Siswa SD Diimunisasi, Bikin Anak Kebal Tiga Penyakit Infeksi

indopos.co.id – Raut wajah bete, takut, cemas tergambarkan kala puluhan siswa Sekolah Dasar (SD) diimunisasi oleh petugas kesehatan di wilayah Jakarta Selatan, Senin (31/8/2020). Melihat jarum suntik itu para siswa SD pun seperti mau mundur tiga langkah.

Para siswa yang diantar oleh orangtuanya sebagian tak mau lepas dengan orangtua. Bahkan, ekspresi wajah ketakutan terlihat ketika dokter mengeluarkan jarum suntik. “Sakit mah, takut jarum suntik,” ketus salah satu siswi yang matanya terpejam dan mengumpat dibalik baju ibundanya ketika akan diberi imunisasi.

Bagaimana tidak, bahkan siswa laki-laki pun ada yang menahan pipis dan ada juga yang terus saja memandangi jarum suntik di lengannya. Namun, rasa lega terlihat dari mimik wajah para siswa ketika dokter usai menyuntik dan mengoles kapas usai imunisasi.

Akan tetapi, ada juga yang memberanikan diri untuk berhadapan langsung dengan jarum suntik. Mungkin saja orangtuanya mengiming-imingi usai disuntik imunisasi akan diberi jajanan ringan.

Baca Juga :

Sekolah di Merauke Tolak Imunisasi MRP

Sebelum diimunisasi, para siswa yang mengenakan seragam putih merah terlebih dahulu antre sesuai ptotokol jaga jarak.

Sebanyak 85 siswa Sekolah Dasar mengikuti imunisasi di Kelurahan Kuningan Barat, Kecamatan Setiabudi, Jakarta Selatan. Imunisasi tersebut diberikan berbeda kepada para siswa yang saat ini duduk di kelas 1, 2, dan 5.

Lurah Kuningan Barat Agus Muharam mengutarakan bahwa para siswa yang ikut imunisasi berasal dari sekitar kelurahannya.

Mereka terdiri dari beberapa sekolah dan dijadwalkan untuk ikut imunisasi.

“Untuk siswa kelas 1 diimunisasi DT, sedangkan kelas 2 dan 5 diimunisasi TD,” ungkap Agus.

Berdasarkan Informasi, imunisasi DT dan TD nyatanya berbeda, baik dilihat dari fungsi maupun penyebutannya sedikit sama. Imunisasi DT (diphteria tetanus) adalah imunisasi yang diberikan untuk mencegah beberapa penyakit infeksi seperti difteri, tetanus, dan batuk rejan (pertusis).

Sedangkan imunisasi TD Td (tetanus diphteria) merupakan imunisasi lanjutan dari imunisasi DT agar anak semakin kebal dengan ketiga penyakit infeksi tersebut.

Kedua vaksin ini sebenarnya memiliki fungsi yang sama, yaitu mencegah terjadinya penyakit infeksi difteri, tetanus, dan batuk rejan (pertusis).

Namun yang berbeda adalah waktu pemberian serta komposisi dosisnya.

Rincian siswa yang mendapatkan vaksin imunisasi terdiri dari 23 murid kelas 1, 30 murid dari kelas 2 dan 32 murid dari kelas 5.

Agus menambahkan setiap sekolah nantinya akan kebagian giliran untuk imunisasi. Karena giat tersebut akan menimbulkan kerumunan massa, pihaknya membatasi siswa dan tetap mengedapankan protokol COVID-19.

“Kita batasi agar tidak berjubel. Kemudian protocol covid juga kita kedepankan. Ada petugas yang memeriksa suhu, mereka harus cuci tangan sebelum masuk ke area kelurahan, dan tetap menggunakan masker saat kegiatan berlangsung,” tutup Agus. (ibl)

Komentar

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.