Alexa Metrics

Perempuan yang Tewas Dalam Kardus Tengah Mengandung

Perempuan yang Tewas Dalam Kardus Tengah Mengandung

indopos.co.id -Keluarga Haryati, korban pembunuhan di rumah kontrakan yang dimasukkan kardus di Kampung Kebantenan, Pondok Aren, Tangerang Selatan (Tangsel), berharap polisi segera menangkap Muhamad Nizar.

Pembunuhan itu diduga lantaran kekasih korban ini hendak melepaskan tanggungjawabnya atas kehamilan Haryati. Apalagi, kondisi kandungan korban sudah mencapai tiga bulan.

Hal ini diutarakan sepupu korban, Ruswati, 32. Dia mengatakan, pihak keluarga Haryati berkeyakinan pembunuhan dilakukan Nizar untuk menghindari tanggungjawab atas perlakukannya kepada korban. Apalagi saat itu sepupunya itu tengah hamil tiga bulan bulan.

“Yang pasti kami minta polisi cepat tangkap Nizar. Semua yakin kalau pembunuhan itu karena pelaku mau lepas tanggungjawab atas kehamilan Haryati. Selama ini kan korban selalu cerita sama saya mengenai hubungan mereka. Memang korban mau minta tanggungjawab itu sama Nizar,” katanya usai mendatangi Mapolsek Pondok Aren akhir pekan lalu (29/8).

Tak sampai disana, lanjut Ruswati, Nizar kerap kali menyambangi sepupunya  yang mengontak di Jalan Sukarela, RT 04/13, Kelurahan Paninggilan, Kecamatan Ciledug, Kota Tangerang. Jalinan asmara keduanya pun ditentang keluarga korban lantaran Nizar berstatus suami orang.

Sehingga tanpa sepengetahuan keluarga keduanya menjalin cinta terlarang. ”Sering dimarahin oleh bapak korban. Ya, mungkin mereka diam-diam pacaran, kan status Nizar punya istri. Yang saya tahu pelaku itu mantan pacar korban. Keseringan korban dijemput dan diajak pergi,” paparnya.

Diakui Ruswati lagi, pihak keluarga terakhir melihat Haryati dijemput Nizar menggunakan sepeda motor dari kediamannya di Paninggilan pada Sabtu (22/8). Tanpa sepatah kata pun korban pergi meninggalkan anak dan rumah tanpa berpamitan.

Padahal saat itu salah satu kerabat korban hendak datang untuk mengajaknya bekerja. ”Perginya tidak ngomong-ngomong. Memang agak aneh sih, karena buru-buru sekali. Padahal ada sepupu kami yang mau datang buat ajak korban bekerja,” ucapnya juga.

Karena seharian pergi tidak kunjung pulang ke rumah, lanjut Ruswati, pihak keluarga pun sempat melakukan pencarian dengan menghubungi teman Haryati dan juga Nizar. Apalagi korban berstatus orang tua tunggal dengan seorang anak.

Namun, beberapa hari berselang pihak keluarga menerima kabar jika korban telah dibunuh di sebuah rumah kontrakan.

”Udah hubungi kemana-mana tapi tidak ada yang tahu. Nomor handphonenya udah tidak aktif. Semua kaget pas ada kabar kalau dia dibunuh di Pondok Aren. Makanya kami hanya minta pelaku diberi hukuman serupa dengan perbuatan yang sudah dilakukan sama keluarga kami,” cetusnya.

Diberitakan sebelumnya, warga Kampung Kebantenan, RT 03/08, Kecamatan Pondok Aren, dikejutkan penemuan jasad seorang perempuan di sebuah kontrakan, Selasa (25/8) malam. Penemuan jasad itu berawal beberapa warga mencium bau amis menyengat dari dalam kontrakan tersebut.

Saat pintu didobrak warga, ditemukan Haryati dalam keadaan membusuk dalam sebuah plastik besar dengan mulut dilakban dan terikat di dalam kardus. Warga pun langsung melaporkan temuan jasad perempuan asal Ciledug ini ke Polres Tangsel.

Sementara, Kasat Reskrim Polres Tangsel AKP Muharram Wibisono menuturkan pihaknya belum dapat menyimpulkan motif dari aksi pembunuhan keji tersebut. Sebab proses penyelidikan kasus tersebut masih terus berjalan. Dan perburuan terhadap terduga pelaku pun masih belum mendapatkan titik terang.

”Kami masih mencari keberadaan pelaku. Tim saja masih di lapangan untuk menemukan pelaku. Belum tahu apa motif dari aksi ini, nanti setelah pelaku tertangkap ini dapat dibuktikan,” tuturnya.

Ditambahkan Muharram, pihaknya berjanji akan mengusut tuntas kasus tersebut. Dia pun meminta keluarga korban bersabar karena pihaknya sedang bekerja. Kata dia juga perburuan terhadap pelaku tengah dilakukan ke seputar wilayah Jawa Barat. (cok)



Apa Pendapatmu?