Alexa Metrics

Bangun Tugu Peringatan COVID-19, Gugah Kesadaran Masyarakat

Bangun Tugu Peringatan COVID-19, Gugah Kesadaran Masyarakat Warga melintasi replika peti mati dan papan imbauan waspada COVID-19 di Pasar Tanah Abang, Jakarta, Selasa (1/9/2020). Pemprov DKI Jakarta memasang replika peti mati dan papan himbauan waspada COVID-19 di sejumlah lokasi karena DKI Jakarta masih menjadi wilayah tertinggi penyebaran COVID-19 nasional. (Foto: ANTARA)

Indopos.co.id – Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan mengapresiasi keberadaan Tugu Peringatan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) di lima wilayah DKI Jakarta. Tak terkecuali di kawasan Danau Sunter Selatan, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (1/9/2020). Diharapkan dengan adanya tugu ini, masyarakat semakin sadar untuk selalu disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan.

“Saya ingin apresiasi kepada warga, RW (Rukun Warga) 014, Kelurahan Sunter Jaya, Tanjung Priok, Jakarta Utara yang memiliki inisiatif memasang tugu peringatan COVID-19,” ujar Anies

Anies di Kawasan Danau Sunter Selatan, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (1/9/2020) Tugu peringatan itu, sambung Anies, bertujuan sebagai pengingat masyarakat untuk disiplin menerapkan protokol kesehatan berupa 3M (memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan).

Sehingga bisa menekan angka masyarakat paparan COVID-19. “Tugu peringatan adalah untuk mengingatkan. Mudah-mudahan semakin banyak masyarakat yang disiplin (protokol kesehatan). Semakin sedikit masyarakat yang terpapar COVID-19 dan Kota kita (DKI Jakarta) bisa terbebas dari COVID-19,” tandas dia.

Wali Kota Jakarta Utara Sigit Wijatmoko mengungkapkan, Tugu Peringatan COVID-19 itu merupakan inovasi hasil kolaborasi masyarakat, khususnya Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 tingkat RW, stakeholder, pemerintah, TNI-Polri, dan unsur masyarakat lainnya.

Sigit Menyebut, tugu peringatan itu menjadi pengingat bagi warga untuk selalu waspada dan disiplin menerapkan protokol kesehatan, terlebih kawasan Danau Sunter Selatan ini ruang publik yang kerap didatangi banyak pengunjung.

“Selama ini, kami (pemerintah) sering berdiskusi dengan Gugus Tugas tingkat RW. Mereka mengusulkan adanya suatu pengingat bagi masyarakat agar disiplin menerapkan protokol kesehatan di setiap aktivitasnya,” kata dia.

Sekadar diketahui, Tugu Peringatan COVID-19 di kawasan Danau Sunter Selatan dibuat menyerupai peti mati dengan penambahan papan informasi terkini kasus COVID-19 di Kecamatan Tanjung Priok. Di kedua sisi tugu juga terdapat patung petugas medis berpakaian hazmat dan ondel-ondel hasil daur ulang ban bekas.

Penyintas COVID-19 Satria menganggap inovasi pemasangan Tugu Peringatan COVID-19 di kawasan Danau Sunter Selatan tepat sasaran. Mengingatkan warga untuk lebih waspada terhadap penyebaran COVID-19.

“Pemasangan Tugu Peringatan COVID-19 di sini tepat sekali. Di sini (Kawasan Danau Sunter Selatan) akhir pekan ramai berkumpul masyarakat entah dari mana. Ini bisa menyadarkan masyarakat untuk mengikuti protokol kesehatan,” tambah Satria.

Dia juga menceritakan, kisah yang dialaminya saat dinyatakan positif terpapar COVID-19. Dirinya terpaksa harus menjalani isolasi di Rumah Sakit Darurat Penangan COVID-19 Wisma Atlet selama 14 hari. Selama dalam penanganan tim medis, dia diwajibkan menjalani protokol kesehatan hingga meminum vitamin dan obat agar sembuh dari COVID-19.

“Selama di Wisma Atlet, saya sehari tiga kali diberi vitamin dan obat lainnya. Selama 14 hari di sana hingga akhirnya tes swab negatif,” ungkap dia.

Sebelum terpapar COVID-19, sambung Satria, dirinya tergolong masyarakat yang tidak disiplin menerapkan protokol kesehatan. Bahkan, masker gratis yang diterimanya pun enggan digunakan hingga akhirnya terpapar. “COVID-19 tidak hanya menyerang fisik tapi mental juga diserang.

Saat kembali ke masyarakat, mereka tidak langsung menerima. Bahkan, saya kemana-mana harus bawa surat sehat dari Rumah Sakit. Tapi akhirnya sekarang sudah terbiasa lagi di masyarakat,” tukas dia. (ibl)



Apa Pendapatmu?