Alexa Metrics

Beri Teguran Kepala Daerah yang Abai Protokol Kesehatan, Pilkada Watch Apresiasi Kemendagri

Beri Teguran Kepala Daerah yang Abai Protokol Kesehatan, Pilkada Watch Apresiasi Kemendagri Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian pada Rapat Koordinasi melalui konferensi video dalam rangka Meningkatkan Efektivitas Pencegahan dan Pengendalian COVID-19. Selain itu dibahas juga terkait realisasi APBD Tahun Anggaran 2020 dan Pilkada Serentak 2020 yang dilaksanakan secara maupun virtual zoom, Gedung B Lt. 2 Kemendagri, Jakarta Pusat, Kamis (27/8/2020).

indopos.co.id – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melayangkan surat teguran kepada dua orang Kepala Daerah. Hal itu lantaran keduanya telah mengabaikan aturan penerapan protokol kesehatan COVID-19. Ketegasan Kemendagri tersebut mendapatkan apresiasi dari Pilkada Watch.

“Kami mengapresiasi Kemendagri memberi teguran keras kepada Calon Kontestan Pilkada yang melanggar protokol kesehatan. Dimana penerapan aturan Pilkada Serentak dalam rangka perang melawan COVID-19 bukan hanya sekedar wacana,” ujar Direktur Eksekutif Pilkada Watch, Wahyu A Permana melalui keterangan tertulis, Selasa (1/9/2020).

Lebih lanjut dia mengatakan, pihaknya meminta jika ada calon Kepala Daerah yang tidak mampu kendalikan massa pendukungnya untuk taat protokol kesehatan, agar diberi sanksi.

Sementara itu, Direktru Jenderal Otonomi Daerah Kemendagri Akmal Malik membenarkan adanya teguran tersebut. Menurutnya, kedua kepala daerah tersebut merupakan petahana yang akan kembali mencalonkan diri dalam Pilkada 2020.

Teguran keras untuk kedua kepala daerah ini terkait dengan kegiatan politik keduanya yang mengumpulkan ribuan massa pendukungnya. Dan banyak menuai sorotan masyarakat. Mendagri pun telah mempelajari kegiatan kedua bupati itu.

Dia pun mengingatkan kepada kandidat calon kepala daerah agar memberikan contoh yang baik kepada masyarakat. “Karena salah satu syarat tahapan Pilkada 2020 dapat dilaksanakan di tengah pandemi COVID-19 adalah wajib menerapkan protokol kesehatan,” pungkasnya.(dai)



Apa Pendapatmu?