Alexa Metrics

Pendidikan Jarak Jauh, Siswa Butuh Wifi Gratis

Pendidikan Jarak Jauh, Siswa Butuh Wifi Gratis Siswa sekolah dapat bantuan modem wifi gratis. (foto: Iqbal/INDOPOS)

indopos.co.id – Hati Naya Aliah Achwan, 13, siswa kelas 2 SMPN 40 Jakarta Pusat sedang diliputi rasa bahagia. Terpancar pula dari raut wajahnya yang merah merona dibalik hijab putihnya. Pasalnya, ia dan sembilan pelajar lainnya baru saja mendapatkan modem Wi-Fi gratis dari Kepolisian Polda Metro Jaya.

Sambil duduk di bangku halaman Polres Metro Jakarta Selatan, warga Manggarai, RT 08, RW 04, Tebet, Jakarta Selatan itu membuka kemasan kardus modem Wi-Fi yang baru saja diberikan oleh Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Pol Budi Sartono. Ia mengutak atik kardus, Naya tampak seperti kebingungan.

Tidak tahu cara menggunakannya. Selain itu, dirinya baru kali pertama memegang modem Wi-Fi. Anak kedua dari 2 bersaudara itu mengatakan, akan menggunakan modem itu bersama adiknya yang juga masih duduk di bangku kelas 1 SMP.

Selama mengikuti Pendidikan Jarak Jauh (PJJ), dia mengaku kesulitan akan segala keterbatasannya. “Ayah kerja, kalau ibu sebagai asisten rumah tangga. Suka bantu nyuci-nyuci baju orang lain,” ungkap Naya dengan raut wajah sedih.

Dia mengaku senang dapat modem tersebut. “Ya, senang dapat modem dari pak polisi,” akunya de- ngan kepala menunduk bingung cara mengaktifkan modem tersebut

Tiba-tiba, Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Budi Sartono menyeletuk. “Itu tolong anggota ada yang bantu kasih tahu cara menggunakannya,” tutur Budi.

Beberapa personel polisi pun mencoba membantu memberitahukan cara menggunakan modem itu. Paling tidak, dua anggota polisi, satu polwan mencoba membantu satu siswa (dari 10 siswa) cara mengaktifkannya.

Dalam kesempatan itu, Kombes Budi Sartono menuturkan, bakti sosial (baksos) sumbangan dalam bentuk modem, internet dan jaringannya itu untuk membantu para siswa yang selama ini sedang melaksanakan PJJ.

“Semoga modem ini dapat membantu para siswa dalam melaksanakan Pendidikan Jarak Jauh,” tandas Budi, Selasa (1/9/2020).

Sebanyak 1.000 modem itu, sambung Budi, dibagikan kepada para pelajar yang benar-benar sangat membutuhkannya. Di Wilayah Jakarta Selatan dibagikan 100 modem gratis dengan jaringannya.

“Modem ini diberikan kepada mereka pelajar yang sangat membutuhkan jaringan yang baik,” kata dia.

Dia berharap. ke depan anggota polisi akan mendata kebutuhan di 10 wilayah hukum Polres Metro Jakarta Selatan. Sehingga anak-anak tidak tertinggal dalam pendidikannya.

“Kapolsek didata lagi ya. Semoga didapat dan semaksimal mungkin tepat sasaran. Jika tidak bisa diakses silahkan dibantu anggota yang di lapangan,” tegas dia mengajak para kepala Polsek untuk melek mata.

“Serentak pemberian modem dilakukan pads siang hari kemarin. Hari ini untuk wilayah Tebet dulu, pelajar yang tidak atau belum dapat jaringan internetnya,” ulas dia.

Menurut dia, jaringan paket data gratis itu akan diberikan hingga 6 bulan ke depan. Agar proses belajar pelajar tidak terganggu lagi. “Masing-masing Polsek nanti mendata 10 siswa yang membutuhkan modem ini. Diberikan pada pelajar yang membutuhkan tentunya,” tutur Budi.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Wali Kota Jakarta Selatan Isnawa Adji menambahkan, sinergitas tiga pilar terus berjalan.

“Kita tahu pandemi terjadi di Jakarta dan sekitarnya. Salah satu kendala yang selama ini dikeluhkan para orang tua murid adalah ketersediaan jaringan kuota internet,” tandas Isnawa.

Bersama ‘Polda Metro Jaya Peduli Pendidikan di Masa Pandemi’ sangat membantu siswa sekolah yang membutuhkan. “Tanggungjawab kita bersama dalam dunia pendidikan. Kepedulian Polda Metro Jaya jangan sampai anak-anak kita mengalami problem jaringan saat PJJ,” ungkap dia.

Isnawa menambahkan, pihaknya akan monitoring khusus kepada warga kurang mampu. Data spesifiknya diakuinya memang belum ada. “Kami juga adakan evaluasi apa kendalanya anak-anak terhadap pembelajaran jarak jauh ini,” pungkas dia. (ibl)



Apa Pendapatmu?