Alexa Metrics

COVID-19 Tak Turun-turun, Ekonomi Tak Naik-naik

COVID-19 Tak Turun-turun, Ekonomi Tak Naik-naik Sosok Superman memakai masker wajah berdiri di depan sebuah toko di Bangkok pada 14 April 2020. Poster COVID-19 di Bangkok pada 20 Agustus 2020. (Foto oleh Mladen ANTONOV / AFP)

indopos.o.id – Berganti-ganti istilah untuk memutus mata rantai penyebaran tak membuat COVID-19 di Indonesia turun. Mulai Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) hingga adaptasi kebiasaan baru. Bahkan sampai ada yang memberlakukan jam malam. Di sisi lain, pertumbuhan ekonomi juga tak naik-naik. Berbagai kebijakan ekonomi masih belum mampu mendongkrak signifikan.

Berdasarkan data yang dihimpun sampai Rabu pukul 12.00 WIB, kasus terkonfirmasi positif COVID-19 tercatat bertambah 3.075 menjadi total 180.645 kasus. Sedangkan korban meninggal tercatat bertambah 111 orang menjadi total 7.616 orang. (Selengkapnya baca grafis).

Satuan Tugas Penanganan COVID-19 menyatakan angka kematian akibat COVID-19 di Indonesia masih di atas rata-rata dunia. Meski jumlah kasus aktifnya sudah berada di bawah rata-rata dunia dan tingkat kesembuhan pasiennya sudah melampaui rata-rata di dunia.

’’Jadi angka kematian ini menjadi PR kita bersama karena jumlah kematian di Indonesia masih di atas rata-rata dunia,’’ kata Anggota Tim Pakar Satuan Tugas Penanganan COVID-19 dr. Dewi Nur Aisyah dalam konferensi pers di Graha BNPB Jakarta, Rabu (2/9).

’’Berarti permasalahan kita adalah bagaimana penanganan kesehatan bisa dilakukan dengan baik dan benar sehingga orang sakit bisa bergerak menjadi sembuh. Dan pasien-pasien kritis ini bisa ditangani sampai sembuh,’’ katanya.

Hingga 1 September 2020 jumlah kasus COVID-19 global yang dilaporkan ke Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencapai 25.327.098 kasus dan 848.255 (3,3 persen) di antaranya mengakibatkan kematian.

Di Indonesia, jumlah akumulatif kasus COVID-19 hingga 1 September 2020 tercatat 177.571 kasus dan 7.505 (4,2 persen) di antaranya menyebabkan kematian.

’’Memang kalau lihat angka kematian ini saya melihat progresnya cukup lambat untuk turunnya. Jadi mulai tertingginya, kemudian dari rata-ratanya, kita melihat di sini memang ada penurunan, namun memang tidak terlalu besar,’’ kata Dewi.

Dia mengajak seluruh warga menjaga kesehatan dan menjalankan protokol kesehatan guna menghindari penularan COVID-19 agar tidak menambah beban rumah sakit dan petugas medis yang sudah kewalahan menangani pasien COVID-19.

Sementara itu, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Malang Raya menyatakan dalam waktu satu bulan ada 15 dokter yang tertular COVID-19 di wilayah Malang Raya. “Sejak 2 Agustus hingga 31 Agustus ada 15 orang terpapar,” kata Ketua IDI Cabang Malang Raya Djoko Heri di Kota Malang, Jawa Timur, Rabu.

Dia menambahkan, jumlah dokter yang terserang virus corona tipe SARS-CoV-2 sejak awal pandemi Maret hingga Agustus 2020 seluruhnya 26 orang dengan perincian ada 11 kasus yang dilaporkan dalam waktu empat bulan dan 15 kasus lain yang dilaporkan dalam satu bulan terakhir. (Berita terkait Hal Nusantara)

Begitu pula jumlah tenaga kesehatan di Kota Batam, Kepulauan Riau, yang terserang COVID-19 bertambah 11 menjadi total 91 orang menurut data Gugus Tugas Penanganan COVID-19 setempat pada Rabu.

’’Data ini merupakan hasil pemeriksaan swab oleh Tim Analis Laboratorium BTKL PP Dan Analis Laboratorium RSKI Covid-19 Galang berdasarkan hasil temuan kasus baru hasil tracing (pelacakan),’’ kata Kepala Bidang Kesehatan Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Kota Batam Didi Kusmarjadi dalam siaran pers pemerintah.

Menurut data Gugus Tugas, tenaga kesehatan yang baru dikonfirmasi tertular COVID-19 bertugas di Rumah Sakit Harapan Bunda, Puskesmas Sei Langkai, Puskesmas Rempang Cate, Puskesmas Mentarau, Puskesmas Sei Panas, Rumah Sakit Budi Kemuliaan, dan RSUD Embung Fatimah.

Gugus Tugas tidak menyebutkan profesi masing-masing tenaga kesehatan yang terinfeksi Virus Corona, hanya menjelaskan kecuali seorang tenaga kesehatan di Puskesmas Sei Panas, semua petugas kesehatan yang dinyatakan positif COVID-19 punya riwayat kontak dengan pasien di tempat tugas.

Para petugas kesehatan yang dinyatakan tertular COVID-19 tersebut, menurut Gugus Tugas, tidak mengalami gejala sakit.

Selain 11 petugas kesehatan tersebut, ada 14 orang lain yang dikonfirmasi terserang COVID-19 di Kota Batam pada Rabu, termasuk seorang pelajar berusia tujuh tahun dan seorang anak berusia empat tahun yang melakukan kontak dengan tenaga kesehatan yang tertular Virus Corona.

Juru bicara Satgas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito menyatakan pihaknya berbelasungkawa atas meninggalnya ratusan tenaga medis yang menangani COVID-19.

Wiku dalam konferensi pers dengan media asing di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu, menyatakan tenaga medis adalah pahlawan.

“Kami berduka untuk pahlawan kami tenaga medis, garda terdepan, pejuang, yang meninggal dunia saat menangani COVID-19,” ujar Wiku di Jakarta, Rabu.

Dia mengatakan Satgas Penanganan COVID-19 dan Kementerian Kesehatan memberikan perhatian penuh atas banyaknya tenaga medis yang gugur dalam menangani COVID-19.

Satgas menyadari bahwa angka positif COVID-19 terus meningkat dalam beberapa bulan terakhir. Seiring dengan hal itu, sejumlah rumah sakit saat ini juga dipenuhi pasien COVID-19.

Satgas Penanganan COVID-19 berupaya memindahkan pasien COVID-19 ke Wisma Atlet untuk mengurangi beban tenaga medis di rumah sakit.

Sebelumnya Presiden Jokowi juga mengucapkan belasungkawa atas wafatnya para tenaga medis yang menangani COVID-19. Presiden meminta masyarakat mematuhi protokol kesehatan agar rumah sakit dan tenaga medis tidak kewalahan menangani banyaknya pasien COVID-19. Presiden belasungkawa atas meninggalnya 100 tenaga medis.

Presiden menekankan saling mengingatkan, bergotong royong kebangsaan dan kemanusiaan pada 267 juta rakyat Indonesia adalah kunci disiplin penanganan pandemi COVID-19 dan pemulihan ekonomi nasional untuk keselamatan, kesehatan dan keberlanjutan hidup seluruh rakyat Indonesia.

Presiden juga menegaskan tiga strategi pemerintah untuk menyediakan vaksin COVID-19 yakni, mencari vaksin yang diproduksi pihak manapun di seluruh dunia; kerjasama riset dan produksi Biofarma, perguruan tinggi, lembaga dalam dan luar negeri; serta riset vaksin Merah-Putih oleh Lembaga Biologi Molekuler Eijkman.

Mutasi Virus

Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) Bambang PS Brodjonegoro mengatakan Virus Corona SARS-CoV-2 yang membawa mutasi D614G penyebab penyakit COVID-19 terdeteksi di sejumlah daerah di Indonesia yakni Surabaya, Yogyakarta, Tangerang, Jakarta, dan Bandung.

’’Dari 24 whole genom sequencing (urutan genom utuh) yang disampaikan Indonesia bisa kami sampaikan sembilan mengandung mutasi D614G yaitu dua dari Surabaya, tiga dari Yogyakarta, dua dari Tangerang dan Jakarta, dan dua dari Bandung,’’ kata Bambang dalam konferensi pers virtual yang diadakan Satuan Tugas Penanganan COVID-19 di kantor Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Jakarta, Rabu.

Bambang menuturkan dari sembilan WGS Indonesia yang dikumpulkan ke GISAID itu, satu WGS terkategori dalam clade GR dan berasal dari Jakarta. Delapan WGS lainnya berasal dari luar Jakarta dan masuk kategori clade GH. Baik clade GR maupun GH mengandung mutasi D614G.

Untuk itu, kegiatan whole genom sequencing atau pengurutan keseluruhan genom masih terus dilakukan untuk mengetahui karakter dari virus COVID-19.

Menristek Bambang menuturkan saat ini Indonesia sudah menyampaikan ke GISAID sekitar 34 sekuens dari genom virus SARS-CoV-2 penyebab COVID-19, namun hanya 24 sekuens atau urutan genom utuh yang dilakukan analisis lebih lanjut oleh GISAID karena dinilai sudah memenuhi syarat sebagai whole genom sequencing.

Sebanyak 24 WGS dari Indonesia yang sudah diterima GISAID itu terdiri atas empat WGS dari Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, dua WGS dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, dua WGS dari kerja sama Institut Teknologi Bandung, Universitas Padjajaran dan laboratorium kesehatan Jawa Barat, 10 WGS yang berasal dari Lembaga Biologi Molekuler Eijkman, dan enam WGS dari Universitas Airlangga. GISAID adalah sebuah lembaga bank data yang saat ini menjadi acuan untuk data genom virus SARS-CoV-2.

Ekonomi Lesu

Di sisi lain pertumbuhan ekonomi tak kunjung naik. Sektor pariwisata masih belum bergairah. Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Barat mencatat sejak tiga bulan terakhir pada April hingga Juli 2020 kunjungan wisatawan asing ke daerah itu nihil karena adanya pandemi COVID-19.

’’Terakhir tercatat kunjungan wisatawan asing ke Sumbar pada Maret 2020 sebanyak 2.495 wisatawan asing dan setelah itu nihil kedatangan,’’ kata Kepala BPS Sumbar Pitono di Padang, Rabu.

Dia menyebutkan pada Januari sampai April 2020 terdapat 10.874 wisatawan asing yang telah berkunjung ke Sumbar didominasi dari Malaysia 8.831 orang, Australia 296 orang dan China 255 orang.

Sebaliknya pada Juli 2020 jumlah penumpang angkutan udara di Bandara Internasional Minangkabau mulai mengalami kenaikan dibandingkan bulan sebelumnya. Pada Juni jumlah penumpang yang berangkat hanya 192 orang pada Juli naik menjadi 331 atau meningkat 72,40 persen. Sementara penumpang yang tiba pada Juni mencapai 183 orang dan pada Juli naik menjadi 334 orang atau meningkat. 82,51 persen.

Sebelumnya Pemerintah Provinsi Sumatera Barat siap menyambut wisatawan dalam era normal baru dengan mengedepankan penerapan protokol kesehatan.

“Kita sudah mengambil sejumlah langkah untuk memastikan semua elemen siap menyambut wisatawan yang datang ke Sumbar,” kata Kepala Dinas Pariwisata Sumbar Novrial.

Ia mengatakan Dinas Pariwisata Sumbar sudah menyiapkan panduan untuk diadopsi sebagai SOP oleh Pemkab dan Pemkot mulai dari operasional objek wisata, rumah makan hingga hotel.

Penerapan SOP di tempat wisata itu ditinjau langsung oleh Gubernur dan Wakil Gubernur Sumbar dengan hasil yang baik. Rumah makan misalnya sudah mulai menerapkan protokol kesehatan.

Tempat cuci tangan disediakan pada beberapa tempat, menyediakan thermogun, pelayan memakai masker bahkan pelindung wajah bahkan ada yang telah menerapkan pembayaran non tunai untuk menghindari tatap muka langsung.

“Kita juga melakukan kajian bersama pentahelix pariwisata. Arahnya pariwisata di era normal baru ini seperti konsep mindfulness tourism. Wisata yang penuh kesadaran,” katanya.

Kesadaran dari semua elemen baik pelaku usaha pariwisata juga wisatawan dibangun sehingga semua berjalan seperti sudah semestinya. Menerima keadaan dan kondisi sepenuhnya, menjadikan semua sebagai hal normal.

Agar semua berjalan baik, maka difasilitasi swab gratis bagi penumpang pesawat udara, frontliner pariwisata di hotel dan objek wisata serta memberi bantuan APD sehingga tercipta wisata aman COVID-19.

Begitu pula kunjungan wisman ke Kepri turun 75,01 persen selama Januari-Juli 2020. BPS Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mencatat jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) selama Januari-Juli 2020 di daerah tersebut mencapai 405.752 kunjungan atau turun 75,01 persen jika dibandingkan periode sama pada tahun lalu yang mencapai 1.623.977 kunjungan.

“Penurunan terjadi akibat kondisi pandemi COVID-19 disusul larangan masuk maupun transit bagi orang asing ke Indonesia sejak April 2020,’’ kata Kepala BPS Provinsi Kepri Agus Sudibyo di Tanjung Pinang, Rabu.

Agus juga menyatakan jumlah kunjungan wisman ke Provinsi Kepri selama Juli 2020 sebanyak 1.765 kunjungan atau mengalami penurunan 1,23 persen dibanding kunjungan wisman selama Juni 2020 yang mencapai 1.787 kunjungan.

’’Penurunan jumlah kunjungan wisman selama Juli 2020, sebagai akibat turunnya jumlah kunjungan wisman dari pintu masuk utama yang ada di Kepri, yaitu Batam turun 1,74 persen, Karimun juga mengalami penurunan kunjungan wisman pada Juli 2020. Sedangkan Tanjung Pinang dan Bintan tidak terdapat kunjungan wisman selama April-Juli 2020,’’ ungkapnya.

Lebih lanjut dia menyampaikan jumlah kunjungan wisman terbanyak pada Januari-Juli 2020 menurut pintu masuk, yaitu di Batam sebanyak 302.042 kunjungan (74,44 persen), diikuti Bintan sebesar 63.933 kunjungan (15,76 persen), Karimun sebesar 21.531 kunjungan (5,31 persen), dan Tanjung Pinang sebanyak 18.246 kunjungan (4,50 persen).

“Wisman berkebangsaan Singapura ini mendominasi hampir setengah (45,46 persen) dari total seluruh kunjungan wisman yang masuk ke Provinsi Kepri,” ungkapnya. Jumlahnya, lanjut dia, mencapai 184.475 kunjungan.

Jumlah kunjungan terbanyak yang kedua adalah wisman berkebangsaan Malaysia sebesar 46.877 kunjungan (11,55 persen), kemudian China sebanyak 24.325 kunjungan (6,00 persen). Setelah itu India (4,37 persen), Filipina (1,93 persen), Inggris (1,63 persen), Jepang (1,45 persen), Australia (1,24 persen), Korea Selatan (1,02 persen), dan Amerika (0,99 persen).

“Kontribusi dari wisman 10 negara tersebut yaitu 75,64 persen dari total seluruh kunjungan wisman selama bulan Januari-Juli 2020,” demikian Agus.

Pemulihan

Sementara itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memprediksikan pemulihan ekonomi pada semester I-2021 tidak bisa full power, meskipun pemerintah menargetkan pertumbuhan berada di kisaran 4,5 persen sampai 5,5 persen.

’’Sebetulnya semester I tahun depan kita tidak bisa asumsikan pemulihan yang full power karena pasti COVID-19 masih menjadi salah satu faktor yang menahan pemulihan,” katanya dalam Raker bersama Komisi XI DPR RI di Jakarta, Rabu.

Sri Mulyani menyatakan pemulihan belum dapat optimal pada semester pertama tahun depan karena vaksin baru akan ditemukan dan dilakukan vaksinasi secara luas pada semester kedua 2021.

’’Semua prediksi mengenai vaksin baru akan ditemukan dan vaksinasi bisa dilakukan secara meluas pada semester kedua,” ujarnya.

Menurutnya, tingginya tingkat pemulihan untuk tahun depan akan sangat bergantung pada penemuan  vaksin dan dilakukannya vaksinasi secara meluas pada semester kedua.

Dia menjelaskan hal itu terjadi karena ketersediaan vaksin COVID-19 memberikan keyakinan kepada masyarakat untuk dapat beraktivitas normal kembali.

’’Kalau seandainya vaksinasi sudah bisa dilakukan dan itu akan memberikan confidence,” ujarnya.

Sementara itu pada Selasa (1/9), Sri Mulyani mengatakan pemerintah telah mengalokasikan anggaran pengadaan vaksin dan imunisasi, sarana dan prasarana, serta laboratorium dan litbang untuk penguatan riset vaksin dalam RAPBN 2021.

Anggaran kesehatan direncanakan sebesar Rp169,7 triliun atau setara dengan 6,2 persen dari belanja negara dalam RAPBN 2021. Upaya pengadaan vaksin direncanakan menggunakan produksi dalam negeri melalui kerja sama termasuk transfer pengetahuan dan teknologi.

Hingga saat ini proses pengadaan vaksin memasuki tahap uji klinis sebelum dapat diproduksi, didistribusi, dan digunakan secara massal. Proses pengadaan vaksin, vaksinasi, distribusi vaksin, dan penyiapan personel medis akan melibatkan koordinasi serta sinergi antara K/L, BUMN, Pemda, dan swasta. (cok/ant/nas)



Apa Pendapatmu?