dan UKM Maven Pro UI. Ia juga mengikuti kepanitiaan yang ada di Vokasi UI. Jean sendiri sekarang menjadi Asisten Dosen pada mata kuliah ‘Etika Pengembangan Pribadi’ bagi mahasiswa 2019.

Ketika diberi kesempatan untuk menjadi Mapres UI untuk Program Vokasi 2020 Jean mengaku banyak hal yang harus dipersiapkan seperti catatan prestasi akademik, pengalaman organisasi, karya tulis, kemampuan bahasa asing hingga kepribadian.

”Untuk Pemilihan Mapres sendiri ada beberapa prestasi yang saya unggulkan, yaitu capaian akademik serta partisipasi pada berbagai kompetisi baik di level provinsi, regional hingga internasional. Saya pernah meraih juara satu untuk kategori lomba English Presentation Skill dan Indonesia Public Speaking di UNY Jogja. Lalu meraih juara dua pada lomba English Public Speaking di IPB, Universitas Pancasila dan Vokasi UI. Tidak hanya itu, Saya juga menjadi pembicara terbaik dalam Debat Bahasa Inggris di Vokasi UI, hingga meraih juara tiga Debat Bahasa inggris di Olimpiade Ilmiah Vokasi se-Indonesia. Pada kancah regional, saya berhasil menjadi salah satu perwakilan Indonesia sebagai pemimpin muda ASEAN di Malaysia dan Singapura dan juga menjadi Delegasi di Bali Asia International MUN, yang diikuti oleh banyak peserta dari seluruh dunia,” seru Jean.

Setelah kegiatan Pilmapres selesai, sembari menunggu hasil pemilihan di tingkat nasional, kini Jean sibuk dalam mengikuti kegiatan course online, yang disediakan oleh penyelenggara di luar negeri. ”Menurutku walaupun di masa krisis seperti ini, tidak menutup kemungkinan untuk kita menambah wawasan apalagi dengan adanya teknologi penunjang seperti PC/laptop dan internet,” tutupnya. (mdo)



Apa Pendapatmu?