Alexa Metrics

Messi-Bartomeu, Rusak Citra Sebelanga

Messi-Bartomeu, Rusak Citra Sebelanga

indopos.co.id – Semua fans sepak bola terkejut dengan friksi antara Lionel Messi dan Barcelona. Jika ada hubungan yang tampaknya stabil di dunia sepak bola yang tidak pasti dan ini adalah relasi antara pemain Argentina dan klub Catalan. Itulah refleksi M Carmen Torres, salah satu analis sepak bola dalam kolom khususnya di Marca, Senin (31/8).

Jelas bahwa suatu hari romansa sehebat apa pun pasti berakhir. Tetapi cara mereka berpisah kelewat mengejutkan. Mereka lupa di balik friksi itu, semuanya sama-sama hancur. Terlepas dari siapa pun yang benar, citra pemain dan klub sama-sama turun ke dasar jurang. Buruk. Sangat-sangat buruk.

Apa pun yang dikatakan oleh LaLiga atau juri, jelas bahwa tidak ada yang bisa meremehkan kualitas pemain internasional Argentina itu. Ia salah satu legenda sensasional yang merebut 33 trofi.  Ia ingin meninggalkan Camp Nou dengan cara baik-baik.

Ia telah berada di klub selama 20 tahun dan menghabiskan 16 musim. Ketika ia pergi, seyogyanya ada apresiasi,  ada penghormatan khusus di Camp Nou. Seharusnya ada standing ovation dan derai air mata romansa indah atas semua yang telah dicapai bersama. Sayang, ia mau pergi tidak dengan cara yang semestinya.

Pendek kata, para penggemar mengharapkan perpisahan yang berbeda untuk pemain terbaik dalam sejarah klub.

Mereka berharap memberikan ucapan selamat tinggal di antara senyuman dan air mata bahagia. Semuanya penuh syukur. Penuh ucapan rasa terima kasih. Ia meluangkan waktunya untuk mengumumkan bahwa ia ingin pergi. Ia masih mencari solusi yang bersahabat, tetapi citranya rusak, meskipun ia sendiri tidak menginginkannya.

Untuk kali pertama, ada penggemar Barcelona yang meragukan kecintaannya pada klub – sesuatu yang tidak terpikirkan beberapa minggu sebelumnya. Citra Barcelona juga akan muncul dari ini dalam kondisi yang buruk, meskipun LaLiga telah berpihak pada mereka, atau hakim, atau siapa pun.

Barcelona harus membiarkan Messi melakukan apa yang ia inginkan. Saya mengatakan bahwa mereka seharusnya melakukan sesuatu secara berbeda. Saya berbicara tentang bagaimana mereka melakukan sesuatu, yang sebenarnya tidak terlalu modern.

Kontrak akan membuktikan yang satu benar, pasti, tetapi klub juga merevisi kontrak dan mencoba melanggarnya ketika itu cocok untuk mereka. Selain itu, niat baik dan dialog dari superbintang mereka juga harus diperhitungkan, bukan membiarkan dan mempertajam friksi dan merasa syok kuasa.

Yang pertama adalah mengulurkan tangan, lalu berjalanlah di karpet merah, bukan lagi soal siapa yang benar atau salah. Seperti di banyak perpisahan, kedua belah pihak memiliki alasan untuk mempertahankan posisi mereka, yang penting adalah citra Messi tidak lagi bersih bagi beberapa penggemar yang, sampai beberapa hari yang lalu, memujanya seperti dewa, dan bahwa Barcelona telah menuliskan fakta yang jelek lainnya.

Barcelona kerap memberikan perpisahan yang manis bahkan sangat monumental.  Artinya, ada perpisahan yang berakhir dengan persahabatan. Sangat sedikit, tapi ada. Fans Barcelona mengharapkan hal ini terjadi dengan Messi. Sekarang, jika tidak ada yang menghentikannya, perasaan itu akan ditentukan oleh hakim.  Artinya, friksi ini akan berakhir di pengadilan. Messi dan Barcelona harus mengakhiri hubungan baik tentang seberapa banyak mereka telah melakukan prinsip do ut des yaitu saling memberi dan sama-sama menerima. (*)



Apa Pendapatmu?