Alexa Metrics

Bantu Daya Beli Masyarakat, Kadin Apresiasi Program Subsidi Gaji

Bantu Daya Beli Masyarakat, Kadin Apresiasi Program Subsidi Gaji menteri baru

indopos.co.id – Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Rosan Perkasa Roeslani mengapresiasi program subsidi gaji yang diluncurkan pemerintah. Pasalnya, kata dia, program tersebut tidak hanya membantu masyarakat. Namun juga perusahaan dan asosiasi industri.

“Kita mendapat masukan subsidi gaji itu sudah cair di beberapa perusahaan. Program ini sangat membantu kami dan asosiasi industri. Juga membantu daya beli. Hal-hal yang sangat diperlukan buat kita dalam bertahan di tengah Pandemi,” ujarnya saat konferensi pers secara virtual, di Jakarta, Rabu (2/9/2020).

Adapun program bantuan subsidi gaji akan diberikan kepada 15,7 juta pekerja swasta dan pegawai pemerintah non-PNS dengan pendapatan di bawah Rp5 juta. Para penerima harus terdaftar sebagai anggota BPJS Ketenagakerjaan. Mereka akan mendapatkan bantuan sebesar Rp600 ribu per bulan selama empat bulan atau total Rp2,4 juta. Bantuan itu akan dikirim langsung ke rekening calon penerima.

Kadin juga mengapresiasi bantuan tunai untuk usaha mikro. Lebih lanjut Rosan mengatakan, pihaknya mengusulkan kepada pemerintah untuk memberikan stimulus. Hal itu untuk mempercepat penyerapan anggaran. “Selain itu untuk insentif kesehatan, bisa juga digunakan untuk pembangunan RS (rumah sakit). Jadi tidak semua jadi biaya. Tapi jadi investasi,” ujarnya.

Rosan menambahkan, untuk vaksinasi pihaknya berharap segera didapatkan. “Dan diberikan ke rakyat Indonesia, sesuai prioritas,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Erick Thohir mengatakan, pihaknya mengeluarkan progam tambahan untuk mempercepat penyerapan anggaran.

“Yakni dua program. Subsidi gaji dan usaha mikro. Anggaran untuk subsidi gaji Rp37,8 triliun. Sedangkan untuk usaha mikro 28,8 triliun rupiah,” ujarnya.

Tentu, lanjut Erick, ada beberapa program baru lagi. Adapun untuk subsidi gaji, pihaknya sudah punya 14 juta nomor rekening. Subsidi gaji akan diberikan langsung.

“Jadi langsung ke pekerja. Dari 14 juta sebanyak 11 juta nomor rekening sudah valid. Pertengahan September bisa terlewati 13,8 juta. Karena 14 juta (nomor rekening) kita sudah ada. Kami juga minta ke Kadin bantu validasi. Karena ini untuk karyawan,” ujarnya.(dai)



Apa Pendapatmu?