Alexa Metrics

Warga Cempaka Putih Tengah Kelola Kebun Hidroponik

Warga Cempaka Putih Tengah Kelola Kebun Hidroponik Kebun hidroponik di kawasan Cempaka Putih Tengah, Jakarta Pusat, menjadi percontohan.

indopos.co.id – Di Jalan Cempaka Putih Tengah 33, Cempaka Putih Timur, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Minggu (30/8/2020) pagi, terasa sejuk. Hamparan sayuran yang ditanam dengan sistem hidroponik seraya menyapa mata bagi mereka yang sekadar berkunjung.

Lurah Cempaka Putih Timur Shinta Purnama Sari menceritakan awal terdapat kebun hidroponik. “Awalnya sih karena ada laporan dari warga setempat bahwa kondisi lahan itu digunakan sebagai bengkel dempul cat mobil, bajaj parkir sembarangan, motor dan mobil parkir sembarangan,” ungkap dia kepada INDOPOS.

Perempuan berhijab itu menambahkan, lahan itu biasa digunakan untuk nongkrong-nongkrong tidak jelas dan suka menjadi tempat buang sampah sembarangan. Karena itu, lokasi yang berada di RW 06 dan 04 disulap menjadi kebun hidroponik yang bermanfaat.

Ia mengakui, di lingkungan kelurahan yang dipimpinnya masih ada lokasi yang digunakan untuk mangkal gerobak-gerobak pengepul barang daur ulang. “Pelan-pelan akan kita benahi nantinya,” ungkap dia.

Kebun hidroponik terwujud karena kolaborasi dari pihak swasta, perkantoran, rumah makan, termasuk pribadi. Kemudian ada juga dari pihak Taspen, Kimia Farma, dan Pegadaian. “Kalau PPSU sumbang tenaga,” tambah dia.

Shinta menjelaskan, adanya pengaduan warga soal penyalahgunaan lahan, pihaknya langsung menertibkan dan menata. “Kita kerjakan bersama-sama warga setempat. Warga pun dengan berbagai peralatan bergotong royong dengan alat pacul, cangkul, gunting, sendok semen, tampah, watering can, dan lain-lain,” beber dia.

Tidak hanya itu, untuk pembuatan taman juga ada sumbangsih para pedagang yang ada di Jalan Letjen Suprapto. “Tanpa APBD. Kita sumbangkan tenaga dan pikiran membangun Kampung Hidroponik di RW 06.

Nah, untuk di RW 04 sebenarnya itu pengembangan dari RW 06. Nantinya, akan menjadi cikal bakal Laboraturium Edukasi Hidroponik. Sebagai Pendidikan,” ungkap Shinta.

“Dari PKK dan warga Kemayoran infonya juga akan mau kunjungan kemari,” sambung dia. Jika dari pihak karyawan Taspen ingin pelatihan juga dipersilahkan untuk datang. Di Kampung Hidroponik ada dua penanggungjawab. “Ada petaninya, dengan 8 rak hidroponik,” tambah dia.

Alhasil, kebun hidroponik itu panen perdana. “Panen kangkung dan sawi. Kalau minggu depan panen raya. Bisa dilihat langsung ya,” tutur Shinta.

Ia mengatakan, kbun hidroponik itu menggunakan pengairan dengan pompa listrik. Sebab, pengairan harus dengan PH yang bagus. “Mereka warga bayar resmi listriknya. Karena sistemnya sudah koperasi dari penghasilan internal yang sudah mereka jalani hingga kini,” tutur dia. (ibl)



Apa Pendapatmu?