Alexa Metrics

Kementerian PUPR Siapkan Tenaga Kerja Konstruksi yang Siap Kerja

Kementerian PUPR Siapkan Tenaga Kerja Konstruksi yang Siap Kerja Ilustrasi Tenaga Kerja Konstruksi

indopos.co.id – Direktur Jenderal Bina Konstruksi Kementerian PUPR (Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat) Trisasongko Widianto menegaskan, meningkatkan kualitas sumber daya manusia merupakan salah satu program utama pemerintah termasuk di sektor konstruksi.

“Untuk itu Kementerian PUPR melakukan berbagai program untuk melaksanakannya. Salah satunya melalui pelatihan dan sertifikasi. Yang tentunya disesuaikan dengan kebutuhan industri konstruksi,” ujarnya dalam keterangan persnya, Kamis (3/9/2020).

Sebelumnya, saat membuka Bimbingan Teknis Beton Pracetak dan Prategang, Bimbingan Teknis Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi, dan Pelatihan Ahli Teknik Desain Jalan di Balai Jasa Konstruksi Wilayah III Jakarta, Senin (10/8/2020), Direktur Jenderal Bina Konstruksi yang diwakili oleh Direktur Kompetensi dan Produktivitas Konstruksi Nanang Handoyo mengatakan perlunya pelatihan dan sertifikasi.

Hal itu didukung oleh industri konstruksi dengan menggunakan metode. Yaitu memadupadankan dan menghubungkan kebutuhan Sumber Daya Manusia dengan pelatihan. “Sehingga menghasilkan tenaga kerja konstruksi sesuai kebutuhan industri konstruksi,” jelas Nanang.

Dia menambahkan, para tenaga kerja konstruksi selain andal di lapangan, mereka juga wajib mengetahui aturan dan standar terkait sistem manajemen keselamatan konstruksi.

“Serta memahami penggunaan teknologi Beton Pracetak dan Prategang, dan tenaga ahli teknis desain jalan yang sesuai dengan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI),” beber Nanang.

Pada kesempatan tersebut, Balai Jasa Konstruksi Wilayah III Jakarta menginisiasi penandatanganan kerjasama dengan PT Indonesia Pondasi Jaya. Yakni terkait kesepakatan peserta hasil pelatihan agar dapat langsung bekerja di industri konstruksi.

“Dukungan nyata telah ditunjukan oleh PT Indonesia Pondasi Jaya. Yang turut berperan aktif dengan memperkerjakan para peserta yang mengikuti kegiatan ini untuk terjun langsung ke lapangan,” ujar Nanang.

Dia berharap hal itu bisa diikuti oleh stakeholder, para asosiasi/BUMN/BUMD, para penyedia jasa konstruksi, dan perusahaan-perusahaan lain. “Yakni untuk turut mempekerjakan para tenaga kerja konstruksi yang telah mengikuti pelatihan dan bimtek ke dalam penyelenggaraan konstruksi di lapangan,” pungkasnya.(dai)



Apa Pendapatmu?