Alexa Metrics

Pandemi COVID-19 Belum Berakhir, Tetap Kreatif Berjuang Terus

Pandemi COVID-19 Belum Berakhir, Tetap Kreatif Berjuang Terus Sejumlah fashion show di ibu kota mulai menunjukan pergerakan. Nampak ajang perhelatan Jakarta Fashion Weeks series mencari ikon terbaik di Senayan City, Jakarta pusat.

indopos.co.id – Suasana duka masih menyelimuti dunia kreatif ibu kota. Belum berakhirnya pandemi COVID-19 membuat para kreator harus berpikir jeli dalam melahirkan karya.

Tak sekadar untuk mempertahankan talenta, mereka harus berpikir keras agar dunia kreatif tak tergerus pandemi yang Masih belum menemukan titik terang.

Bukan hanya bagi dunia kreatif di bidang musik, kuliner, dan bisnis. Para perancang busana yang lahannya kreatifnya mulai hilang Itu harus berpikir jeli dalam melihat pasar.

“Itulah tantangan dunia fashion. Terus berjuang jangan menyerah,” ujar Perancang Busana Modest Indonesia Rosie Rahmadi melalui virtual jumps pers ‘Global Talents Digital’.

Rosie mengakui, pandemi memang membuat para insan kreatif harus beradaptasi dengan fase new normal. Mereka harus bisa melihat peluang dan celah agar karya-karya mereka tetap ‘berkibar’.

“Di sini kita bisa memanfaatkan semua peluang, tak hanya di tanah air, tapi di dunia international,” papar dia.

Mengusung koleksi Kalopsia dalam ajang Global Talent Digital 2020, Rosie mencoba menunjukan celah melalui Russia Fashion Council pada 4-6 September.

Kalopsia diambil dari istilah Yunani yang berarti khayalan, segala sesuatu tampak lebih indah dari yang sebenarnya.

“Seperti sebuah delusi yang Indah di depan, tetapi di balik itu semua ada sesuatu yang sangat mendesak untuk mengurangi konsumerisme berlebihan dan impact limbah fashion yang begitu banyak,” kata Rosie.

Rosie mengatakan, koleksi Kalopsia terinspirasi dari konsep boneka kertas yang sering dimainkan semasa kecilnya. Model permainan tersebut kemudian mendatangkan ide baru bagi Rosie untuk padu-padan busana dengan satu busana.

“Dulu, aku suka main mix and match boneka kertas. Kita jadi lebih kreatif menciptakan berbagai gaya baru dengan satu atau beberapa item,” ungkap dia.

Multifungsi merupakan salah satu strategi konsep sustainable yang mampu membuat sebuah pakaian dapat memiliki fungsi dan style yang berbeda-beda sehingga memberikan daur hidup pakaian yang lebih panjang.

Dengan demikian, pengguna diharapkan tidak cepat jenuh dengan produk dan otomatis menunda pembuangannya.

“Jadi sama halnya dengan konsep boneka kertas saat kecil dulu, satu item yang kita gunakan bisa di-styling sedemikian rupa dan dapat digunakan untuk berbagai gaya dan suasana,” kata Rosie.

Kalopsia menggunakan warna dengan tone natural dengan bahan utama linen, katun dan viscose, serta tetap konsisten dengan kenyamanan siluet A line & H line sebagai ciri khasnya.

Beberapa item makrame sengaja didesain bisa dilepas pasang dengan pakaian lain untuk memberikan kesan yang unik. Koleksi ini terdiri dari beberapa produk busana seperti atasan, tunik, palazzo, outer dan dress yang masing-masing bisa berganti fungsi.

“Diharapkan dari Kalopsia ini dapat memberikan inspirasi dan manfaat, bagaimana ketika kita kreatif tidak perlu memiliki banyak pakaian, cukup beberapa helai saja tetapi sangat fungsional untuk berbagai kesempatan sehingga konsumsi atas fashion bisa lebih bertanggung jawab,” tambah Rosie.

Global Talents Digital merupakan acara daring internasional off-season yang diselenggarakan oleh Fashion Futurim Initiative didukung Russian Fashion Council dan Mercedes-Benz Fashion Week Russia.

Acara yang digelar untuk kedua kalinya ini akan mengambil tema Sustainability.

Untuk mendukung perhelatan fashion bergengsi tahun ini, Indonesian Fashion Chamber (IFC) menyertakan lima desainernya, yaitu Gregorius Vici, Aldrè Indrayana-Cota Cota Studio, Rosie Rahmadi, Emmy Thee, dan AM by Anggiasari. (ash)



Apa Pendapatmu?