Siswa Raih Prestasi Dunia, Kepala Sekolah di Rangkasbitung Lebak Dimutasi

indopos.co.id – Prestasi membanggakan sekolah, ternyata tidak berbanding lurus dengan penghargaan untuk kepala sekolah. Buktinya, Kepala SMA Negeri 1 Rangkasbitung yang berhasil membawa dua siswinya menorehkan prestasi tingkat internasional tapi kepala sekolahnya dimutasi.

Itu dialami Iva Havidania, kepala SMAN 1 Rangkasbitung yang berhasil mengantarkan dua muridnya meraih prestasi di Afrika. Meski mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional, tapi dia dimutasi jadi kepala SMAN 1 Cibadak yang lokasinya jauh dari perkotaan.

Kedua siswa SMAN 1 Rangkasbitung yang berprestasi itu masing-masing bernama Maliya Finda Dwi Putri, dan Nazwa Shifa, meraih medali gold atau keluar sebagai juara pada ajang bergengsi Africa Science Buskers 2020 yang digelar virtual, Minggu (30/8).

Dua siswi berprestasi dengan guru pembimbing Ida Nurul Kifayanti itu berhasil meyakinkan dewan juri pada even tingkat dunia melalui karya risetnya menciptakan permen antioksidan. Yakni, permen Relove yang merupakan perpaduan moringa oleoifera (daun kelor) dan aloe vera (lidah buaya), untuk penambah imun tubuh.

Permen Rilove ini sebelum dipertandingkan di even dunia tersebut, telah lulus uji laboratorium di Institut Pertanian Bogor (IPB). ”Alhamdulillah dua pelajar SMAN 1 Rangkasbitung berhasil membuat dan mempresentasikan permen Relove,” ujar Iva Havidania, mantan Kepala SMAN 1 Rangkasbitung, Selasa (1/9).

Menurutnya juga, keberhasilan dua siswi salah satu sekolah favorit di Kabupaten Lebak itu bukan hanya membuat bangga Kabupaten Lebak, dan Provinsi Banten.  Tapi juga Indonesia. Karena even ini diikuti oleh siswa yang berasal dari belasan negara.

”Di masa pandemi COVID-19, membuktikan tidak menghalangi siswa kami berprestasi. Prestasi tingkat internasional yang diikuti 17 negara ini saya anggap kado terindah. Karena, mulai 1 September saya pindah tugas sebagai kepala SMAN Cibadak,” katanya juga.

Iva berharap keberhasilan dua siswi SMAN 1 Rangkasbitung bisa jadi motivasi bagi siswa lainnya di Provinsi Banten agar terus berprestasi lagi. ”Ini bisa menjadi contoh bagi siswa lainnya. Saya harap mereka terus belajar mengembangkan kemampuan dan tidak berpuas diri,” katanya juga.

Sementara itu, Nazwa Shifa siswa kelas XI IPA SMAN Rangkasbitung mengaku tak menyangka karya permen Relove bersama dengan Maliya Finda Dwi Putri akan meraih medali emas pada even tingkat dunia yang digelar secara virtual tersebut.

”Jujur, kami tidak mengira sama sekali meraih medali emas. Karena saat diumumkan juara 3 dan juara 2, kita tidak dapat. Sudah pesimistis, eh ternyata dapat medali emas. Kita juga meraih juara favorit karena mendapat like di medsos sebanyak 1.100 like,” katanya.

Dia juga mengatakan, kemungkinan karya yang diciptakannya yaitu permen Relove berhasil memikat dewan juri mengingat situasi saat ini tengah masa Pandemi COVID-19. Sehingga, hasil karya ilmiah kami sangat cocok untuk menjaga daya tahan tubuh.

”Permen Relove dengan bahan dasar lidah buaya dan daun kelor ini bagus untuk menambah imunitas saat Pandemi COVID- 19. Kita akan terus kembangkan tidak berhenti sampai di sini saja,” ucapnya juga. Nazwa juga mengaku mengucapkan terimakasih kepada kepala sekolah dan ibu guru pembimbing dan teman-teman atas semua atas suport dan dukungannya hingga dia bisa meraih prestasi ini. (yas)

Komentar

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.