Alexa Metrics

Gara-gara Klaster Industri, Ruang Isolasi di Bekasi Penuh

Gara-gara Klaster Industri, Ruang Isolasi di Bekasi Penuh Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Bekasi Alamsyah. Foto: Deny Iskandar/INDOPOS

indopos.co.id – Pemerintah Kabupaten Bekasi akui jumlah pasien COVID-19 melonjak. Hingga ruang isolasi yang disediakan sudah penuh. Kini, para pasien tanpa gejala diminta menjalani isolasi mandiri.

“Karena tinggi kasusnya terutama penyebaran dari klaster industri,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bekasi, Alamsyah, Selasa (1/9/2020).

Sejauh ini, kata dia, sudah ada dua tempat isolasi yang disediakan. Pertama di Balai Pelatihan Kesehatan dan Wisma Mahasiswa Presiden University Cikarang. “Kedua tempat isolasi itu ada sekitar 130 tempat tidur,” katanya.

Untuk itu, Alamsyah berharap, para pasien Covid-19 tanpa gejala untuk menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing. Lalu, untuk pasien yang memiliki gelaja akan diminta melakukan isolasi di rumah sakit rujukan. “Karena klaster industri menjadi penyebaran baru,” jelasnya.

Sebelumnya, penyebaran virus corona di kawasan industri terus bertambah. Jumlahnya, sudah ada 3 perusahaan yang teridentifikasi karyawannya positif corona.

Ketiga perusahaan itu, PT LG Elekronik, PT Suzuki dan PT NOK. Untuk PT NOK yang memproduksi sparepart mobil itu baru diketahui pada pekan lalu sebanyak 88 orang.

Data yang diunggah di situs pikokabsi.bekasikab.go.id mencatat kasus kumulatif positif mencapai 1.016. Dan untuk yang sembuh sebanyak 687 orang. Lalu, 38 orang meninggal, 26 dirawat di rumah sakit. Dan 265 orang di isolasi mandiri.(dny)



Apa Pendapatmu?